Reka menatap pesan yang baru saja masuk di ponselnya dengan tatapan binar,apakah ini bertanda bahwa hubungan mereka berdua akan membaik?.
"Lo ade yang baik,gua sayang sama lo Rel." ucapnya
*****
'Lo semakin membuat gua jatuh cinta.'
*****
Varel mencari Vera di setiap penjuru kantin.
Ia melihat Vera sedang makan bersama Bunga dan Mila.
Ia melihat gadis itu tengah tertawa sangat bahagia,apakah ia akan tertawa seperti ini terus setelah mengetahui yang sebenarnya?.
Niatnya ingin menghampiri kekasihnya itu,tapi niatnya ia urungkan,ketika tiba-tiba saja ada yang mencekal tangannya.
"Ikut gua."
Varel dibawa seseorang ke rooftop sekolah.
"Ngapain lu ngajak gua kesini sih." keluh Varel
Empu yang diajak bicara malah mengeluarkan ponselnya lalu menunjukkan sesuatu.
"Abang lo dalam bahaya Rel,kita gak selalu bisa ngawasiin abang lo." jelas Nichol.
Varel mengepalkan tangannya dia sangat marah sekarang.
"Reza sialan,brengsek."
"Sekarang apa yang mau lo lakuin ha?." tanya Nichol dengan sedikit meninggikan nadanya.
"Mulai sekarang gua yang bakal turun tangan sendiri buat jagain Reka."
"Lo serius?,gua gak mau lo kenapa-napa nanti Rel."
"Lo tenang aja gua bisa jaga diri,tugas lo dan temen-temen yang lainnya jaga Vera." ucap Varel dengan penuh keyakinan.
*****
Vera mencari Varel di setiap sudut sekolah karena ini sudah waktunya pulang,tangan kanan Vera membawa tas Varel ya cowo itu bolos lagi. Namun ia tidak menemukan Varel.
Rooftop tempat yang belum Vera kunjungi untuk mencari Varel,dirinya memutuskan untuk kesana.
Vera menemukan Varel tengah tertidur di kursi yang terdapat di rooftop,lalu dirinya menghampiri Varel.
Dipandangi wajah Varel dengan lekat,wajah Varel sangat tampan kalau dipandang lebih dekat seperti ini,membuat seakan Vera semakin jatuh cinta hanya karena melihat wajah Varel.
Tangannya terangkat untuk mengelus rambut Varel dengan lembut,dan untung nya sepertinya Varel tidak terganggu akan perlakuan yang Vera lakukan,malah mungkin membuat dirinya semakin nyaman.
Vera mengadahkan kepalanya ke atas dan terlihat langit yang mulai mendung pertanda akan hujan.
Tangannya berhenti mengelus rambut Varel,Vera menggoyangkan tubuh Varel pelan.
"Varel bangun,udah mau hujan nih." ucapnya dengan lembut.
Akhirnya Varel membuka matanya
KAMU SEDANG MEMBACA
Betting Boy (END)
Fiksi RemajaKenalin Vera Clasrissa,gadis cantik dengan rambut sepinggang,kulit putih dan pipi yang sedikit berisi Seorang Vera dikenal sebagi murid yang pintar,jago dalam segala hal,semua orang menyukai,dan sebaliknya ia menyukai semua orang,eh tapi dia gak suk...
