CLUB...?

26 3 0
                                    

Tempat itu sangatlah khas dengan hiasan dinding, melekat sempurna bagaikana tumbuhan hidup namun jangan salah, hiasan ini berbentuk seperti kata-kata motivation bercahaya, belum lagi di dinding lain di sebelah ruangan itu. Tapi warna disini lebih banyak berwarna hitam Dan lihat pintu berwarna kuning bertuliskan angka 1 sampai 15. Masing-masing memiliki pemiliknya Dan disinilah Amora berdiri dengan lancang.

Kamar yang bertuliskan angka 6 lalu keluarlah si empu, bengong? Tentu saja, siapa yang tidak bengong melihat kecantikan Amora tapi kalian salah si empu bingung sekaligus penasaran Karen tidak Ada seorang gadis yang boleh memasuki area ini tanpa izin bosnya.

Si empu langsung menutup pintu dengan kasar tidak menghiraukan Amora yang ingin bertanya. Sampai pintu kembali terbuka memunculkan empat laki-laki tampan yang Amora duga berumur di atas dirinya.

Semua bengong sampai Amora memecahkan keheningan.

"Apa kalian tahu pak-, maksud ku Daniel? Katanya dia tinggal disini." Tanya Amora dan memberanikan dirinya memanggil orang itu langsung dengan nama. Amora baru tahu tempat Daniel memimpin club olahraga cukuplah besar.

Empat laki-laki itu langsung saling pandang lalu tersenyum ceria.

"Bos akan kembali sebentar lagi," jeda sedikit sampai laki-laki berkaca mata itu kembali melanjutkan ucapannya, " apa kau pacarnya?"

Amora melihat tatapan berharap dari ke empat orang di depannya ini dengan geli. Tersenyum lalu Amora pergi menuju lantai bawah untuk duduk di kursi, Amora yakin ini adalah kantin terlihat dari aroma masakan yang menguar.

Amora Kira hanya ada empat laki-laki di belakang yang mengikutinya namun saat dirinya berbalik sepuluh orang lebih menguntitnya.

"Ini adalah kakak ipar semuanya, mari perkenalakan diri kalian masing-masing." Ujar laki-laki berkaca mata itu dengan semangat.

Amora sendiri sedikit shock mendengar sebutan kakak ipar dari laki-laki itu namun dia hanya diam mendengar tidak memiliki kesempatan untuk berbicara.

"Namaku Grunt." Ujar laki-laki yang memakai kaca mata dengan bangga.

"Namaku 97, kakak ipar cantik sekal-"

"Hey biarkan kita memperkenalkan diri dulu baru memuji, dasar!" Potong laki-laki yang berdiri tidak jauh di samping laki-laki bernama angka itu. "Namaku Demo."

"Iyalah si bocah udah berani nih yah." Goda laki-laki yang memiliki tampang sangar yang memperkenalkan dirinya sebagai One begitu pula dengan yang lain.

Amora ingin meluruskan kesalah pahaman di antara mereka namun belum sempat dirinya menjawab suara bas familiar itu menyapu pendengaran nya.

"Apa yang kamu lakukan disini? Saya tidak mengizinka-"

"Bos cemburu? Tenanglah kita tidak mengganggu kakak ipar kok." Potong Grunt lalu tertawa dengan kawanan nya.

"Kalian ingin latihan fisik sekarang?" Tanya Daniel tanpa senyum, anak didiknya langsung kompak menjawab tidak.

"Sepertinya kami latihan sendiri saja bos." Jawab mereka kompak membuat Amora terkekeh.

Tinggal Daniel dan Amora yang duduk berhadapan.

"Bagaimana kamu tahu tempat ini? Bukannya saya sudah beri kamu duit kemarin dan sungguh sekarang kamu minta lagi. Kamu kira saya memiliki sebanyak itu."

Amora sudah menduga akan semua ini tapi duit yang sepuluh juta RP kemarin dia gunakan untuk menolong kakek-kakek  yang Amora saja tidak kenal.

"Begini pak, em, e, kemarin duitnya terlalu sedikit," Amora mengalihkan pandangan nya dari mats tajam milik Daniel, "masuk Mall sekali aja udah habis, ayolah pak."

SELICIK IBLISTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang