***
Kirei berjalan memasuki kamar adik nya dengan semua fikiran yang memenuhi otak cantik kirei. Gadis itu tidak tau apa yang akan ia katakan pada yuki.
Kirei terdiam melihat yuki yang tengah memasukan semua barang nya dalam koper besar. Ternyata yuki begitu serius untuk pergi dan ikut dengan nya.
" yuki " panggil kirei menghentikan kegiatan yuki membereskan barang nya.
Yuki menoleh dan tersenyum pada kirei.
" sebentar ka, aku belum selesai mengemasinya " ujar yuki yang kembali melanjutkan aktifitasnya.
Kirei berjalan mendekati yuki, merah tangan adik nya dan menatap yuki dengan dalam.
Yuki mengerutkan kening nya melihat kirei yang terlihat aneh.
" yuki, maafkan aku, aku tidak bisa membawa mu pergi dari sini " yuki melepaskan tangan nya dari kirei, yuki terduduk dan membuang nafas nya kasar.
" dengarkan aku, aku akan tingal disini menemani mu, aku tak akan lagi meninggalkan mu , aku akan disini yuki bersama mu " kirei ikut duduk disamping yuki.
Yuki menggelengkan kepalanya, merasa jika kirei tidak bisa menepati janjinya.
" jika kau ingin kembali tinggal disini maka diam lah disini ka, sekarang giliran ku yang pergi "
Kirei menggeleng lalu kembali menggenggam tangan yuki.
" tidak yuki, dengarkan kakak. Kakak tidak ingin kau menderita di luar sana, aku hanya ingin kau bahagia. "
" justru aku akan menderita kak jika aku harus tetap tinggal disini, aku akan mati perlahan di dalam sini " teria yuki membuat kirei terdiam.
Yuki bangkit dari tempat nya, dan meninggalkan kirei begitu saja. Kirei yang melihat yuki pergi dengan terburu buru mengejarnya. Kirei tak ingin yuki meninggalkan nya.
Ayumi ikut berlari mengejar yuki, yang dilihatnya berlari keluar dengan disusul kirei di belakang nya.
Ayumi menarik tangan yuki, setelah berhasil mengejar gadis itu.
" lepaskan aku ayumi " teriak yuki dengan mata yang sudah memerah.
" kau akan kemana yuki ?"
" bukan urusan mu ayumi, kau jangan menahan ku jika tidak ingin melihat ku mati "
" yuki, aku mohon, dengarkan aku" kirei memeluk yuki dengan sendu.
" kenapa aku harus mendengarkan mu ka, dulu saja kau tidak mendengarkan ku dan pergi begitu saja meninggalkan ku " kini yuki tak dapat lagi menahan air matanya, sungguh rasa sakit nya tak dapat ia sembunyikan lagi.
" yuki, kau tak boleh berbicara seperti itu, kak kirei menyayangi mu " ujar ayumi yang hanya mendapatkan senyuman sinis dari yuki.
" jika dia menyayangi ku, dia tidak akan meninggalkan ku. Dan sekarang bahkan dia telah membohongi ku. Dia berjanji akan membawa ku pergi, tapi apa.. " yuki menghembuskan nafas nya kasar.
" yuki asal kau tau, aku adalahhh.. " ucapan ayumi terhenti karena kirei memegang tangan nya, kirei menggeleng menatap ayumi.
Yuki melepaskan tangan nya dari ayumi, begitu melihat gadis itu lengah.
Ayumi yang terkejut membulat kan matanya, melihat yuki yang kini sudah berlari ke arah jalanan.
Kirei dan ayumi semakin membulatkan matanya, begitu melihat sebuah kendaraan yang melaju sangat cepat ke arah yuki.
" yukiiiiiii" teriak kirei membuat yuki menghentikan langkah nya.
Yuki menoleh dan melihat sebuah mobil yang akan menabrak nya. Yuki terdiam, merasa kaku dan tak dapat menggerakan tubuhnya. Hingga ia merasakan sebuah dorongan yang membuat nya terpental.
Bbrrraakkkk...
Yuki membulatkan mata nya, begitu mendengar suara benturan yang sangat keras. Dengan buru buru yuki menoleh kearah sumber suara, dan di detik itu pula jiwanya seakan tercabut dari raganya. Seluruh saraf dalam tubuhnya seakan membeku.
Disana kirei yang tergelatak dengan banyak darah yang keluar dari tubuh nya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Meaning Of Love
RomansaYuki hanya bisa diam dan menuruti setiap keinginan sang ibu. berjalan seperti boneka itu lah hidup nya. Namun yuki tidak pernah menunjukan rasa lelah nya di hadapan siapapun. Yuki begitu pintar menyembunyikan luka, di hati nya Pertemuan nya dengan a...
