•Bubidayakan vote terlebih dahulu•
•agar author cepat update•
Ku lihat, ku baca, dan ku dengar
Apakah aku iri?
Ya aku iri
Mengapa semua yang kulihat, kubaca, dan kudengar itu tidak sesuai dengan kenyataan?
Mengapa akhir yang ku jalani
Menyedihkan
Tak adil.
Mengapa lama update?
Author kadang suka kesal dengan cerita yang sudah author update, dikarenakan ada beberapa bagian tidak nyambung, dan maklumi saja ya, dulu author cuma iseng membuat cerita ini dari dalam hati saja, dan kini author bakalan fokus untuk membuat ceritanya, mohon dimaklumi ya, enjoyy membaca;)
****
"Tenang, dia dulu baru kamu," ucapnya lalu dia melepaskan peluru di dalam pistolnya.
Klek..
Menarik pelatuk, lalu...
Dorrr...
"TIDAAKKKK!!!" Teriak Dira dengan histeris yang membuat teriakannya terdengar sampai ke luar dengan diiringi suara pistol yang pelurunya di lepaskan, semua yang disekitar gudang termasuk Shela yang berada di luar gudang tersebut terdiam, bagaikan waktu berhenti, berhenti dengan sangat sedih, semua manusia yang berada di sana bagaikan patung.
Brak
Suara terbukanya pintu yang sangat kencang yang berada di belakang gudang, yang sewaktu itu pintu tersebut di masuki oleh Marcus, terlihat lah sosok seseorang yang berada di sana, dengan wajah ketakutan, kaki yang bergemetar, wajah takut yang meberanikan diri untuk membuka pintu, dengan orang yang disampingnya dengan mata yang bergetar ketakutan. Yuna dan Shela, ya mereka masuk bersamaan dengan jantung yang berdetak sangat cepat hingga mereka merasakan debaran jantung mereka.
Shela yang melihat hal tersebut merasa tercengang, mata yang terkejut bergetar, kaki yang perlahan mulai lemas, tangan yang menutupi mulut karna saking terkejutnya, sedangkan Yuna hampir sama terkejutnya dengan Shela, tidak, malah sangat terkejut melihat kejadian yang tak terduga ini.
"A.. apa yang terjadi?, kenapa? kenapaaaaa?" Suara tangisan yang mulai terdengar.
"Apa yang ayah lakukan?! KENAPAA!!"
" Kakk... Kak... KAK DIRAA, HUHUHU ... KAKAKK..." Shela yang berlari dengan gontai, yang tidak pernah melihat darah yang keluar dari dalam tubuh orang, memberanikan lari ke arah Kak Dira, lari sambil menangis tersedu-sedu.
Di sisi lain... Reyhan kini masih shock, tak percaya apa yang terjadi, mengapa kejadian nya begitu cepat, padahal tadi pistol benar-benar meluncur ke arah Reyhan, apa yang terjadi? Kenapa Dira? Jelas-jelas dia di samping Reyhan, kenapa sekarang berbaring di depan Reyhan? Dira yang kini sedang nengeluarkan darah banyak, baju seragam yang kini seperempat berwarna merah, "Dir? I... ini ka.. kamu? Di..r.. ke.. kenapa kamu berbaring di depan... Ku.. dengan warna.. merah?" Tatapan kosong yang pupil mata Reyhan menatap darah dan mata Dira, tak percaya apa yang terjadi.
Dengan mata yang masih melawan rasa yang ingin menutup matanya, Dira berucap dipikirannya, "Hah... akhirnya aku bisa mencegahnya, ini akan berakhirkan? Kumohon siapa saja datang, cegah ayah membunuh Reyhan, Aku hanya ingin melihat Reyhan tidak kesusah karena aku, jangan perlihat kan dirimu ke aku dengan tatapan mata yang kosong, kumohon."
Masih tatapan yang kosong, melihat Dira hanya berbaring dihadapannya, masih tatapan kosong, melihat Dira yang tersenyum lepas dengan rasa puasnya. Entah mengapa biasanya senyuman dia membuat Reyhan senang, kini senyuman itu merasa hatinya tersayat.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Secrets Of Cupu
Teen Fiction[COMPLETED] Belum di REVISI Cover by: @ziaahfazh Dira, seorang gadis yang berubah menjadi cupu untuk menemukan teman yang tidak memandang fisik, sekaligus menemukan cinta yang ia dambakan, yang bisa melindunginya dari masa lalunya. Cinta yang susah...
