I Love You, My Husband
Tak terasa waktu berlalu, pernikahan Jimin dan Yura sudah menginjak satu tahun. Namun sikap dan juga sifat Jimin, tidak berubah sama sekali. Jimin selalu cuek, kasar, dan dingin pada Yura. Bahkan sudah sejauh ini, Jimin tidak pernah menyentuh Yura. Walau status Yura sudah menjadi seorang istri, namun dirinya masih tetap dalam keadaan gadis.
Bukan karna Jimin tidak pernah, atau tidak tau bagaimana caranya untuk melakukan hubungan suami istri. Bahkan bisa di katakan, Jimin sangat mahir akan hal itu. Karna Jimin sering melakukan kontak fisik bersama kekasihnya, Kang Seulgi. Jimin merasa jijik jika dirinya harus menyentuh Yura. Sampai saat ini, Jimin masih menganggap Yura sebagai perusak kehidupan dan masa depannya, dan yang lebih menyakitkan lagi Jimin menganggap Yura sebagai pembawa sial di kehidupannya.
Jimin sangat mencintai Seulgi, namun tidak begitu dengan Seulgi. Seulgi hanya mencintai Jimin sebatas karna Jimin selalu memenuhi keinginan, dan kebutuhan hidupnya yang glamour. Jimin dan Seulgi tidak sengaja bertemu, saat salah satu pacar dari anak Bangtan Squad mengadakan birthday party, di salah satu club malam yang cukup terkenal di Seoul.
Sejak perkenalan itulah, Jimin sangat menggilai Seulgi. Apapun akan di lakukan Jimin demi memenuhi permintaan Seulgi, dari barang, serta jalan dan makan di restoran mahal semua di turuti oleh Jimin. Karna Jimin yang tidak pernah menolak, akhirnya Seulgi memanfaatkan situasi, dan rasa cinta Jimin untuknya.
***
Pagi ini di kediaman Jimin dan Yura, akan kedatangan tamu yaitu, Bangtan Squad. Bangtan Squad juga berkuliah di Amerika, dengan bermacam Universitas dan juga jurusan sesuai bidang mereka. Bangtan Squad itu terdiri dari 7 orang, salah satunya adalah Park Jimin. Di mulai dari leader mereka yaitu Kim Namjoon, dan anggota paling tua Kim Seokjin, yang paling receh yaitu Jung Hoseok, yang paling irit bicara yaitu Min Yoongi, yang paling perhatian ada Park Jimin, yang suka absurd ada Kim Taehyung, dan terakhir Jeon Jungkook yang biasa mereka sebut dengan golden maknae.
Jimin memberikan peringatan keras pada Yura, untuk tidak mengakui status pernikahan mereka, dan juga Jimin tetap menganggap Yura, sebagai anak dari mantan pembantu di rumahnya dulu, yang kini di sekolahkan oleh Ayahnya, karna sebatas kasihan.
Tidak ada yang bisa di lakukan Yura selain menuruti permintaan Jimin, Yura akan merahasiakan status pernikahan mereka di depan sahabat, kekasih, serta lingkungan hidup Jimin. Walau merasa sedih, Yura tetap menjalani dan melakukan tugasnya sebagai seorang istri yang baik. Membuatkan sarapan sehat untuk Jimin, walau tak jarang Jimin hanya melemparkan makanan yang di buat Yura ke lantai.
Bukankan sudah di katakan, Jimin tidak akan pernah menganggap Yura itu istrinya, walau Yura sudah berusaha menjadi yang terbaik tetap saja akan selalu salah di mata Jimin.
"Makanan apa ini? Apa kau mau meracuniku?" bentak Jimin sesaat melihat sajian yang di buat Yura.
"T-tidak Jim, itu nasi goreng seafood saja kok" dengan gugup Yura menjawab tanpa melihat wajah Jimin.
"Saja, kau bilang. Apa kau tidak tau, makanan seafood itu bisa membuatku masuk rumah sakit" Jimin berteriak sambil mencengkram lengan Yura erat.
"S-sakit Jim, ma-maafkan aku. Aku tidak tau kalau kau alergi dengan makanan seafood. Aku akan buatkan yang lainnya ya, tunggu sebentar" Yura berusaha melepaskan cengkraman tangan Jimin di lengannya, tapi Jimin makin mengeratkan cengkramannya dan malah menarik tangan Yura menuju kamar mandi.
"Jimin lepaskan, ini sakit, ku mohon" pinta Yura dengan lembut.
Bukan Jimin namanya, jika Dia dengan begitu mudahnya melepaskan Yura. Jimin tetap menyeret Yura menuju ke kamar mandi, guna untuk memberikan sedikit pelajaran padanya menurut Jimin, karna Yura sudah menyiapkan makanan yang akan membahayakan nyawanya.
Jimin mendorong Yura masuk ke dalam pintu shower, membuat tubuh bagian belakang Yura terhempas mengenai dinding kaca.
"Jimin, sakit" keluh Yura dengan isakan tangisnya.
"Sakit? Iya?" Jimin hanya menunjukkan smirk nya.
Jimin semakin menjadi, kini Jimin menghidupkan shower dan menyumbat lubang untuk pembuangan airnya dengan kain, membuat air yang keluar dari pancuran shower menggenang. Jimin keluar sebentar untuk mengambil tali, dengan semangat Jimin mengikat kedua tangan Yura kebelakang, supaya Yura tidak bisa kabur dari kamar mandi.
Air yang menggenang itu pun, sudah sampai pada batas betis orang dewasa. Jimin pergi begitu saja, setelah mengikat tangan Yura dan mengunci pintu ruangan showernya. Yura hanya bisa pasrah jika hidupnya akan berakhir hari ini, dan dengan cara yang sangat sadis ini.
"Ayah, Ibu. Ku mohon jemput aku sekarang" kata kata terakhir yang di ucapkan Yura sebelum dirinya kehilangan kesadarannya.
***
2 jam sudah Jimin tertidur di kamarnya, dengan mata yang masih belum terbuka sempurna, Dia berjalan ke arah dapur sambil menyerukan nama Yura.
"Gadis bodoh, dimana kau?" sunyi tidak ada jawaban.
"Choi Yura. Apa kau tidak punya telinga?" masih sunyi tanpa jawaban.
Seketika matanya tertuju pada piring, yang berisikan nasi goreng seafood buatan Yura pagi tadi, yang di lemparkannya ke lantai. Ingatan tentang dirinya yang mengurung Yura di dalam kamar shower pun mendadak mengejutkan. Dengan gerakan cepat Jimin berlari menuju kamar mandi untuk melihat Kasaan Yura, yang sudah 2 jam di tinggalkannya di ruangan itu.
Sesampainya di kamar mandi, Jimin kaget karna melihat air yang menggenang itu sudah mencapai batas di atas kepala Yura. Jimin segera membuka kunci pintu dengan cepat, mendadak rasa khawatir menusuk relung hati Jimin, melihat keadaan Yura yang sudah tidak sadarkan diri.
Ketika pintu terbuka, Jimin dengan cepat mematikan pancuran air shower itu, dan mengangkat sumpalan pada lubang pembuangan air. Jimin meraih tubuh Yura masuk ke dalam dekapannya, dan membawa tubuh pingsan Yura keluar dari kamar mandi.
"Yura-ssi bangun" Jimin menepuk pelan pipi dingin Yura.
"Bangun Yura, jangan menakutiku" teriak Jimin dengan masih berusaha membangunkan Yura.
Tanpa pikir panjang lagi, Jimin mengangkat tubuh mungil Yura menuju mobil dan melesat menuju ke rumah sakit guna untuk mendapatkan penanganan yang tepat.
Entah apa yang akan terjadi lagi setelah ini, akankah nyawa Yura bisa di selamatkan atau sesuatu yang tak di inginkan terjadi. Lalu bagaimana dengan perasaan Jimin setelah ini ya?
Di tunggu aja next partnya.
Bersambung...

KAMU SEDANG MEMBACA
I Love You My Husband
RomanceKisah Choi Yura yang dinikahkan dengan Park Jimin karna suatu insiden yang menimpa Ayah Yura serta Ayah Jimin. Pernikahan keduanya tidak pernah di inginkan Jimin dan juga Ibu Jimin, lain hal dengan Ayah Jimin. Justru Ayah Jiminlah yang sangat berse...