Setelah penolakan yang di lakukan Yura kemarin, membuat Jimin berfikir dua kali untuk kembali menemuinya. Bukan maksud ingin menyerah, tapi Jimin menyadari jika semakin dirinya memaksakan kehendak, akan semakin membuat Yura merasa tertekan.
Jimin tak ingin mengambil resiko, Jimin sungguh memikirkan kesehatan Yura dan calon buah hatinya. Jimin tidak ingin Yura sampai mengalami depresi karenanya, sudah cukup dirinya selama ini menorehkan luka di hati Yura.
Hari ini hingga 3 hari kedepan adalah hari libur, Jimin berinisiatif untuk memberitahukan semuanya dan mengakui segala kesalahannya di depan Ayah dan Ibunya. Jimin sudah sangat siap dengan segala konsekuensi atas perbuatannya itu.
Jimin menghubungi Ayahnya, dan meminta untuk Ayah dan Ibunya datang segera ke Amerika. Jimin tidak mengatakan dengan jelas maksudnya saat di telefon, Jimin hanya bilang ingin menyampaikan sesuatu yang sangat penting.
Mendengar kabar yang kurang jelas dari sang putra, membuat tuan dan nyonya Park segera berangkat ke Amerika menyusul Jimin. Ibu Jimin gusar selama di perjalanan, berharap jika putra satu satunya itu tidak kenapa kenapa. Walau Jimin sudah mengatakan untuk tidak khawatir, namanya pemikiran seorang Ibu tetaplah khawatir.
***
Setelah beberapa jam mengudara, kini sepasang suami istri itu sedang menuju ke kediaman anaknya, Park Jimin.
Setelah sampai di kediaman Jimin, hal pertama yang di lakukan nyonya Park adalah memeluk putranya dengan erat.
"Ibu ada apa?" heran Jimin dengan sikap Ibunya, yang tiba tiba memeluknya erat.
"Kau yang ada apa? Kenapa memanggil kami kemari?" kini Ayahnya yang bertanya dan merasa penasaran dengan sesuatu yang ingin di katakan Jimin.
"Ah, ayo masuk dulu ke dalam" ajak Jimin sambil menenteng koper orang tuanya.
Jimin menenteng koper orang tuanya hingga sampai di sofa ruang tengahnya, dan menyuruh kedua orang tuanya duduk.
"Sebenarnya ada sesuatu yang penting yang harus aku sampaikan" ucap Jimin sambil memainkan ujung baju yang dipakainya, pertanda dirinya gugup.
"Apa?" tanya nyonya Park.
"Sebelumnya Ayah Ibu maafkan aku, sejujurnya *Jimin menarik nafasnya sebelum melanjutkan kata katanya* akulah yang menjebak Yura dan memfitnah Yura seakan akan dirinya tidur dengan lelaki lain. Aku merencanakan itu semua agar aku bisa terlepas dari ikatan pernikahanku dengan Dia, dan juga agar Ayah tak lagi menyanjungi Dia" aku Jimin dengan nada yang bergetar.
Plakkk
Satu tamparan mendarat dengan tepat di pipi mulus Jimin, membuat pipi mulus tercetak tanda merah, dan siapa lagi pelakunya kalau bukan sang Ayah.
Tentu penuturan yang baru saja di ucapkan Jimin membuat kedua orang tuanya terkejut, terlebih itu Ayah Jimin. Dirinya kini merasa sangat bersalah karna sudah percaya begitu saja dengan apa yang dikatakan Jimin. Seharusnya Dia sebagai orang tua mencari dulu kebenarannya, jika menurut logika Yura tidak akan mungkin sanggup menduakan Jimin.
Ibu Jimin juga tak kalah terkejutnya, apalagi mendengar kenyataan jika janin yang di kandung Yura itu adalah calon cucunya sendiri. Dirinya merasa sangat tidak pantas menjadi seorang Ibu, bahkan jika Yura tidak bertahan dengan kuat. Sudah lama mereka kehilangan calon cucu keluarga Park.
"Maafkan aku Ayah, Ibu. Hukum aku Ayah, aku siap mendapatkan hukuman apapun" ucap Jimin sambil memohon kepada Ayahnya.
"Kau sudah menemui Yura?" tanya tuan Park.
"Sudah, tapi Dia tidak mau menemuiku Ayah. Satu lagi kini Yura sedang mengalami kelumpuhan, akibat menjadi korban tabrak lari" jelas Jimin yang membuat lagi lagi Ayah dan Ibu Jimin terkejut, mereka semakin di dera perasaan bersalah.

KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You My Husband
RomantikKisah Choi Yura yang dinikahkan dengan Park Jimin karna suatu insiden yang menimpa Ayah Yura serta Ayah Jimin. Pernikahan keduanya tidak pernah di inginkan Jimin dan juga Ibu Jimin, lain hal dengan Ayah Jimin. Justru Ayah Jiminlah yang sangat berse...