20 | Telpon malam hari

63 12 1
                                        

"Gua ngerasa Varel itu spesial."

*****

Kring...

Vera terbangun dari tidurnya karena mendengar handphone yang berada di nakasnya berdering.

Matanya sedikit menyipit karena dirinya masih mengantuk.

"Halo,ini siapa?."

"Vera sayang kamu belum tidur."

Mata Vera langsung membulat,ia langsung melihat nama yang tertera di handphonenya.

"Varel ngapain nelpon ini udah malem."

"Aku gak bisa tidur,aku juga kangen kamu."

"Kalau nelpon aku cuman buat gombal aku matiin nih ya."

"Jangan dong."

"Varel aku ngantuk."

"Yaudah kamu tidur aja,aku mau denger suara dengkuran kamu."

"Apaan sih aku gak dengkur kalo tidur."

"Bercanda sayang."

"Terserah kamu aku ngantuk mau tidur."

Vera menaruh ponselnya tepat disampingnya lalu ia kembali tidur.

Sebelum Vera memejamkan matanya ia membatin pada dirinya. "Gua ngerasa Varel itu spesial,entah kenapa gua mikir kaya gini,yang pasti Varel itu beda."

*****

Vera tengah asyik memainkan ponselnya,lalu pandangannya jatuh terhadap Bunga yang ada di depannya dengan memakai seragam sekolah.

"Ko kalian gak siap-siap sih,ayo nanti kita telat." ucap Bunga.

Namun yang diajak bicara hanya tertawa.

"Kalian kenapa ketawa?." tanya Bunga.

Mila pun menyerahkan ponselnya ia membuka aplikasi chat untuk Bunga baca.

Bunga yang heran,langsung mengambil ponsel Mila dan membaca chat,ternyata itu chat grup kelas Mila dari kepala sekolah.

Sekolah hari ini libur,karena para guru sedang menghadiri acara di balai dinas pendidikan.

"Kok kalian gak ngasih tau sih.",
Gerutu Bunga.

"Lagian lo tumben banget gak lihat ponsel dari bangun tidur."

"Lagi males aja." jawab Bunga,lalu ia melenggang pergi ke kamar mandi untuk mengganti baju kembali.

"Enaknya libur begini kita ngapain ya?." ucap Vera pada dirinya sendiri.

"Kita mau jalan kemana nih mumpung libur." tanya Mila.

"Ke mall aja yuk." usul Vera.

"Ayoo." jawab Bunga yang baru keluar kamar mandi.

"Tapi ini masih pagi banget mall juga belum buka." ucap Vera.

"Jam 11 kita berangkat." usul Mila

Bunga dan Vera menyetujui ucapan Mila

Akhirnya mereka keluar dari kamar untuk sarapan.

*****

"Libur begini enaknya ngapain ya?." gumam Varel.

"Jalan sama Vera aja kali ya,eh jangan deh gua kan hari ini mau ke basecamp."

Varel bangkit dari duduknya lalu bersiap-siap untuk keluar,ia mengambil jaket dan kunci motornya.

Hal pertama yang ia lihat di ruang keluarga tidak ada sama sekali orang disana.

"Oh iya kan si Reka sakit,makanya sepi."

Varel mempercepat langkahnya untuk keluar,namun ketika ia berada di depan pintu,ayahnya tiba-tiba berada di depannya.

Namun Varel menghiraukannya ia tetap terus berjalan.

"Dasar anak tidak tahu diri."

Entah hati Varel sudah seperti apa sekarang,setiap hari ayahnya selalu mengatakan itu.Varel tau dirinya anak yang tidak tahu diri maka dari itu ia berusaha agar cepat-cepat keluar dari rumah ini dan pergi menjauh.

Masih pagi moodnya sudah tidak baik.

Varel melajukan motornya dengan kecepatan tinggi,ia tidak peduli akan terjadi apa nantinya kalau ia membawa motor dengan kecepatan tinggi.Dan juga dirinya ingin cepat-cepat sampai.

Akhirnya Varel sampai juga di basecamp,ia memakirkan motornya dengan rapih setelah itu ia berjalan masuk.

"Eh Varel kita ada disini." ucap salah satu teman Varel.

Varel langsung menghempaskan tubuhnya di sofa yang berada di basecampnya.

"Kenapa lu pagi-pagi mukanya udah kusut aja."

"Menurut lo siapa lagi yang bikin muka gua kusut gini?."

Rendy menganggukkan kepalanya mengerti.

"Lo gak sekolah?." tanyanya

"Libur."

"Libur apa bolos?."

"Lo gak ngampus?." tanya Varel,tidak menjawab pertanyaan Rendy.

"Lagi males gua,lagian dosennya gak masuk,ngapain gua masuk."

"Di kulkas ada soda gak?."

"Ada banyak."

Varel bangkit lalu menuju ke kulkas dan membukanya.

Basecamp Varel adalah basecamp terkeren,bagaimana tidak disini ada kulkas,televisi sofa dan lain-lain,mereka membelinya bersama-sama dengan mengumpulkan uang hasil dari balapan.

Maka dari itu banyak yang lebih nyaman jika berada di basecamp,terutaman Varel ia lebih nyaman disini daripada dirumahnya yang memang mempunyai fasilitas sangat lengkap dan mewah.

Varel mengambil soda tersebut lalu meminumnya.

"Lo pagi-pagi minum soda,udah sarapan belom?."

Yang ditanya mengelengkan kepalanya.

"Lambung lo mau jadi apa itu?."

"Mau gua hancurin."

"Omongngan lo di jaga Rel." omel Rendy. "Lo tunggu sini gua mau beli makanan dulu buat lo." lanjutnya.


*****

Tbc

19-05-2020

Betting Boy (END)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang