part 11

313 60 5
                                        

***
Langsung lanjut aja ya..

" tuan, nona yuki di dalam, sedari tadi dia tidak mau keluar " ayumi menatap kei panik.

Kei mengerutkan kening nya begitu mendengar ucapan ayumi.

" mungkin dia sedang mandi " kei berusaha menenangkan ayumi.

" tidak mungkin, saya yakin di dalam nona yuki tidak sedang mandi " teriak ayumi membuat kei menghampirinya.

" yuki, kau dengar aku, cepat buka pintumu, jangan bercanda " teriak kei menggantikan ayumi.

" yukiii.. Jika kau tidak keluar, aku akan mendobrak pintunya " teriak kei lebih keras. Kei melirik ayumi yang sudah mulai terisak.

Astagaa..
Buru buru kei mendobrak pintu nya begitu mengingat wajah yuki yang terlihat terluka sebelum ia meninggalkan nya.

Mata kei dan ayumi membulat sempurna, begitu melihat yuki yang tak bergerak di dalam bathtub. Kei berlari menghampiri yuki, mengangkat tubuhnya yang tenggelam dalam air.

" yuki.. Yuki.." kei menepuk nepuk pipi yuki yang terlihat pucat.
Ayumi yang melihat yuki jatuh terduduk begitu saja, harusnya ia tidak meninggalkan yuki, harusnya ia menemani gadis itu, jika terjadi sesuatu dengan nya ayumi tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.

Kei memeriksa denyut nadi yuki dan dapat bernafas lega karena denyutnya masih terasa walaupun begitu lemah.

Kei mengangkat yuki, membawa nya keluar dari dalam toilet dan membaringkan tubuh yuki yang basah di atas sofanya.

Kei menyelimuti seluruh tubuh yuki dengan selimut yang begitu tebal, dan mematikan ac ruangan nya, agar suhu badan yuki tidak semakin dingin.

" ayumi kau cepat kau gantikan bajunya, aku akan memberi tahu mrs. Yumiko soal keadaan yuki" ujar kei yang langsung di tahan oleh ayumi.

Ayumi menggelengkan kepalanya membuat kei bingung.

" jangan tuan, kumohon jangan " pinta ayumi memohon.

" kenapa ? " tanya kei semakin pusing dengan semuanya.

" kau tidak akan mengerti, tapi kumohon jangan membuat yuki semakin susah " kei mengerutkan kening nya mendengar ucapan ayumi.

Apa ada hal yang tidak ia ketahui, kei akan mencari tahu nya nanti.

" baiklah, aku tidak akan mengatakan apapun, yasudah cepat kau urusi yuki, aku akan mengambilkan air hangat untuknya " ujar kei lalu pergi keluar.

Ayumi terus menatap punggung kei yang menjauh, sepertinya kei adalah lelaki baik, ayumi berharap kei tidak akan menambah beban yuki.

Melihat yuki, ayumi buru buru menghampirinya dan bergegas mengganti baju yuki sebelum kei kembali datang.

Setelah mengganti pakaian yuki, ayumi meraih tangan yuki dan di genggamnya erat.

" yuki, kumohon buka mata mu, jangan membuat ku khawatir" ayumi begitu sedih melihat yuki yang seperti ini.
" kenapa kau melakukan ini yuki, seharusnya jika kau mulai lelah, kau mengingat ku, aku disini yang selalu peduli terhadap mu, aku yang begitu menyayangi mu, harusnya kau ingat aku" ayumi terus berbicara dan menundukan kepalanya di lengan yuki.

Yuki yang merasakan genggaman erat di tangan nya perlahan membuka matanya, walaupun kini dada nya masih begitu sesak. Yuki melihat ayumi yang menangis membuat nya merasa bersalah.

" ayumi " gumam yuki membuat ayumi langsung menoleh ke arahnya.

" yuki " ayumi menghapus airmatanya  dan memeluk yuki begitu erat.

" dasar bodoh, kenapa kau lakukan itu ? Apa kau berfikir akan meninggalkan ku ? Kau gadis yang jahat " yuki tersenyum melihat ayumi yang sangat perduli terhadap nya, dan yuki bersyukur karena ada ayumi yang selalu ada untuknya.

" kenapa tak kau biarkan saja aku mati ayumi" perkataan yuki membuat ayumi melebarkan matanya, melepaskan pelukannya, lalu menatap yuki tidak suka.

" jika kau ingin mati, biarkan aku yang membunuhmu, setidaknya setelah itu aku akan bunuh diri dan menyusul mu " yuki tertwa mendengar perkataan ayumi yang menurutnya lucu.

" yuki, apa kau tidak papa ? Apa ada yang sakit ?" tanya ayumi kembali khawatir.
Yuki tersenyum dan menggelengkan kepalanya.
" aku tidak papa ayumi, terimakasih untuk kebaikan mu "

" kau berbicara apa yuki, tentu saja aku akan menjagamu, kau adalah sahabatku " ujur ayumi membuat yuki tersenyum.

" hhmm.. Yuki, apa hati mu juga baik baik saja ?" tanya ayumi ragu. Kali ini ayumi dapat melihat kembali kesenduan dalam wajah yuki.

" rasanya sangat sulit ayumi, sepertinya aku sudah tidak bisa untuk menjalani hidup seperti ini. Aku hidup tapi aku tidak bisa menjalani hidupku sendiri. Kadang aku berfikir sampai kapan okasan akan memperlakukan ku seperti ini, aku anaknya ayumi, tapi okasan hanya menganggapku bonekanya. Dulu aku bertahan karena aku berfikir semuanya akan kembali seperti semula, tapi ternyata.. Semuanya tidak sesuai harapanku" yuki menghembuskan nafasnya lelah.
Sedangkan ayumi seperti biasa dia akan menjadi pendengar yang begitu baik.

" aku tau apa yang kau rasakan yuki, aku sangat paham akan hal itu, tapi bisakah kau berjanji pada ku untuk tidak mengulangi hal ini lagi ? Satu yang harus kau tau yuki, ada aku, al dan juga ka kirei.. Walaupun ka kirei jauh disana tapi dia begitu menyayangi mu " ujar ayumi membuat yuki terdiam.

" ka kirei sudah tak menyayangi ku kei " gumam yuki sendu.

" kau salah yuki, dia sangat menyanyangi mu, kau harus paham dengan keputusannya" jelas ayumi agar yuki mengerti .

Tanpa keduanya sadari, ternyata kei yang sejak tadi diam mendengarkan pembicaraan mereka kini mengerti apa yang yuki alami. Pantas saja gadis itu terlihat sangat muram, tidak ada pancaran dalam bola matanya.
Kei memutuskan untuk kembali kekamarnya, kei tidak ingin merusak mood yuki yang hancur karenanya. Kei akan memberikan nya waktu sampai yuki merasa cukup tenang.

Kei berjalan membuka jendela kamarnya, membiarkan angin malam masuk menerpa tubuh nya.
Kei tidak bisa tidur karena terus memikirkan yuki, ternyata gadis itu begitu sulit menjalani hidpnya, lantas apa yang harus ia lakukan sekarang ?

Yuki tidak dapat memejamkan matanya, rasanya sulit sekali untuk ia tertidur. Perlahan yuki berjalan ke arah jendela, membuka nya dan merasakan angin yang langsung menerpa tubuh rampingnya, rasanya begitu menyejukan dan sedikit menenangkan.

Matanya menatap kagum pada lampu lampu yang ada ditaman, yang baru yuki sadari jika tempat itu masih sama seperti dulu, yuki jadi mengingat ketika dengan bahagianya sebuah keluarga menghabiskan waktu bersama dengan saling bergurau dan becanda. Mengingatnya membuat yuki buru buru menepisnya, ia takut jika pertahanannya kembali runtuh..

Ketika yuki berusaha mengalihkan pandangan nya, tak sengaja matanya berpapasan dengan kei yang juga tak sengaja menoleh ke arahnya.
Kedua nya nampak terkejut melihat satu sama lain. Buru buru yuki mengalihkan perhatiannya dan menutup jendela kamarnya sebelum kei memanggilnya.





Hallo.. Gimana ada masukan gak nih buat cerita aku 😂
Terimakasih untuk yang selalu dukung aku dan memberikan suport nya..
Vote dari kalian aku jadikan bonus untuk usaha ku, karena hanya dengan klian suka sama ceritanya aja udah bikin aku seneng. Sekali lagi terimakasih.
Salam dari saya penulis amatir 😂😂

Meaning Of LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang