part 33

455 44 15
                                        

***

Cahaya matahari yang mulai masuk lewat celah celah kamar, membuat yuki yang masih betah berada dalam pelukan hangat kei mengerjapkan mata nya karena merasa terganggu dengan cahaya yang menyilaukan.

Tangan kekar kei yang terus melingkar di perut telanjang nya membuat yuki tersenyum, karena akhirnya ia bisa menjadi istri yang sesungguh nya untuk kei. Walaupun setengah hati nya memang belum sepenuh nya melupakan al, namun yuki juga sadar jika rasa cinta kini mulai tumbuh untuk kei seiring kebersamaan mereka selama ini. Dan rasanya begitu melegakan setelah merasakan pelepasan bersama kei tadi malam.
Kini pipi nya kembali merona, mengingat setiap desahan yang keluar dari bibir nya, dan perlakuan kei yang begitu sangat lembut membuat yuki semakin yakin akan pilihan nya.

Yuki membuka selimut nya dan hendak pergi untuk membersihkan dirinya, namun yuki urungkan ketika ia merasakan sakit di area milik nya.

" awwwss.. " ringis yuki yang terus berusaha agar bisa terbangun dan menahan rasa sakit nya.

Mendengar suara rintihan, membuat kei membuka matanya, pandangan nya kini langsung tertuju pada yuki yang terlihat kesakitan. Dan buru buru kei meraih tangan yuki karena merasa khawatir.

Merasakan sentuhan kei di tangan nya membuat yuki menoleh padanya, dan dapat yuki lihat kekhawatiran yang ada pada mata kei.

" kau ingin kemana ?" kei menatap yuki dengan pandangan khawatir.

" aku ingin ke toilet, tapi rasa sakit nya masih berasa " ujar yuki yang dapat kei pahami.
Kei bangkit dari tempat nya, dan mendekati yuki.

Yuki melebarkan mata nya, merasa terkejut karena kei yang tiba tiba menggendong nya, dan membawa tubuh nya kedalam toilet.

" jika sudah selsai, panggil aku " ujar kei sebelum ia pergi meninggalkan yuki.

Kei meraba dada nya, sungguh bebar jantung nya tak berhenti menggila sejak semalam. Ingatan bercinta nya dengan yuki selalu muncul dan memenuhi pikiran nya, membuat kei tidak fokus dan seperti pria bodoh yang baru merasakan jatuh cinta.
Namun kei merasa bersyukur, karena akhir nya ia bisa memiliki yuki seutuh nya, dan kei merasa bahagia.

Kei melirik jam yang tergeletak di samping ranjang nya, waktu sudah menunjukan pukul 8 dan satu jam lagi kei harus menemui client, mengingat yuki yang selalu memerlukan waktu lama ketika mandi, membuat kei memilih untuk bergegas mandi di kamar sebelah nya, agar ketika yuki telah selsai, ia pun juga selsai.


***

Setelah menyelsaikan urusan pekerjaan nya dan membawa yuki berkeliling kota seperti janji nya kemarin. Kini kei dan yuki memutuskan untuk mampir kesebuah restoran kecil pinggir jalan, karena merasakan perut nya yang mulai lapar.

Kei yang turun lebih dahulu dari mobil, kini membukakan pintu untuk yuki.
Yuki tersenyum menatap kei, hubungan nya dengan kei makin membaik setelah malam pertama mereka.

Kei meraih tangan yuki, lalu di tarik nya masuk kedalam restoran.
Sungguh perlakuan kei yang begitu lembut juga romantis membuat yuki semakin merasakan jatuh hati pada lelaki yang kini telah menjadi suami nya.

Kei membawa yuki, ke sebuah bangku pojok yang hanya bisa di tempati dua orang.
Dari sana yuki dan kei dapat melihat lalu lalang dari pengendara di jalanan.

" excuse me, what do you want to order? ( permisi, mau pesan apa ?) ". Suara pelayan yang menghampirinya, membuat kei dan yuki menoleh ke arah nya.
Namun kedua nya terdiam, begitu melihat al yang ada di depan nya, dengan membawa sebuah daftar menu.

Kei menarik nafasnya, menormalkan kembali sikap nya yang terkejut ketika melihat al. Dan dapat kei lihat, jika yuki pun seperti terkejut dan merasa gugup di depan lelaki itu.

" hei.. Al, apa kabar ?" sapa kei mencairkan suasana yang beku.

Jujur saja, al pun merasa terkejut begitu melihat yuki dan kei lah yang ada di depan nya, walaupun al merasakan kegugupan ketika berada dalam situasi seperti ini, tetap saja al harus berusaha senormal mungkin di depan keduanya. Ia tidak mungkin memperlihatkan ke gugupan nya di depan yuki, apa lagi ada kei yang saat ini telah menjadi suami dari wanita yang ia cintai.

Namun al merasa lega, ketika mendapatkan sapaan dari kei yang terlihat ramah kepada nya.

" apa kau bekerja di sini ?" . Tanya kei yang mendapatkan anggukan dari al.

" ya.. Restoran ini milik ibu ku, aku disini untuk membantu nya " jelas al bersikap senormal mungkin.

" jika kau tidak keberatan, bergabung lah bersama kami, bukan kah kita sudah lama tidak bertemu " tawar kei, membuat yuki langsung mengangkat kepala nya dan menatap kei.

Sementara al merasa bingung, ia merasa gugup, namun merasa tak enak jika harus menolak tawaran kei.

" baiklah, tapi sebelum nya. Kalian ingin makan apa ?"

" apa saja, yang penting enak "
Kei tertawa, membuat al yang masih gugup pun ikut tertawa.

" tunggu sebentar ya, nanti aku akan kembali " kei hanya mengangguk mengiyakan. Sementara al, lelaki itu kembali untuk menyiapkan pesanan untuk mereka.

Kei menoleh, dan melihat yuki yang terdiam. Kei mengerti, pasti istrinya itu sedang merasakan gugup karena harus bertemu dengan al.

" kau kenapa yuki ?"
Yuki menoleh, dan melihat kei yang tengah menatapnya.

Jujur saja, yuki merasa takut. Takut jika kei akan berpikir jika dirinya masih sangat mencintai al, walaupun memang perasaan untuk lelaki itu belum sepenuh nya hilang. Tapi sungguh, yuki telah berusaha sangat keras untuk melupakan lekaki itu, dan mulai mencintai suami nya. Dan yuki tidak ingin ada kesalah pahaman pada hubungan mereka yang baru saja terbangun.

" kei, pindah restoran aja yuk " ajak yuki, membuat kei mengerutkan kening nya.

" kenpa ?"

" gak papa, pindah aja yuk "

Kei meraih tangan yuki dan di genggam nya. Dapat kei rasakan jika tangan istrinya ini berasa dingin. Itu artinya, yuki merasakan gugup pada hati nya.

" aku ngerti kok, emang gak gampang nglupain orang yang sangat kita cinta begitu saja. Dan aku ngerti " jelas kei, membuat yuki menggelengkan kepalanya.

" bukan itu kei, aku gak mau kamu salah paham. Sungguh, aku udah lupain al, please percaya pada ku "

Kei tersenyum sambil mengelus punggung tangan istrinya, menenangkan agar yuki tidak perlu gugup lagi dengan situasi nya saat ini.

Namun, buru buru kei melepaskan tangan yuki, begitu melihat al yang berjalan mendekatinya. Bagaimana pun kei ingin menjaga perasaan lelaki itu, karena dapat kei lihat jika al masih begitu sangat mencintai yuki, dan kei tidak ingin lelaki itu merasakan sakit karena harus melihat dirinya dan yuki yang sangat dekat.

Sedangkan yuki, merasa tidak suka dengan kei yang langsung melepaskan tangan nya begitu saja ketika ada al. Kenapa lelaki itu bersikap seperti itu, apa maksud nya. Pikir yuki yang masih tidak mengerti dengan sikap suaminya.

Al mengambil satu bangku lagi untuk dirinya duduk di tengah tengah kei dan yuki. Walaupun terjadi ke canggungan antara dirinya dan yuki, namun al merasa lega karena kei yang begitu santai.
Lelaki itu banyak bertanya padanya, tentang pergi nya dia selama ini, dan aktifitas apa saja yang ia lakukan. Bahkan kei bersikap seakan sangat menjaga perasaan nya dengan tak membicarakan soal hubungan nya dengan yuki. Dan itu membuat al merasa tidak enak pada kei.

Sedangkan yuki, wanita itu hanya diam sambil terus mengaduk aduk makanan nya saja. Bukan nya kei tak tau, lelaki itu juga sesekali melirik yuki, namun sungguh kei sangat ingin menjaga perasaan al.

" hhmm.. Kei, sepertinya ibu ku mulai kerepotan karena pengunjung mulai banyak. Maaf, aku harus kembali membantu nya " ujar al yang memang sangat tidak nyaman dengan situasi seperti ini, al juga bisa merasakan jika yuki pun merasakan hal yang sama dengan nya.

" ah.. Ya baikalah, lain kali sempatkan waktu yang banyak untuk mengobrol dengan ku " ujar kei yang di angguki oleh al.
Dan setelah nya, al pergi meninggalkan mereka, memilih untuk kembali membantu ibunya.












Salam dari saya sang penulis amatir 😜😜

Meaning Of LoveCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang