Zack kemudian menghilang, tak lagi terlihat.
Arabella mengamati benda itu. Lalu menyelipkannya di antara bibirnya dan mulai meniupnya.
Namun Arabella kembali menariknya dan memandang benda itu heran. Tak ada suara sama sekali. Zack memberinya benda rusak?
Tak lama terdengar derap langkah cepat. Arabella segera menoleh ke belakang. Dan dia tersenyum lebar.
Tampaklah Drylox yang sedang berlari kencang ke arahnya. Dengan gembira, Arabella langsung merentangkan kedua tangannya. Berteman dengan Zack membuat dirinya menjadi akrab dengan makhluk ini.
BRUKH!
Drylox menerjang Arabella hingga dia jatuh di hamparan rumput.
Arabella meringis. Makhluk ini besar sekali hingga tulang rusuk Arabella terasa ngilu akibat menghantam tanah.
Trang!
"Enyah kau makhluk terkutuk!"
Arabella terbelalak saat melihat seorang anak laki-laki yang umurnya mungkin sama dengan Zack mengarahkan mata pedang pada tubuh Drylox.
Padahal sebelumnya Arabella pikir yang disebutkan sebagai 'Makhluk Terkutuk' oleh anak laki-laki itu adalah dirinya. Karena yang terkutuk itu Arabella, bukan Drylox!
Sekuat tenaga Arabella menyingkirkan tubuh Drylox dan memposisikan dirinya untuk menghalangi Drylox saat pedang bermata dua itu mulai mengayun hendak menebas makhluk itu.
"Hentikan!" Arabella memejamkan matanya sambil menahan Drylox dengan satu tangan agar tidak menyerang anak laki-laki itu. Sementara tangan satunya terangkat menghalangi pedang itu dari peliharaan milik Zack
Kalau Drylox mati, Zack pasti akan murka. Dan kalau Zack murka, lebih baik rasanya Arabella mati saja.
Zack terlalu menyeramkan saat marah.
Merasa tak kunjung disentuh oleh benda tajam itu, Arabella membuka kelopak matanya perlahan.
Anak laki-laki itu masih mengangkat pedangnya tetapi kemudian menurunkannya. Dari tatapannya terlihat kalau dia terkejut.
Arabella menoleh ke belakang melihat Drylox yang menggeram dan hendak melepaskan diri.
"Sssh... tak apa, Drylox." Ucap Arabella mengelus kepala makhluk itu.
Drylox langsung tenang. Arabella kembali menatap anak laki-laki itu sambil meringis. Dia terlihat oleh orang lain selain Zack.
"Ha-hai..." ucap Arabella canggung. Menatap kaku si anak lelaki yang masih memandang takjub Arabella dan Drylox bergantian.
Anak laki-laki itu sangat tampan. Wajahnya ramah apa lagi saat dia kemudian tersenyum tipis.
Berbeda sekali dengan Zack. Zack juga sangat tampan sebenarnya. Tetapi raut wajah dan sorot matanya tak pernah ramah. Selalu tajam dan sedingin es.
"Hai."
Anak laki-laki itu tersenyum sangat ramah.
Arabella segera bangkit berdiri. Namun gerakannya yang spontan membuat punggungnya yang terbentur tanah berdenyut nyeri.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pathetic Destiny [Completed]
Fantasy[Fantasy-Romance] Arabella, putri terkutuk yang disembunyikan rapat-rapat keberadaannya oleh penghuni istana. Hanya nama yang dikenal oleh seluruh rakyat Kekaisaran Orvins. Kutukan Arabella membuatnya harus menanggung kesakitan luar biasa dan menjer...
![Pathetic Destiny [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/222933626-64-k143552.jpg)