9 | Mulai mendekat

82 13 1
                                        

"Merasakan keanehan pada dirinya."

*****

Vera sedang duduk sambil membaca buku di perpustakaan,ia hari ini lebih memilih memakai waktu istirahatnya untuk di perpustakaan.

Bunga ya perempuan itu lebih memilih makan di kantin bersama Mila.

"Tumben-tumbenan si Vera istirahat di perpustakaan." ucap Mila.

Bunga mengangkat bahunya tidak tahu.

"Makan berduaan aja yang satu lagi mana?." tanya Nichol.

Bunga melihat ke arah samping,dan ternyata Nichol berada di sampingnya.

Bunga menggeser agar menjauh dari Nichol.

Nichol yang melihat itu juga ikut bergeser.

Plak...

"Aw...kok di pukul sih."

Bunga hanya menatap sinis ke arah Nichol.

"Vera mana?." tanya Varel.

"Di perpustakaan dia."

Varel beranjak dari duduknya.

"Mau kemana lo?." tanya Nichol.

Varel menghiraukan pertanyaan Nichol.

Varel mengedarkan pandangannya mencari Vera di setiap sudut perpustakaan.

Varel duduk di samping Vera,lalu melepas aerphone yang menyantol di telinga Vera.

"Eh." Vera terkejut.

Vera melihat ke arah samping dan mendapati si Varel.

"Lagi apa?."tanya Varel.

"Menurut lo kalau gua ada di perpustakaan tuh ngapain?."

Varel terkekeh.

"Jutek banget sih."

Vera memutar bola mata dengan malas.

"Nanti pulang bareng gua aja ya,kan rumah kita searah."

"Gua udah ada janji sama Bunga."

"Ohhh...tapi kalau besok-besok mau kan?." tanya Varel.

"Liat nanti."

*****

"Bunga lo tau gak sih tadi si Varel ke perpustakaan terus duduk disamping gua,abis itu dia ngajakin gua pulang bareng,aneh banget tau gak sih." ucap Vera.

"Hmm...kayanya ada yang aneh,ah gua tau Varel kayanya suka sama lo." ucap Bunga

Vera membulatkan matanya.

"Kalau ngomong jangan ngaco."

Bunga hanya tertawa.

"Lo mau beli buku apaan si emangnya?."

"Buku tentang cinta." Vera menampilkan deretan giginya.

"Alay lo."

Varel dan Nichol berencana mengikuti kemana Vera dan Bunga pergi.

"Beneran nih kita ngikutin mereka berdua?." tanya Nichol.

"Iya mau bagaimana pun gua harus bisa naklukin hati Vera dan lo mau berusaha dapettin hati Bunga lagi kan?." tanya Varel.

"Mau lah."

Akhirnya Varel dan Nichol mengikuti kemana Vera dan Bunga pergi.

*****

Sesampai di toko buku (gramedia) Vera sibuk memilih buku yang ingin dia beli.

"Lo gak mau beli apa-apa?." tanya Vera.

"Malasnya gua kalau lo ngajak kesini itu gua pengen beli semua jadinya."

Vera hanya terkekeh.

Akhirnya pilihan Vera jatuh pada buku yang berisi tentang inspirasi-inspirasi hidup.

Dan akhirnya Bunga hanya membeli gantungan boneka yang menurut dirinya gantungan itu menggemaskan.

"Lo beli gantungan?." tanya Vera.

Bunga menganggukkan kepalanya. "Habisnya gantungannya lucu sih,kan gua jadi gemes."

Mereka memilih berjalan kaki dulu sebelum menaiki taksi nantinya.

Bagaimana Varel dan Nichol?. Tentu saja mereka masih mengikuti gadis itu.

Namun di pertengahan jalan

Tas milik Vera dan Bunga di jambret,langsung ditarik sama malingnya.

Tentu saja itu membuat Vera dan Bunga kaget dan akhirnya terjatuh.

"Aw." ringis Vera.

"Ver lu gak papa?." tanya Bunga

"Gak papa,tapi itu tas kita di ambil,mana di tas gua ada laptop." ucap Vera

Vera dan Bunga bangun dan berteriak lalu berniat ingin mengejar maling tersebut.

Namun pergerakannya dihentikan oleh Varel dan Nichol.

"Lo berdua diem disini aja,biar kita yang ngejar tuh maling." ucap Varel

Lalu ia melajukan motornya dengan kecepatan tinggi sama halnya dengan Nichol.

"Kok bisa ada mereka disini?." tanya Bunga.

Vera mengelengkan kepalanya.

"Ver lutut lo berdarah." ucap Bunga.

"Lo juga sama."

Akhirnya Vera dan Bunga memutuskan untuk menepi dan duduk di kursi halte untuk mengobati luka nya,untung saja disini ada tempat halte bus jadi mereka bisa duduk di kursi tempat menunggu bus.

Tapi pada saat mau diobati,Vera lupa bahwa kota p3k nya ada di tas.

"Kotak p3k gua ada di tas lagi." ucap Vera.

"Yaudah kita diemin aja lukanya,sampai tuh anak dua bisa dapetin tas kita." ucap Bunga.

*****

Varel lu nolongin Vera cuman biar dapet perhatiannya dia kan,biar rencana lu berhasil kan?-author

Hehe kok tau sih,tapi gua tulus nolongin dia,kan kasian kalau tasnya kaga balik,kalau ditasnya ada barang berharga gimana?-Varel

Iya juga sih,tapi kan tetep aja biar dapet perhatiannya udah gitu ngejadiin Vera bahan taruhan lagi,Varel jahat-author

Lah kan lo yang buat gua jadiin Vera bahan taruhan-Varel.

Hehe yaudah selow dong-author

Menurut kalian cerita betting boy gimana?

Jangan lupa vote n comment,terima kasih.

Sayang readers.

20-04-2020

Betting Boy (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang