PART 1|Bab II|

9 0 0
                                    

Para pelayan itu tengah bolak balik mengambil makanan yang tidak disukai oleh Nona muda mereka,  paling ditakuti oleh pegawai di tempat mewah itu.

Meja makan panjang yang menampung dua puluh orang untuk makan hanya untuk sang Nona muda.

"Where is my favorite beverage?" Tanya suara tegas sekaligus memekikan telinga.

"Sudah datang Nona!" Teriak seorang pelayan bertubuh gumpal dengan tampilan nyentrik.

Amora memutar matanya jengah melihat wanita yang dipenuhi lemak cantik ditubuhnnya itu, pasalnya wanita itu tidak pernah takut dengan bentakannya ataupun caci maki.

"Minuman brokoli yang di campur dengah buah pisang, tomat dan madu, sudah siap." Ujar pelayan itu dengan napas tersengal sambil cengengesan,membuat Amora jijik.

"Sudah dibersihkan dengan tepat dan aman." Lanjut sang pelayan gemuk dengan ceria saat melihat Amora meneliti minuman yang berwarna hijau muda itu.

"Nona muda memiliki selera aneh soal minuman." Suara kecil di belakang yang mampu Amora rekam dengan telingannya.

Seringai licik Amora terlihat menawan dengan teparan lipstick merah bata di bibir manisnya.

"Lara kemarikan botol itu." Printah Amora memainkan pisau daging steak yang dia gunakan barusana. Piring itu mengeluarkan suara decitan yang menyeramkan akibat goresan pisau tipis mengkilat itu.

"Cepat Lara."

Lara meletakan botol kaca yang mirip dengan kristal berisikan cairan hijau muda pekat.

"Babu sialan, kau tidak mau maju."

Semua pelayan terdiam tidak Ada yang berani bergerak setelah mendengar sura datar itu.

Tuningg...

Suara notice pesan masuk kedalam benda pipih canggih di samping tangan Amora. Bulan sabit terbentuk dengan sempurna saat Amora melihat siapa sang pengirim.

"Akhirnya aku akan kembali." Teriak Amora girang, memperlihat kan gigih putih nya yang rapi.

"Lara gunting rambut pelayan itu sampai botak lalu kasih ke aku. Potong dengan rapi, aku harus memberi seseorang yang lebih butuh." Perintah mutlak Amora.

Lara yang berjabt sebagai asisten Amora langsung melirik pelayan di belakang yang terlihat khawatir.

'Matilah kau.' Tatapan itu sekolah memberi tahu pelayan dibelakng.
       
                          ***

Amora berdiri di depan pria-pria berbadan besar tanpa ekspresi melihat lurus kedepannya.

"Ini Hari terakhir ku disini, kalian semua bebas dari arahanku." Terdengar lantang Dan tegas, suara yang keluarga dari bibir semerah cabai rawit.

Semua pasang mata di ruangan kelasik itu terlihat membesar akibat mendengar atasan paling kejam dan manis pada satu orang, perpaduan yang  aneh.

"Tidak ada yang boleh bertanya, sampai disini paham?" Tanya Amora singkat, padat dan jelas.

Melenggang pergi dengan high hell runcing.

Para peria bertubuh besar dengan otot liat itu sedikit terharu akan berita yang disampaikan oleh atasannya.

"Dia adalah ketua yang tidak pernah mengangap dirinya orang besar, hanya saja sifat kasarnya membuat orang bergidik ngeri, namun wajah manisnya membuat orang langsung jatuh hati melihat senyuman nya yang sulit terbit." Curhat pria bertubuh kekar itu terharu, semua orang di ruangan kompak mengiya kan keluh kesahnya.

Kalian semua jangan pernah mengira waktu tiga tahun mampu merubah orang dungu seperti Amora menjadi wanita pintar dalam hal pendidikan. Benar sekali, Amora yang memiliki ketahanan tubuh di atas rata-rata membuat dirinya terjun langsung di dalam gangster terbesar di dunia.

Kakek Liam Hamilton tidak ingin memaksa cucunya untuk melanjutkan study nya karena Amora sendiri malas melihat angka menyebalkan yang tidak dirinya mengerti.

Amora bukan orang penting namun dirinya terkenal di kalangan bawah yang mencengkam. Terjepret kilatan blitz kamera disebabkan dirinya berasal dari keluarga Hamilton yang berkuasa no satu di Russia.

Kelicikan Amora pun semakin meningkat tiap tahunnya karena selalu berhasil mengelabui namanya yang anggun. Banyak kencan buta yang tidak pernah berhasil karena tingkah laku Amora dan pelayannya.  memiliki tubuh indah dengan lemak bergelambir nya.

"Baiklah semuannya dengarkan tulang kropos ini berbunyi!"

Suara Liam tegas walupun terselip candaan khas orang tua.

"Amora akan kembali ke Indonesia untuk mengejar cintanya yang berteopuk sebelah tangan." Ujar Liam menerima tatapan tajam dari sang cucu yang sudah mendekati pintu keluar.

"Ada yang berani menolak Ratu kami! Siapa dia? Mari Kita patahkan Masa depannya!" Teriak semua anggota gengster beringas.

"Hentikan kakek bau tanah kering atau cucu cantik mu akan membuat asisten cantik di samping mu kehilangan kepala." Pringat Amora terhadap orang kesayangannya.

Liam tersenyum ramah ke cucunya. Melihat jelas kemiripan putri semata wayangnnya dengan gadis cantik yang akan segera berumur 20 th.

"Baiklah semuannya kembali ke posisi masing-masing sebelum sang Ratu berubah jadi beruang hitam." Ujar Liam membuat suarannya ketakutan, demi melihat cucunya jengah.

"Dasar kakek tua." Sinis Amora, mencabik.

"Cucu laknat."

____________________

Sedikit ngebut nulis part ini tapi tetap dong ya, gal menye-menye:)

See you❤️

SELICIK IBLISTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang