"Kaisar Orvins sudah meninggal. Sekarang kau mau apa?" Allura terduduk memandang kesal sosok lelaki penyihir di hadapannya.
Penyihir itu, Rad, menyeringai penuh kemenangan. "Gadis itu? Di mana?"
Allura berdecak. "Kau mau apa lagi, Rad? Aku sudah membalas budi dengan membunuh Kaisar Orvins agar tak ada lagi sihir yang terhubung dengan Arabella yang melindunginya!"
Rad berdecak. "Tujuan aku menyuruhmu untuk melakukan itu agar aku bisa mendapat keabadian, Allura."
Allura mengerang. "Zack sudah menyerap keabadian itu. Aku tak tahu kau juga menginginkannya. Bahkan aku sempat mengincarnya juga!"
"Zack sudah menyerapnya?" Dahi Rad mengerut.
"Ya. Tapi sepertinya belum semua walau ia sudah dapat keabadian itu. Ia melakukannya tanpa sengaja. Jadi kurasa masih ada yang tersisa."
"Di mana gadis itu?"
Allura mendengus. "Aku yakin Zack menyembunyikannya. Dia mencintai gadis itu."
BRAK!
"Sialan!!"
Allura memutar bola matanya malas. Ia sama sekali tidak takut walau yang ia hadapi sekarang adalah penyihir kuat. Allura juga tak kalah kuat. Jadi ia tak perlu takut nyawanya akan hilang di tangan Rad.
"Sudahlah. Aku saja tidak lagi peduli pada Keabadian itu. Lebih baik jangan ganggu Zack lagi."
Rad sudah merah padam dan hendak kembali membentak sebelum Allura menyela.
"Bagaimanapun dia adalah adikku. Aku kasihan padanya, dia sudah terlalu tersiksa selama ini."
"Kau berhutang budi padaku, Allura!!"
Allura menatap Rad tajam. "Tugasku sudah selesai di sini. Aku pergi. Jangan libatkan aku lagi terutama jika itu membuat adikku kembali tersakiti!"
***
"Apa yang kau lakukan di tempat ini, Zack? Kau tak seharusnya ada di sini."
Zack menatap wajah kakeknya dengan tatapan memohon. Sebenarnya, wajah kakek Zack tidak setua umurnya. Sama sekali tidak.
Sebagai penyihir yang telah memperoleh keabadian, wajah Kakek Thomas terlihat seperti pria berumur lima puluh tahun. Tepatnya, penuaannya terhenti saat ia memperoleh keabadian.
Saat ini, Zack tengah mengunjungi sebuah tempat bak surga yang begitu indah namun terlarang. Tempat para makhluk abadi yang telah menyelesaikan seluruh tugasnya tinggal.
Pandangan Kakek Thomas menurun pada sosok gadis cantik yang tampak pucat dalam gendongan cucunya.
"Siapa dia?"
"Kakek, kumohon tolong aku..." Zack melirih.
Kakeh Thomas menghela nafasnya.
"Ikuti aku."
Kakeh Thomas mulai berjalan meninggalkan tempat itu. Zack mengikuti dari belakang. Keduanya berhenti saat tiba di sebuah rumah kecil yang terbuat dari kayu namun terlihat begitu nyaman.
"Baringkan saja dia di sana." Kakek Thomas menunjuk sebuah ranjang kecil di sudut ruangan.
Zack melakukan apa yang kakeknya ucapkan. Ia kemudian berbalik dan berjalan ke arah sang kakek yang menatapnya penuh tanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Pathetic Destiny [Completed]
Fantasy[Fantasy-Romance] Arabella, putri terkutuk yang disembunyikan rapat-rapat keberadaannya oleh penghuni istana. Hanya nama yang dikenal oleh seluruh rakyat Kekaisaran Orvins. Kutukan Arabella membuatnya harus menanggung kesakitan luar biasa dan menjer...
![Pathetic Destiny [Completed]](https://img.wattpad.com/cover/222933626-64-k143552.jpg)