Chapter 44

132 7 1
                                        

Pulang sekolah, Arya mengantarkan Ayla ke rumahnya, sekalian dia mampir dan bertemu Dimas, ayahnya Ayla.

Mereka duduk di sofa ruang tamu, sambil memakan cemilan.

"Em.. Ya, gue mau nanya" kata Ayla

"nanya apa?" tanya Arya

"em.. maksud omongan lo di kantin tadi apa?" tanya Ayla

"omongan yang mana?" tanya Arya

"ihh.. yang tadi waktu lo bilang kalo gue pacar lo" kata Ayla

"Oh, kenapa emangnya?" tanya Arya

"nanya aja, maksud lo itu apa?" tanya Ayla

"santai aja kali, gue cuma bercanda" kata Arya

"Oh"

"kenapa? emangnya lo mau beneran jadi pacar gue?" tanya Arya menatap mata Ayla

"hah?"

"lo mau jadi pacar gue?" ulangnya

Tiba-tiba suara seorang pria membuat tubuh mereka seketika menegang.

"HEI!! Siapa yang bilang pacar-pacaran tadi?? hah! kamu tidak tau kalo di rumah ini dilarang pacaran!!!" bentak ayah Ayla.

"Ayah?"

"Saya sudah bilang kan, jangan pernah kamu membawa orang asing ke dalam rumah ini! tanpa seizin saya!!!" bentak ayahnya

"Maaf yah" kata Ayla

"Om Dimas ya? Om gak inget saya?" tanya Arya dengan santai

"siapa kamu?" tanya Dimas

"saya Arya om, sahabatnya Ayla waktu kecil, yang sering main kesini dulu" jelas Arya

"Saya tidak ingat!!! Keluar kamu! saya tidak ingin orang asing berada di rumah saya!" bentak Dimas

Arya hanya diam mengernyitkan keningnya.

"Tapi Yah--"

"Diam kamu!! suruh teman kamu pergi sekarang! atau kamu yang saya usir!!" ancam Ayahnya.

"Gak usah om, saya bisa pergi sendiri tanpa harus disuruh!" kata Arya kesal

"Maaf Ya" lirih Ayla

Arya tersenyum

"Gak papa, gue balik dulu ya" kata Arya

Ayla mengangguk.

"Pergi kamu!!!" bentak Dimas

Arya langsung keluar dari rumah Dimas tanpa berpamitan pada tuan rumah.

"Dasar gak punya sopan santun!! Awas kamu ya! kalo sampe kamu bawa dia kesini, saya akan hukum kamu!" ancam Ayahnya

"Ayah kenapa sih selalu kekang Ayla? Salah kalo Ayla punya temen? Salah kalo Ayla bawa temen Ayla ke rumah? dia cuma mau main Yah, dia juga bukan pacar Ayla!" kata Ayla sambil menangis.

"Masih bisa kamu nanya seperti itu? hah! Saya sudah berulang kali bilang sama kamu kan? ini rumah saya, dan kamu disini cuma menumpang! selama kamu tinggal disini, kamu harus patuhi semua perintah saya!" kata Ayahnya.

"kenapa gak dari dulu aja sih Ayah buang Ayla? kenapa harus siksa Ayla? Ayla salah apa Yah? Ayla gak pernah minta tinggal disini kan? Ayla gak pernah minta Ayah sama Bunda bawa Ayla ke rumah kalian! kenapa Ayla yang selalu disalahin?" tanya Ayla seraya menangis.

"Kamu sudah tau apa alasan saya membawa kamu kesini! dan kamu juga tau apa alasan saya membenci kamu!" kata Dimas.

"Apa karena bunda meninggal? Bunda meninggal karena takdir Yah! Bunda meninggal karena kecelakaan. Ayla gak tau dan Ayla juga gak mau itu terjadi! Tapi apa Ayla bisa menentang takdir?? Ayah masih mau nyalahin Ayla karena bunda meninggal? kenapa Ayah gak nyalahin Tuhan yang udah ngambil nyawa bunda??? hah?!" bentak Ayla.

Sahabat jadi cintaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang