***
Yuki melangkahkan kaki nya memasuki kelas, dan langkah nya terhenti begitu melihat bangku yang biasa al duduki. Dengan perlahan yuki kembali melangkahkan kakinya dan duduk di tempat biasa. Yuki terus menatap bangku al yang kosong, membuat nya kembali mengingat lelaki itu.
" hay.. Yuki apa kabar " yuki menolehkan wajah nya, dan tersenyum begitu melihat richi yang tak lain adalah sahabat al.
" haii richi, kabar ku baik " richi tersenyum dan duduk di samping yuki.
" sepertinya aku baru kembali melihat mu bersekolah ?"
" ya.. Kau benar. Banyak pekerjaan yang harus aku urus " jelas yuki membuat richi hanya mengangguk.
Yuki terdiam merasa ragu untuk menanyakan keberadaan al.
Melihat yuki yang terdiam membuat richi sedikit khawatir.
" yuki apa kau baik baik saja ?" pertanyaan richi membuat yuki langsung mengalihkan pandangan nya.
" ya.. Aku baik baik saja, emm.. Richi, ada yang ingin ku tanyakan ?" richi menoleh dan melihat yuki yang terlihat ragu.
" katakanlah, aku akan menjawab semua pertanyaan mu " ujar richi membuat yuki sedikit merasa lega.
" apa kau ingin menanyakan keberadaan al ?" pertanyaan richi jelas saja langsung membuat mata yuki melebar. Bagaimana mungkin richi dapat mengetahui pertanyaan nya.
" al pergi ke amerika, ia menyusul orang tuanya dan akan menetap disana " jelas richi membuat yuki terdiam. Ternyata al pergi jauh meninggalkan nya.
Richi mengeluarkan sebuah kotak di dalam tas nya, dan menyerahkan nya pada yuki.
" sebelum al pergi, dia menitipkan ini untuk mu. Dia berharap agar kau selalu bahagia. " lagi lagi perkataan richi semakin membuat nya terdiam. Kini yuki merasa bersalah pada al karena telah melibatkan lelaki itu kedalam masalah nya. Andai saja sejak awal ia tak jatuh cinta dengan al mungkin lelaki itu takan pergi dari sini.
" semoga kau bisa menjalani hidup mu yuki " ujar richi sebelum pergi meninggalkan yuki yang masih terdiam dengan pandangan yang mengarah pada kotak pemberian al.
Dengan perlahan yuki meraih kotak itu dan di tatap nya dalam. Rasa sedih kini menghantam hati nya, membuat ia harus bersusah payah menahan diri agar tidak menangis. Namun sepertinya pertahanan nya terasa sulit, hingga yuki lebih memilih untuk keluar dengan membawa kotak pemberian al.
Yuki berlari dan menghentikan langkah nya di taman belakang sekolah yang biasa ia datangi ketika jam istirahat bersama al, dan menghabiskan waktu mereka disana.
Mengingat al membuat yuki jadi mengingat semuanya, termasuk kecelakaan kirei yang di sebabkan oleh nya.
Perlahan yuki membuka kotak itu, dan entah kenapa air mata nya jatuh begitu saja, melihat kotak itu yang ternyata berisi sebuah kalung dengan liontin berbentuk hati yang sangat indah. Yuki mengambil kalung nya dan di tatap nya lekat penuh kerinduan.
Bukan hanya kalung, di dalam kotak pun terisi selembar surat yang al tulis untuk yuki.
Yuki meraih surat itu dan membuka nya, membaca nya dengan gemetar di setiap kata yang al tulis untuk nya.
" yuki maaf, karena aku harus meninggalkan mu seperti ini. Aku hanya ingin kau bahagia, dan aku akan melakukan apa pun itu demi kebahagiaan mu. Dan ku mohon, jangan menyalahkan dirimu atas apa yang telah terjadi, aku tau kau gadis yang kuat.. Jadi bertahan lah sampai semua nya membaik. Simpan liontin dari ku, karena suatu saat aku pasti akan datang untuk menemuimu kembali ". Yuki menghapus air mata nya, ia tidak boleh lemah, seperti yang al katakan padanya.
Yuki kembali menatap liontin yang ada di tangan nya, dan tersenyum ketika liontin itu telah terpasang pada lehernya. Sungguh terlihat sangat indah.
Namun pikiran nya kembali kesemua rencana yang telah ia ambil, dengan ini ia harus melepaskan al dan menikah dengan kei.
Dan mungkin ini adalah jalan hidup nya, yang harus bisa yuki jalani.
" sudah ku duga, kau pasti akan membolos sekolah " mendengar suara yang tak asing bagi nya membuat yuki langsung menoleh ke sumber suara.
Dan menghela nafasnya ketika melihat kei yang tengah berdiri menatap nya.
" kau tidak pulang ?"
" aku penasaran, apa yang biasa kau lakukan disekolah. Dan ternyata kau hanya datang untuk membolos " kei berjalan dan duduk di samping yuki.
" aku merasa sudah tidak memerlukan sekolah lagi " kei menoleh dan menatap heran yuki.
" sebentar lagi kau akan menjadi suami ku, jadi untuk apa aku belajar. Aku hanya akan diam dirumah dan menunggu mu pulang bekerja, itu kan tugas seorang istri " jelas saja ucapan yuki membuat kei melebarkan mata nya, tak menyangka jika yuki akan mempunyai pemikiran seperti itu.
Kei mendengus sebelum ia menoyor kepala yuki, membuat yuki merasa kesal akan perlakuan kei.
" aku tidak ingin mempunyai istri bodoh seperti mu, dan kau percaya diri sekali. Aku tidak akan menikahi mu " kali ini yuki yang melebarkan mata nya, mencari kebenaran pada ucapan kei.
" kau harus menikahi ku " seru yuki membuat kei merasa bingun dengan sikap yuki, bukan kah gadis itu sangat mencintai al, dan kenapa sekarang yuki begitu kekeh ingin menikah dengan nya.
" aku tidak mencintaimu yuki, dan aku tidak ingin menikah dengan gadis yang tak aku cintai " kei berusaha memberikan pengertian pada yuki, walaupun ucapan nya berbanding terbalik.
Merasa marah akan keputusan kei, yuki langsung menarik kei begitu saja dan mencium bibir lelaki itu, tak perduli jika sampai ada yang melihatnya. Bagaimana pun cara nya yuki harus menikah dengan kei karena hanya dengan cara ini lah ia dapat menjalankan rencana nya, jika tidak semua perjuangan ibunya akan sia sia. Dan yuki pun tidak bermaksud untuk mempermainkan perasaan kei, ia sudah memutuskan untuk menikah dengan nya dan karena itu lah ia akan mulai belajar untuk mencintai lelaki itu.
Namun yuki tak habis pikir, kenapa kei tak mau menikahi nya, bukan kah lelaki itu mencintainya, itulah yang yuki tau tentang perasaan kei.
Kei terdiam, seakan tubuhnya menjadi kaku seperti patung. Yuki mencium nya dan jelas saja hal itu membuat jantung kei kembali berpacu.
Dan tanpa dasar apa yuki mencium nya, apa kah gadis itu serius dengan ucapan nya.
Yuki terus berusaha membuat kei agar membalas ciuman nya, yang sampai detik ini kei tak juga merespon apa yang ia lakukan. Namun senyum di bibir nya terukir begitu merasakan kei yang manarik tubuhnya agar mendekat, dan tangan nya menekan tengkuk yuki, memperdalam ciuman mereka. Kei tau jika yuki menyembunyikan sesuatu, dan kini ia akan mengikuti keinginan gadis itu, walaupun pada akhir nya mungkin ia yang akan terluka karena tak bisa mendapatkan cinta dari yuki. Namun kei akan melakukan apapun untuk membantu yuki.
Kei melepaskan ciuman nya, dan menatap dalam mata yuki yang terlihat gugup. Kei tau jika yuki tidak berpengalaman dalam ciuman nya, dan jujur saja itu membuat kei merasa geli ketika mengingat yuki yang dengan keberanian nya mencium kei begitu saja.
" baiklah aku akan menikahi mu, kau puas " ujar kei membuat yuki hanya mengangguk dan mengalihkan pandangan nya. Mungkin yuki masih meras gugup atas apa yang telah ia lakukan.
Dan hal itu membuat kei menahan tawanya.
Salam dari saya sang penulis amatir 😜😜
KAMU SEDANG MEMBACA
Meaning Of Love
RomanceYuki hanya bisa diam dan menuruti setiap keinginan sang ibu. berjalan seperti boneka itu lah hidup nya. Namun yuki tidak pernah menunjukan rasa lelah nya di hadapan siapapun. Yuki begitu pintar menyembunyikan luka, di hati nya Pertemuan nya dengan a...
