'Karena keegoissan bisa menghancurkan segalanya'
*****
Mereka semua tengah asik menikmati makanan dan minuman yang tersedia di meja.
"Rel,gimana taruhannya berjalan dengan lancar gak?." tanya
"Udah jadian gua." ucapnya seadanya.
"Serius lo?,gerak cepet juga lo."
"Iyalah,oh ya ngomong-ngomong ini gua gak ada job balapan apa?."
"Ah iya gua baru inget,besok lo ada balapan."
Varel langsung menggacungkan jempolnya.
Dilain tempat kini para gadis sedang duduk santai di kamar seseorang.
"Lo tadi pergi kemana sama Varel?." tanya Bunga.
"Dia ngajak gua ke cafe." jawabnya.
"Tumben banget lo mau." itu suara Mila.
Ya mereka bertiga sedang asik duduk dilantai kamar milik Bunga,rencananya mereka ingin mengerjakan tugas bersama setelah itu akan menginap.
"Iya ya kenapa gua mau."
"Ada sesuatu yang lo sembunyiin ya dari kita?." tanya Mila mencurigai
"Gua sama Varel pacaran."
Byur...
Bunga yang sedang minum mendengar ucapan Vera langsung menyemburkan air yang ada di mulutnya.
"Bunga lo jorok banget sih." Mila yang terkena semburan air sangat kesal.
"Vera lo serius?." tanya Bunga memastikan
"Iya gua serius."
"Gua gak nyangka ternyata selama ini seorang Vera yang selalu bermusuhan dengan Varel ternyata dibuat jatuh cinta oleh Varel." Bunga tertawa sangat kencang,entah mengapa menurut dia ini sangat lucu.
"Lo juga bentar lagi pacaran kan sama Nichol." seru Vera.
"Iya juga sih,tapi kan gak tau kapan,gua kan masih berusaha biar suka sama Nichol." jawabnya.
Mila hanya diam mendengarkan keributan dua temannya ini.
"Udah ah gak penting banget bahas gituan." Mila setelah mengucapkan hal itu,ia langsung menuju kasur Bunga untuk tidur.
"Mila lo udah mau tidur aja."
"Ngantuk,matiin lampunya,kalau nyala gua gak bisa tidur."
Bunga pun mematikan lampunya,dan setelah itu menuju kasur.
Lain halnya dengan Vera ia sudah berada di kasur ketika Bunga mematikan lampunya.
'Lo beruntung kali ini,tapi suatu hari nanti gua bakal rebut Varel dari lo.' batin seseorang
*****
"Lu bener-bener ngejadiin Vera bahan taruhan?." tanya Nichol untuk memastikan kembali
"Iya emangnya kenapa?."
"Perasaan gua gak enak aja,ntar kalau Vera tau gimana?."
"Ya gua bakal usaha buat nutupin biar dia gak tau,lu juga jangan ngasih tau." ucap Varel.
"Mana tega gua ngasih tau."
"Lo hari ini ke nginep di rumah gua aja yuk,kayanya mood lu lagi gak bagus buat balik." tawar Nichol
"Gak usah,gua pulang aja."
Varel bangun dari duduknya,pamit kepada teman-temannya lalu bergegas untuk pulang.
Setelah menempuh waktu selama 20 menit akhirnya Varel sampai di rumahnya,namun ketika ia melihat garasi mobil milik Bagas tidak ada,namun Varel tidak memperdulikannya,ia segera masuk ke rumahnya dan menuju kamar.
Cklek
"Loh kok pintunya kebuka sih."ucapnya bingung
"Siapa ini yang berantakin kamar gua." ucap Varel terkejut karena disaat dia membuka pintu kamar,pemandanggan yang ia lihat kamarnya sangat berantakan.
Pandanggannya terhenti ketika melihat bingkai yang terdapat foto dirinya dan Gea pecah.
Sontak Varel langsung berlari memasuki kamarnya.
Dengan tangan gemetar Varel mengambil foto tersebut.
"Siapa yang ngelakuin ini ke kamu Gea." lirihnya
"Den Varel udah pulang." Bi Wina yang melihat Varel tadi di tangga ia segera menghampirinya
"Bi siapa yang berantakin kamar aku." ucap Varel intens
"I–itu den si tuan."
Varel mengepalkan tangannya
"Atas dasar apa dia Bi ngeberantakin kamar aku,udah gitu pintunya di dobrak lagi."
"Den Reka sakit,terus tuan nyalahin aden,karena den Reka nyariin den Varel terus,akhirnya tuan ke kamar aden dan ngeberantakin kamar aden,maaf bibi gak beresin bibi di ancem sama tuan." jelas Bi Wina sambil menundukkan kepalanya
"Bibi gak usah minta maaf,bibi kan gak salah."
Akhirnya Varel membereskan kekacauan yang ada.
Reka sakit karena kesalahannya sendiri,kenapa orang tuanya selalu menyalahkan dirinya.
"Aden,ini di kamar bibi ada bingkai yang udah gak kepake." ucapnya sambi menyodorkan bingkai tersebut
"Ini udah gak bibi pake?." tanya Varel
Bi Wina menggelengkan kepalanya
"Makasih ya bi."
Lalu Varel segera menaruh foto yang sedari tadi ia pegang ke dalam bingkai.
"Maaf aku gara-gara aku kamu jadi jatuh kan."
"Bi si Reka sakit apaan?." Varel sangat penasaran
"Kata nyonya tadi badannya den Reka panas banget terus den Reka nyebut nama den Varel terus."
Varel menghembuskan napasnya lelah.
'Gua minta maaf kak gak pernah ada di sisi lo kalau lo sakit,tapi jauh hati ini lebih sakit,maaf kalau gua egois.' batin Varel
*****
Update nichhh
Ayo tebak siapa yang bakal rebut Varel dari Vera?
Kalau ada yang bisa nebak aku bakal update lagi secepatnya
Jangan lupa vote n comment,terima kasih
14-05-2020
KAMU SEDANG MEMBACA
Betting Boy (END)
Teen FictionKenalin Vera Clasrissa,gadis cantik dengan rambut sepinggang,kulit putih dan pipi yang sedikit berisi Seorang Vera dikenal sebagi murid yang pintar,jago dalam segala hal,semua orang menyukai,dan sebaliknya ia menyukai semua orang,eh tapi dia gak suk...
