Yuki hanya bisa diam dan menuruti setiap keinginan sang ibu. berjalan seperti boneka itu lah hidup nya. Namun yuki tidak pernah menunjukan rasa lelah nya di hadapan siapapun.
Yuki begitu pintar menyembunyikan luka, di hati nya
Pertemuan nya dengan a...
*** Tidak berasa kini hari mulai sore, matahari mulai tebenam mengeluarkan percikan jingga melukis langit dengan begitu indah.
Yuki sangat menikmati hari ini, kapan lagi yuki bisa menikmati hari dengan begitu tenang.
Al yang melihat yuki menikmati tempat nya hanya diam dan memperhatikan. Dengan melihat yuki melupakan masalah nya sudah cukup untuk al.
" al sebentar lagi sunset, ini pertama kali dalam hidup ku menikmati indah nya ciptaan tuhan " Al hanya tersenyum mendengar ucapan yuki.
" apa kah hari ini kau bahagia yuki ?" tanya al melirik yuki dan yuki hanya mengangguk tersenyum manis pada al.
Kini keduanya menikmati indahnya sunset bersama, melupakan semua hal yang menyakitkan, mereka hanya perlu mengingat setiap hal yang membuat nya merasa bahagia.
Kebersamaan nya bersama al menambah kekuatan dalam dirinya, kini yuki tau kemana dia harus pulang ketika merasa lelah, al lelaki itu adalah rumahnya saat ini dan seterusnya.
" al pulang yuk, aku lapar " ajak yuki
Al bangkit dari duduknya, lalu menjulurkan tangan nya kepada yuki. Tanpa menunggu lagi yuki menerima uluran tangan al yang hangat.
" hari ini, aku yang akan memasak untuk mu, kau ingin makan apa ?"
" kau bisa masak " ragu al menatap yuki.
" kau meragukan ku " kesal yuki membuat al tertawa.
" tidak, bukan begitu maksudku " al mencoba menjelaskan.
" ok, aku mengerti " al pun menghela nafas nya merasa lega.
" yasudah, ayo cepat jalan "
Yuki menarik al pulang kerumah. Yuki sudah tidak sabar untuk membuat al melongo merasakan masakan nya.
***
Sesampai nya di rumah yuki langsung menyiapkan semua bahan yang akan ia gunakan untuk memasak sedangkan al pergi ke kamar untuk membersihkan dirinya.
Yuki memang jarang sekali masuk dapur, tapi yuki mengingat setiap apa yang kirei ajarkan dulu ketika mereka masih bersama, dan kali ini yuki memasak makanan yang dulu selalu ia buat bersama kirei.
Tepat setelah yuki menyelsaikan masakan nya, al pun keluar dari kamar. Yuki tersenyum melihat al yang nampak kagum dengan nya.
Al mendekati yuki, menghapus keringat di kening yuki, perlahan al melepaskan celemek yang yuki pakai.
" ku rasa aku sangat lapar, setelah melihat hasil masakan mu yuki " ucap al membuat yuki tersenyum.
" kau membuat okonomiyaki dan soba ?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Soba
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Okonomiyaki
" ka kirei begitu menyukai okonomiyaki dan soba, dulu aku selalu membuat ini bersama ka kirei " jelas yuki membuat al hanya diam.
" kau merindukan nya ?"
" sangat " senyuman yuki nampak sendu.
" ku yakin, dia juga begitu merindukan mu " hibur al membuat yuki kembali tersenyum.
" ayo cepat makan al, kau pasti akan kaget dengan rasanya " yuki terlihat sangat yakin dengan masakan nya.
Begitu masakan itu masuk kedalam mulut al, al terdiam membuat yuki juga terdiam menantikan reaksi al selanjutnya.
"wahhh.. Yuki, ini benar benar enak sekali " puji al membuat yuki berbinar.
" sudah ku bilang, kau pasti akan menyukainya "
" beruntung sekali lelaki yang akan mendapatkan mu nanti " yuki pun terdiam menatap al.
" kenapa ? Apa yang ku bilang itu benar yuki " al kembali melanjutkan makan nya, mengalihkan tatapan dari yuki.
" aku yang akan beruntung jika mendapatkan lelaki seperti mu " ucapan yuki membuat al terdiam menatap yuki.
Di tatapnya yuki yang sepertinya serius dengan apa yang ia ucapkan tadi, buru buru al menepis nya, al sadar siapa dirinya dibandingkan dengan yuki. Ia hanya akan menjadi sahabat bagi yuki, tidak lebih dari itu.
" yuki, apa kau tidak ingin pulang" al mengalihkan topik pembicaraan nya.
" aku masih ingin disini "
" aku tau, tapi tidak baik yuki jika kau terus lari dari masalah mu " al berusaha memberikan pengertian untuk yuki.
Yuki terlihat berfikir dengan apa yang al ucapkan tadi, benar apa yang al ucapkan, maslah bukan untuk dihindari, bukan nya kau sudah terbiasa dengan ini yuki. Yuki menyemangati dirinya dalam hati.
" kau benar al, setelah makan aku akan pulang " yuki tersenyum menatap al.
" bagus, itu baru yuki, aku akan mengantar mu " yuki semakin terlihat senang karena al akan mengantar nya.
Tok.. Tok.. Tok...
Yuki dan al saling lirik, siapa yang datang kerumah nya, apa mungkin richi. Pikir al lalu bangkit membuka pintu.
Al terdiam melihat seorang gadis yang berdiri di depan nya dengan wajah panik.
" apa nona yuki ada disini ?" mata gadis itu terlihat tidak fokus, dengan selalu menoleh ke belakang seperti waspada jika ada yang datang lagi.
" ayumi " yuki nampak terkejut melihat ayumi berada di disini.
Dengan buru buru ayumi mendorong yuki kembali masuk ke dalam rumah al. Membuat al dan yuki bingung .
" kenapa ? Kau tau dari mana aku disini ?" tanya yuki penasaran.
" aku memasang jps pada hp mu, agar aku selalu tau dimana kau berada" jelas ayumi membuat yuki kaget.
" kenapa kau lakukan itu " yuki merasa marah atas apa yang ayumi lakukan.
" nanti saja ku jelaskan, sekarang ada hal yang lebih penting. Kenpa kau tidak pulang kemarin, nyonya sangat marah dan sekarang menyuruh seluruh bodyguard untuk mencari mu" jelas ayumi membuat yuki membulatkan matanya.
" yuki, ayo kita pergi saja, aku akan menemani mu kemanapun kau pergi " yuki semakin membulatkan matanya mendengar ucapan ayumi.
"tidak ayumi aku harus pulang, aku tidak akan lari kemanapun "
" yuki, kau akan semakin menderita kali ini " terlihat jelas kesenduan yang ayumi berikan.
Al yang melihat semuanya merasa akan ada hal buruk yang akan kembali yuki alami.
" al, aku akan pulang dengan ayumi " yuki menatap al dengan senyuman manisnya.
" yuki please " ayumi terus berusaha menahan yuki.
Yuki menatap ayumi lalu tersenyum lembut. Ayumipun melepaskan genggaman tangan nya pada yuki, lalu mengangguk walaupun ragu rasanya untuk kembali membawa yuki pulang.
🌸🌸🌸
Sesampainya di rumah yuki langsung masuk ke dalam ruang kerja sang ibu. Terlihat jelas ada kemarahan besar yang ibu nya tahan. Yuki berusaha bersikap biasa, menguatkan hatinya, apa pun yang terjadi, ia bisa melewatinya.
"brakkkkk" Yuki hanya menunduk begitu semua berkas terlempar di depan nya.
" jika kau ingin bebas dan tidak bisa ku andalkan, kenapa tidak kau tinggalkan saja rumah ini seperti kakak mu " menyakitkan bukan, yuki menahan hati nya dan tak berniat membalas ucapan sang ibu.
" besok kau harus ikut dengan ku, akan ada pertemuan penting, jangan mencoba untuk keluar tanpa sepengetahuan ku, kau dengar " nada bicaranya kini berubah tidak seperti barusan yang begitu menakutkan.
Yuki hanya mengangguk, lalu membungkukan badannya memberi hormat pada sang ibu dan setelah itu keluar menuju kamar untuk mengistirahatkan hati nya.
Jangan sungkan ya jika mau ngasih masukan, itu sangat membantu untuk ku yang baru belajar nulis. Terimakasih juga telah menyukai tulisan aku ini 🙏🙏😁