Pada akhirnya, kamu dan aku.
Kini Menjadi kita.
💕💕💕
"Ca?" panggil Alvaro lembut.
"Ah, eh iya Ro?" Caca berusaha sadar dari lamunannya.
"Lo tadi bilang apa?" Alvaro mengusap lembut kedua tangan Caca. Dia tersenyum ke pada gadis itu. Satu hal yang membuat Caca tertarik. Bahwa dia menyadari kalau dalam jarak dekat, Alvaro adalah orang yang cukup Tampan, senyumnya lucu, sangat manis. Baru sekarang dirinya terpukau dengan pesona cowok di hadapannya.
"Ca, kamu mau kan jadi pacar aku?" Alvaro berucap dengan sangat hati-hati. Belum ada respon, Caca masih terdiam dan bermain dengan fikiran nya.
"Haaah... aku nggak akan maksa kam-"
"Gue mau!" Caca berseru cepat. Alvaro membelalakkan mata. Dia tersenyum sambil mengeratkan genggamannya.
"Serius? Kamu mau jadi pacar aku?" Alvaro mencoba memastikan sekali lagi, kalau yang di dengarnya tidaklah salah. Caca mengangguk dengan cepat.
"Gue juga Cinta sama lo. Entah, sejak kapan perasaan ini ada. Tapi yang pastinya, gue udah suka dan sayang sama lo." ucap gadis itu jujur.
"Sebelumnya gue mau minta maaf... mungkin selama ini gue udah terlalu kasar dan banyak nyakitin perasaan lo. Tapi... gue masih nggak ngerti, kenapa lo bisa sedalam itu mencintai gue. Yah, apapun itu, gue mau berterimakasih. Karena lo udah mau bertahan sejauh itu untuk gue, dan karena lo juga... masa remaja gue jadi punya warna—
Gue janji akan terus mewarnai hari-hari lo, Sampai kapan pun..."
Caca mengangguk, wajah nya tersenyum, namun... masih ada hal yang mengganggu fikirannya.
"Bentar..."
Posisi Alvaro yang hendak memeluk Caca, terhenti dan duduk kembali sambil memasang wajah bingung.
"Kenapa?"
"Sebelumnya, kasih gue alasan kenapa waktu itu lo nyakitin dua sahabat gue?"
Awalnya Alvaro terkejut. Lalu sesaat kemudian dia tertawa. Hal itu membuat Caca bingung dengan tingkahnya.
"Jadi kamu mau tau soal kebodohan itu?" Caca mengerutkan kening semakin tak paham dengan apa yang di maksud oleh Alvaro.
"Oke, biar aku jelasin semuanya ke kamu. Jadi gini, aku sama mereka berdua itu nggak beneran pacaran."
Alvaro mengubah posisi duduknya ke dekat Caca, dan gadis itu masih tetap diam menunggu penjelasan Alvaro.
"Aku sama mereka itu cuma bohongin kamu. Ya, kamu kan tau sendiri. Waktu itu susah banget buat deketin kamu. Aku minta bantuan deh, sama mereka supaya bisa dapet perhatian dari kamu, yah... walaupun harus nerima sakitnya sih... hehe."
"Jadi... lo nggak pernah beneran nyakitin mereka?"
Caca terkejut. Alvaro mengangguk, sambil menggenggam tangan Caca.
"Aku juga mau jelasin soal dari mana Fini tau semua hal itu. Itu semua dari temen-temen kamu sendiri. Sani yang cerita semuanya ke aku. Oh iya, aku mau bilang maaf ke kamu soal kejadian kemarin. Aku nggak bermaksud kok buat manas-manasin kamu. Itu semua ide nya Fini. Aku cuma minta dia buat ngomong hal itu doang ke kamu. Tapi ternyata dia punya cara lain yang bikin aku yakin kalau kamu cemburu waktu aku sama cewe lain."
Caca hanya bisa terdiam mendengar ucapan Alvaro. Dia tak menyangka betapa banyak hal mengejutkan yang membuatnya agak kesal dengan cowok itu. Tapi ia juga tidak bisa mengelak kalau dirinya ternyata, sudah jatuh hati pada cowok tengil ini. Caca mencoba menerima semua kesalahan yang di perbuat Alvaro.
Dan ia pun tersenyum.
"Nggak papa, gue seneng lo jujur sama gue tentang segalanya. Dan, gue minta maaf pernah nonjok muka lo." ucap Caca tulus.
"Aku nggak pernah mikirin kejadian itu kok Ca. Aku seneng pada akhirnya cintaku nggak bertepuk sebelah tangan."
Kali ini Caca memeluk Alvaro lebih dulu. Dia senang, karena semua nya berakhir baik. Dan Alvaro juga bahagia, karena perjuangannya selama ini tidak lah sia-sia.
(Terimakasih sudah menerima ku. Aku berjanji, takkan pernah melepaskan kamu sampai kapanpun. Karena aku tau, mendapatkan hati mu itu sangat sulit.)
-Alvaro Mahesa-
💝💝💝
Thanks for reading guys.
So...
Di ceritaku kali ini, ngga ada spesial pake telor ya hehe.
Mereka sudah berakhir dan hanya sampai disini. Maafkan aku yang membuat cerita ini dengan tidak konsisten. Sangat singkat, dan juga tidak menarik. Pokoknya absurd...
Awalnya sih aku cuma iseng-iseng bikin cerita ini.
Karena aku bukan orang yang pintar merangkai cerita. Dan cerita Alvaro adalah inspirasiku dari sebuah film yang aku suka.
Dan yang terakhir dariku.
Aku ingin mengucapkan terimakasih, karena kalian sangat setia mau membaca cerita tidak jelas ini. Terimakasih atas Antusias dan dukungan kalian dalam cerita ini. Maaf kalau endingnya mengecewakan. Pokoknya, aku sangat, sangat... berterimakasih...
Sampai bertemu lagi dalam cerita baruku.
Dan...
Sampai jumpa....
#Eliscamisca.f
#storyinteenfiction
#02/03/2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Alvaro
Teen Fiction"Alah! Lo di depan dia aja nggak berani. Apa perlu biar gue yang jadi wakil, dan bilang ke Caca kaya gini. 'Ca, boleh nggak Alvaro bilang. Caca aku rindu.' cuih! najis Ro." Alvaro mendadak sakit hati mendengar ucapan Iyok. Namun dia berusaha untuk t...
