•Budidayakan vote terlebih dahulu•
•Enjoy reading gays•
Saat aku melihat mu lagi.
Pikir ku sederhana.
Menjagamu, melindungimu,
dan menciptakan senyuman di bibir mu.
****
"Saya tau kamu masih ada di sini, saya yakin sekali kalau kamu itu masih hidup di dunia ini, tapi... Semuanya bilang pada saya bahwa kamu sudah tiada, kenapa? Kenapa mereka berbohong? Apa mereka tidak tahu betapa hampa, sepi, dan rindu yang saya rasakan ketika mendengar hal tersebut? Tapi saya selalu yakin kalau kamu kuat, saya berdoa supaya kamu bisa selamat meskipun saya tidak tau kepastian tentang kematian mu, aku rindu Dir," lirih Reyhan dengan nada yang begitu lembut dan penuh kerinduan yang mendalam, air matanya menetes satu demi satu.
"Aku juga kangen banget sama kamu Rey, aku ada di sini, aku senang sekali bisa bertemu kamu lagi, jantung ku berdegup tak sabar menanti hari ini, menunggu hari ini datang, menyemangati diri sendiri dengan mengingat hari seperti ini." Dengan senyum yang hampa.
"Kalau seperti itu kenapa semua orang berbohong?" Tanya Reyhan mengapa mereka tega melakukan kebohongan itu.
"Sebenarnya kak, kami gak mau sembunyiin ini dari kakak, tapi karna kakak terlihat pucat tak berdaya, semakin kurus, orang tua kakak juga terus khawatir, makanya orang tua kakak dan kami sekeluarga sepakat bilang seperti itu ke kakak dan juga karna perawatan di rumah sakit itu kurang memadai, makanya selama 8 tahun ini kami berada di luar negri, aku pindah keluar negri untuk sekolah supaya tidak repot, Kak Dira baru sadar setelah 6 tahun dan 2 tahun ini Kak Dira dalam masa terapi. Akhirnya kali ini Kak Dira boleh pulang ke negaranya, dan Kak Dira juga gak sabar mau ketemu kakak, ya udah Shela buat surat."
Jelas Shela yang menceritakan tahapan kejadian yang dilalui Kak Dira.
Reyhan tampak kesal, ia berpikir betapa sakitnya penderitaan Dira selama ini, setelah dia mengalami kejadian buruk yang lalu, dan ditambah lagi setelah kejadian itu Dira yang berjuang menghadapi jalan hidup dan matinya.
Rasa kecewa mulai menghampiri Reyhan, hati yang berucap 'andai saat itu saya bisa menjadi penopang kamu.'
Melihat Reyhan yang hanya menunduk dengan ekspresi kecewanya, Dira menepuk pundak Reyhan sambil berkata, "Mereka melakukan itu juga untuk kebaikan kita," sambil tersenyum.
"Tapi kamu berjuang di sana, saya berharap saya bisa menjadi penopang kamu Dir," dengan nada rendah.
"Meskipun kamu gak ada di samping aku, cukup dengan kenangan kita dulu, itu juga sudah dapat menyemangati aku, sudahlah Rey, aku ingin bertemu kamu bukan untuk bersedih-sedih."
"Maaf," lirih Reyhan.
"Oh iya Rey, kamu kok cara bicaranya jadi beda, formal banget, mana nih Reyhan yang bar bar kaya dulu," ucap Dira dengan nada mengejek
Reyhan yang memang merasakan perubahan di dirinya juga menjelaskan awal mulanya, "Yahh... Gimana ya... Dulu saya ingin menekuni agar ucapan kamu yang dulu bisa terwujud, saya belajar giat, berbicara formal yang jarang saya gunakan ditambah lagi saya jarang bertemu teman lama saya, sehingga saya sudah terbiasa dengan bahasa formal ini."
Dira hanya mengangguk dan tersenyum, berpikir bahwa Reyhan adalah seorang laki-laki yang mencintainya lebih dari yang Dira dulu pikirkan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Secrets Of Cupu
Fiksi Remaja[COMPLETED] Belum di REVISI Cover by: @ziaahfazh Dira, seorang gadis yang berubah menjadi cupu untuk menemukan teman yang tidak memandang fisik, sekaligus menemukan cinta yang ia dambakan, yang bisa melindunginya dari masa lalunya. Cinta yang susah...
