Chapter 2

268 14 0
                                        

Perbuatannya itu ternyata dilaporkan kepada kepala sekolah oleh Mila. Hingga mereka berdua dipanggil ke ruangan kepala sekolah.

"apa bener kamu yang melakukan ini? sampai merobek seragam teman kamu?" tanya pak kepala sekolah

"saya gak sengaja" kata Ayla

"kayanya kamu ini sering bermasalah ya" kata pak kepala sekolah menunjuk Ayla

"saya?" tanya Ayla

"iya, saya akan memanggil kedua orang tua kamu" kata pak kepala sekolah

"saya gak punya orangtua pak" kata Ayla santai

"maksud kamu apa?" tanya pak kepala sekolah

"maksud saya, percuma manggil orangtua saya karena mereka gak akan datang, mereka itu gak peduli sama saya" kata Ayla

"saya tidak mengerti apa maksud kamu, saya akan tetap memanggil orangtua kamu sebagai peringatan untuk kamu" kata pak kepala sekolah

"serah deh" lirih Ayla kesal

Beberapa menit kemudian, Ayahnya datang.

"kenapa lagi dia?" tanya Ayah tegas

"maaf pak, saya ingin memberi peringatan atas tindakan yang anak bapak lakukan terhadap temannya. Ini sudah termasuk pembullyan pak, kali ini saya masih memberi keringanan tapi kalo kejadian ini sampai terulang lagi saya akan memberi surat skors untuk anak bapak" kata pak kepala sekolah

"baik pak"

Mereka keluar dari ruangan kepala sekolah.

"sini kamu!" tarik Ayahnya

"apa sih?" tanya Ayla kesal

"kamu bikin ulah apa lagi? kamu itu selalu saja membuat saya malu!!" bentak Ayahnya

"Ayla gak pernah nyuruh Ayah dateng ke sekolah! Kenapa Ayah kesini? Bukannya Ayah udah gak peduli sama Ayla?" tanya Ayla kesal

"Berani sekali kamu menjawab!!" bentak Ayah ingin menampar Ayla, tapi tangannya terhenti.

"Kenapa? Ayah mau nampar Ayla kan? tampar aja yah! Biar semua temen Ayla tau gimana perlakuan Ayah ke Ayla!" kata Ayla sambil menangis.

"Awas kamu! Saya akan memberi hukuman untuk kamu dirumah nanti" kata Ayah langsung pergi meninggalkan Ayla yang sedang menangis.

"Kenapa harus dirumah? hiks Kenapa gak disini?" teriak Ayla tetap menangis.

Ayla langsung berlari ingin ke kamar mandi, tapi dia tak sengaja menabrak Naila.

"eh! lo nangis ya?" tanya Naila

"Waww gue baru tau ternyata seorang Ayla Ayessha Putri bisa nangis!! punya hati lo sampe bisa nangis??" ejek Naila

Ayla sangat kesal dan mengepalkan kedua tangannya.

"bukan urusan lo!!" bentak Ayla sambil mengusap air matanya kasar.

Ayla sudah melangkahkan kakinya tetapi tangannya ditarik lagi oleh Naila.

"eh tunggu dulu! lo kenapa nangis?" tanya Naila

Ayla langsung menghempaskan tangan Naila dengan kasar.

"wushh santai aja dong"

"gue bilang itu bukan urusan lo!!!" bentak Ayla langsung berlari ke kamar mandi.

"hiks hiks kenapa selalu gue yang salah? kenapa ayah gak pernah sayang sama gue? Apa meninggalnya Bunda itu gara-gara gue? gue gak salah! bukan gue yang salah!!" teriak Ayla sambil menangis.

Sahabat jadi cintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang