"Beri aku kasih sayang sedikit saja."
*****
Reza sedang duduk termenung di balkon rumahnya.
"Jadi pacar nya Varel itu si Vera." Reza mengacak rambutnya frustasi.
Lalu ia mengambil handphone nya dan melihat-lihat galeri,disana banyak sekali foto-foto dirinya dan Vera sewaktu masih pacaran.
"Seandainya lo tau alasan di balik gua selingkuh dari lo." gumam Vera.
"Dan mulai sekarang gua bakal rebut lo kembali Vera." ucapnya dengan penuh keyakinan.
"Reza." Reza terkejut ketika ada seseorang menyentuh bahunya.
Lalu orang itu duduk di samping Reza.
"Mamah."
"Kamu ngapain sayang disini." ucap Devi ibunya Reza.
Reza hanya mengelenggkan kepalanya.
"Mamah ngapain kesini,masuk yuk angin malam gak bagus buat mamah."
Baru saja Reza ingin bangun dari duduknya tapi tangannya di tahan oleh Devi.
"Mamah tau kamu lagi kangen Gea kan?." tanya Devi sambil mengelus lembut surai milik anaknya.
"Tapi kamu juga jangan berlarut-larut dalam kesedihan sayang,mamah tau kamu juga masih marah kan sama Varel,nak dengerin mamah itu bukan salah Varel,itu sudah takdir sayang."
Reza mengapalkan tangannya yang tidak terlihat oleh Devi.
"Mamah gak tau perasaan aku gimana,Gea adik kesayangan aku dia benar-benar aku jaga,tapi apa si Varel brengsek itu udah buat Gea pergi.".
"Perasaan mamah lebih sakit dibanding kamu Reza,mamah kehilangan anak perempuan mamah,tapi mamah berusaha gak marah atau menyalahkan siapapun,mamah belajar untuk ikhlas." ucap Devi yang sedang menahan isakannya agar tidak keluar.
"Hiks...hikss." pecah sudah tangis Devi.
Reza langsung memeluk mamahnya,ia tidak suka melihat wanita yang ia sayang menangis.
"Maafin Reza mah."
*****
"Adek kamu udah pulang,sini makan duduk di samping kaka." ucap Reka.
Varel yang baru saja masuk ke dalam rumahnya sudah sangat muak mendengar panggilan kakaknya.
"Varel duduk." ucap Bagas ayah Varel dan Reka.
Varel berjalan dengan malas.
"Ada apa sih pah?." tanya Varel.
"Kenapa sama wajah kamu,berantem lagi?,jadi anak jangan malu-maluin orang tua." ucap Bagas.
"Papah apa-apaan sih." ucap Reka.
"Reka kamu diem aja,emang benar adik kamu ini gak tau diri kerjanya berantem terus."
Varel mengepalkan tangan kanannya.
"Papah juga gak akan percaya kalau aku jelasin semuanya,papah kan cuman percaya sama Reka anak kesayangan papah."
"Jaga omongan kamu Varel.",
"Kenapa aku bener kok,dimata papah Reka istimewa karena dia lemah."
Bagas sudah abis kesabaran dan akhirnya ia mengangkat tangannya untuk menampar Varel.
"Mas cukup." teriak Sera menghentikan aksi suaminya.
"Keluarga yang penuh drama." ucap Varel sebelum melenggang pergi.
Sesampai di kamar Varel merebahkan dirinya di atas kasur.
"Gua bener-bener gak sabar buat keluar dari rumah ini." ucap Varel sambil melempar bantal dengan brutal.
Dia benci,benci sama hidupnya sendiri,sudah muak dengan kedua orang tuanya yang selalu memberikan kasih sayang berlimpah terhadap Reka,selalu dibeda-bedakan.
Tok...tok
"Varel kaka boleh masuk." ternyata yang mengetuk pintu kamar Varel adalah Reka.
"Ngapain lo kesini." tanya Varel dengan nada yang sedikit tinggi.
"Bukain dulu pintunya Rel."
"Gak sudi gua,kamar gua dimasukin sama orang kaya lo."
Reka merasakan nyeri dihatinya mendengar ucapan Varel,ia tau dirinya tidak pantas di sebut kaka oleh Varel,karena dirinya lah yang telah membuat Varel tidak mendapatkan kasih sayang,ia juga tidak mau seperti ini,ia ingin dirinya dan Varel seperti adik kakak selayaknya.
*****
Part ini penuh sama keluarga Varel dulu ya.
Gimana ngefeel gak?
Jangan lupa vote n comment,terima kasih.
Tinggalkan jejak.
23-04-2020
Tbc
KAMU SEDANG MEMBACA
Betting Boy (END)
Teen FictionKenalin Vera Clasrissa,gadis cantik dengan rambut sepinggang,kulit putih dan pipi yang sedikit berisi Seorang Vera dikenal sebagi murid yang pintar,jago dalam segala hal,semua orang menyukai,dan sebaliknya ia menyukai semua orang,eh tapi dia gak suk...
