Haii..
Aku kembali lagi..
Openingku akan selalu berawal dengan kata maaf..
Hehe
Maaf yaa jadwal up Obsession ga beraturan. Mohon dimaklumi karena ga ada inspirasi..
Tapi yasudahlah.. yang terpenting aku tidak menghilang tanpa sebab kek diYB..
Wkwk dahlah..
.
.
.
Happy Reading Chingudeul
🌼
.
.
.
Aku mulai terbangun dari tidurku. Kupandangi sekeliling kamar yang kini sudah mulai terang karena sinar matahari yang menembus gorden. Hingga akhirnya aku sadar akan sesuatu, yaitu menyadari kalau tubuhku sudah berpindah tempat. Semalam bukannya aku tidur disofa, tapi sekarang aku sudah berada dikasur.
Yang kurasakan semalam adalah ada sesorang yang menyentuhku tapi setelah itu aku benar-benar tidak tahu apa yang terjadi karena sudah sangat mengantuk.
Perlahan ku coba rentangkan tubuhku, tapi yang kudapati ternyata Yoongi sedang memelukku dari belakang. Aku semakin yakin yang semalam adalah Dia. Ku balikkan posisiku menjadi menghadap kearahnya, terlihat jelas ketenangan pada wajah Yoongi ketika Ia sedang tidur.
Aku tersenyum singkat ketika mengingat kejadian semalam. Sedikit bercampur malu karena tiba-tiba meminta untuk berhenti.
“Apa kamu marah padaku?” tanyaku padanya sembari mengelus pipinya lembut yang sedang tertidur pulas.
Aku tahu Yoongi tak akan mendengarnya tapi hanya ingin saja bertanya seperti itu. Belum tentu juga aku akan bisa bertanya sesantai ini ketika Dia sudah bangun, kurasa suasananya akan sedikit canggung.
Kulepaskan tangan Yoongi yang sedang melingkar lemah dipinggangku dan turun dari kasur. Aku berjalan kedapur dan mencari air putih untuk membasahi tenggorokanku yang sudah kering.
Setelah cukup sadar aku kembali keruang tidur untuk membuka gorden agar sinar matahari bisa masuk dengan bebas.
Srak
Bunyi gorden yang bergesekan dengan besi membuat suara keras.
Pemandangan dari sini cukup indah. Terdapat hamparan laut terbentang luas diluar sana, ditambah juga sinar matahri pagi yang membuat kombinasi warna semakin menyegarkan mata.
Disela-sela aku menikmati pemandangan, tiba-tiba ada tangan yang memelukku dari belakang. Aku memang terkejut tapi tak langsung memberontak karena disisi lain aku juga yakin orang itu pasti Yoongi.
“Sedang apa?” tanyanya dengan nada halus.
“Mmm. Bukan apa-apa, hanya memandangi laut saja.” Jawabku.
“Kamu ingin kesana?” tanyanya lagi.
“Kemana ? Ketengah laut?” aku heran.
“Iya. Kita bisa naik fastboat.”
“Tidak perlu,tidak ada apapun disana. Laut akan lebih indah jika dilihat dari jauh.” Jawabku. Aku heran kenapa Dia memberikan pertanyaan-pertanyaan tak penting sperti ini. Seharusnya kan kita membahas kejadian semalam. Pasalnya aku sedikit merasa canggung meninggalkannya dalam kondisi kesal padaku.
“hmm. Begitukah.” Kata Yoongi sembari mempererat pelukannya dan menyenderkan kepalanya dibahuku. Bisa kurasakan deru nafasnya yang mengitari leherku.
“Kamu masih marah padaku?” kataku.
Yoongi spontan melonggarkan pelukannya dan membalikkan badanku agar aku menghadap padanya.
Aku memandangnya sesaat.
“Aku tidak pernah marah padamu. Yang selalu kulakukan adalah mencintaimu, tak ada waktu untuk melakukan yang lain.” Jawab Yoongi sembari menangkup wajahku.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
FanfictionKetika 2 sahabat menyukai 1 gadis yang sama. Manakah yang akan mereka pertahankan? Pertemanan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun, atau cinta yang selama ini mereka dambakan, atau bahkan keduanya?
