Part 3

1.3K 62 1
                                    

I Love You, My Husband

Setelah beberapa minggu melewati masa ujian sekolah yang begitu menegangkan, dan menguras otak serta tenaga tentunya. Kini gadis bermarga Choi itu, harus di hadapkan pada situasi paling tidak nyaman saat ini. Di rumah besar itu, semua orang sudah berkumpul di dalamnya. Di sana sudah tentu ada tuan Park selaku yang punya rumah, nyonya Park selaku istri sekaligus Ibu dari Jimin, dan satu lagi Park Jimin tentunya.

Tuan Park sengaja mengumpulkan mereka saat ini, karna ingin menyampaikan sesuatu yang memang sebelumnya, di ketahui oleh Jimin juga Yura. Jimin dengan malasnya berjalan menuju ruang tengah, Dia sudah sangat tau maksud dan tujuan Ayahnya itu untuk menjodohkan dirinya dengan Yura, anak mantan pembantu di rumahnya.

Walau bertentangan dengan hatinya yang menolak, tapi Jimin tak bisa berkutik saat Ayahnya akan menghapus namanya dari anggota kekeluargaan jika dirinya menolak untuk di nikahkan dengan Yura, bukankah itu pemaksaan? Ya, itu jelas sekali pemaksaan. Bukan tanpa alasan tuan Park menginginkan Yura menjadi menantunya, bukan hanya karna merasa bersalah atas apa yang menimpa mendiang Ayah Yura, tapi tuan Park berharap Yura bisa merubah sikap kekanakan Jimin.

Jimin itu sombong, ya karna memang dirinya terlahir dari keluarga yang kaya raya. Ingin sekali Ayahnya melihat Jimin bersikap dewasa dengan mempunyai tanggung jawab, yaitu seorang istri. Yura awalnya menolak namun seribu cara di lakukan tuan Park agar gadis itu mau menerima permintaannya, dengan embel embel Dia akan merasa berdosa pada Ayah Yura jika menelantarkan gadis itu.

Jelaskan bagaimana caranya untuk Yura, agar tidak tersentuh atas bujuk rayu tuan Park, jika sudah di singgung tentang Ayahnya itu. Gadis itu melemah jika sudah menyangkut orang terdekatnya, terlebih itu kedua orang tuanya. Yura hanya mengiyakan permintaan tuan Park, tanpa berani menatap wajah Jimin yang berubah menjadi dingin. Yura tau betul jika Jimin tidak menginginkan semuanya, tapi baik Jimin maupun Yura tak bisa menolak lagi, walau beribu alasan di berikan. Tuan Park tetap pada pendiriannya, walau istrinya juga kurang setuju dengan rencana tuan Park itu.

"Bukankah sudah jelas? Kalian harus mempersiapkan diri kalian saja. Semuanya biar Ayah yang urus" tuan Park mengakhiri pembicaraan tegang yang sedari tadi tercipta, oleh pembahasan pernikahan ini.

"Aku punya syarat" Jimin membuka suara, tuan Park mengernyitkan alisnya mendengar Jimin mengajukan syarat.

"Apa?"

"Aku tidak ingin anak bangtan tau, tentang pernikahanku" pinta Jimin tegas.

"Baiklah, bukanlah hal sulit" tuan Park tak kalah tegas.

Akhirnya suasana menegangkan itu pun akhirnya berakhir, jujur saja Yura benci dengan suasana tadi. Suasana tegang bercampur canggung, dengan tatapan tak suka dari Jimin maupun Ibunya. Terpampang jelas jika nyonya Park, Ibu Jimin tak menyukai kehadiran Yura yang sebentar lagi akan merenggut kebahagiaan dan masa depan putra kesayangannya, Jimin.

***

2 bulan berlalu, hari kelulusan pun sudah mereka lewati. Seperti biasa, Yura yang meraih nilah tertinggi di antara satu angkatan yang lulus bersama dengannya. Di sekolah, Jimin juga tak kalah dengan Yura. Meski di kenal sebagai murid yang bandel, tapi Jimin tetap menomor satukan pendidikannya. Nilai nya juga tidak buruk, bahkan ia juga selalu mendapatkan rangking setiap kenaikan kelasnya.

Hari ini adalah hari keberangkatan Jimin dan juga Yura untuk melanjutkan pendidikan mereka di Amerika, lebih tepatnya di Harvard University. Mereka akan melanjutkan kuliah kedokteran di sana, jangan tanyakan status mereka sekarang, karna mereka sudah sah menjadi pasangan suami istri. Walau status itu hanya di anggap di atas kertas oleh Jimin, tapi tidak dengan Yura.

Yura kini telah jatuh hati pada pria yang sudah berstatus suaminya itu, walau sikap Jimin terkesan dingin dan cuek. Yura selalu bersikap lembut pada Jimin, berusaha menjadi yang terbaik untuk suaminya. Tentu saja pernikahan keduanya ini, tidak di ketahui oleh siapapun termasuk teman segeng Jimin, Bangtan Squad.

Bukan tanpa alasan Jimin ingin berkuliah di Amerika, pasalnya Kang Seulgi yang kini masih berstatus sebagai kekasih Jimin, juga akan berkuliah di Amerika walaupun bukan di Harvard, tempatnya menimba ilmu dengan Istrinya, Yura. Jimin ingin menghabiskan waktunya untuk berduaan dengan kekasihnya itu tanpa gangguan dari Ayahnya. Lalu, bagaimana dengan Yura? Haah, sudah tentu Jimin tidak akan perduli dengan perasaan gadis itu.

***

Keduanya sudah sampai pada apartemen mereka, yang sudah di siapkan oleh Ayahnya selagi mereka di Korea. Apartemen yang luas dan mewah, semua kebutuhan telah tersedia di dalamnya. Dari mulai makanan, hingga keperluan yang lainnya. Jimin mendahului Yura untuk pergi ke kamar dan menuju kamar mandi, sedangkan Yura hanya mengekor di belakang Jimin tanpa mengatakan apapun.

"Kenapa kau masuk ke kamarku?" bentak Jimin saat Dia keluar dari kamar mandi.

"A-aku hanya ingin berganti pakaian" Yura gugup, Dia menjawab tapi tidak berani menatap Jimin.

"Keluar dari kamarku, kau tidur di kamar sebelah. Jangan harap kau bisa tidur denganku, cihh aku tak sudi" semprot Jimin, dan akhirnya Yura mengalah dan pergi dari kamar itu.

Sedih, itu yang di rasakan Yura

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Sedih, itu yang di rasakan Yura. Mengingat sikap Jimin tadi padanya, membuatnya semakin sedih. Begitu sulitkah untuk Jimin menerima takdir ini, menerima kenyataan bahwa mereka telah menikah dan berjanji di hadapan Tuhan untuk sehidup semati.

"Sesulit itukah.. Jim?" lirihnya.

Bersambung..

I Love You My HusbandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang