Enam!

204 14 0
                                        

Author's POV

Saat ini Eine dan Jasper sedang berada di apartement milik Jasper. Ya, apartement milik Jasper. Tidak ada yang bisa membayangkan 'kan? Bagaimana histerisnya Eine saat Jasper mengajaknya untuk kesini.

Jasper berniat untuk membicarakan ulang tentang 'manager' dengan Eine. Jujur, Jasper masih sedikit ragu untuk menerima Eine menjadi managernya. Sedari dulu 'kan managernya merupakan orang-orang terpilih. Sedangkan sekarang? Bahkan nama Eine saja Jasper baru tau tadi.

Sedari tadi Eine sibuk memperhatikan apartement Jasper dengan mata berbinar. Sesekali matanya menatap Jasper sebentar dan cekikikan sendiri.

Gila kali ya, batin Jasper.

Melihat tingkah Eine, Jasper jadi semakin ragu untuk menjadikannya manager. Gimana kalau Eine berbuat macam-macam? Gimana kalau dia berniat mencuri kekayaan Jasper? Gimana kalau Eine tiba-tiba memperkosanya dan memaksanya untuk menikahi Eine?

Akhir-akhir ini, Jasper sering kali melihat berita tentang selebritis yang di teror oleh fansnya sendiri. Hih, membayangkannya saja Jasper sudah ngeri.

Tiba-tiba Jasper merasa seperti ada bohlam kecil yang menyala terang diatas kepalanya. Jasper mendapat ide cemerlang.

Jasper segera pergi meninggalkan Eine yang masih cekikikan sendiri dan tak lama, ia kembali lagi dengan kertas dan pena di tangannya. Jasper menghiraukan Eine yang masih menatap Jasper dengan tatapan lapar. Seolah-olah ia ingin memakan Jasper.

"Woy," panggil Jasper. Eine langsung tersadar dari imajinasinya.

"Iya?" sahut Eine dengan suara semanis mungkin. Jasper memeberikan kertas yang baru saja ia tulis pada Eine. Eine langsung mengambilnya dan segera membacanya.

Mulai hari ini, saya Eine Dame bersedia untuk menjadi manager dari Jasper London dan saya menyetujui peraturan dibawah ini:

1. Bersedia bekerja sebagai manager dengan kontrak selama 6 bulan tanpa digaji.

2. Tidak akan memberitahu kepada siapapun tentang pekerjaan ini.

3. Tidak akan membocorkan satupun rahasia tentang Jasper London.

4. Tidak mencampuri urusan pribadi Jasper London / mengusik privacy miliknya.

5. Tidak akan berhenti bekerja / mengundurkan diri sebelum 6 bulan.

6. Jika Jasper London merasa dirugikan, dia bisa memecat Eine Dame walaupun sebelum habis kontrak.

7. Jika terjadi pelanggaran, maka Eine Dame harus membayar denda sebesar 35 juta rupiah.

Tertanda,
Eine Dame.

Eine tersenyum membacanya, "Ini mah kecil." Eine langsung menyambar pena yang tergeletak diatas meja dan menandatangani surat tersebut.

"Okay. Paman gue pengacara. Gue bakalan minta dia untuk resmiin surat ini. Ingat pasal 7, jangan melanggar atau lo bakalan kena denda."ujar Jasper sambil tersenyum miring.

"Siap, bos!" jawab Eine sambil hormat kearah Jasper.

"Yaudah, kalo gitu sekarang tolong lo beresin apartement ini ya. Gue mau tidur dulu," Jasper langsung pergi menuju kamarnya tanpa repot-repot menunggu jawaban Eine.

Eine menjalankan tugasnya dengan riang. Sesekali ia bersenandung untuk menunjukkan ke dunia kalau dia adalah manusia paling bahagia saat ini. Semuanya benar-benar seperti mimpi!

Ting Tong

Eine langsung menoleh kearah pintu dengan tatapan bingung, Ada yang mencet bel,ya? Batinnya. Ia langsung menuju kearah pintu dan langsung membuka pintunya tanpa melihat 'siapa yang telah memencet bel' dari monitor.

Jasper!Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang