Hai hai hai...
Obsession dah diujung cerita nih..
Kira-kira ada yang bisa nebak ga ya akhirnya ntar gimana?..
Ada yang team Nara-Yoongi atau Nara-Taehyung..
Atau dua-dua nya..
Atau yang lain..
Wkwk..
Kutunggu komen dan vote kalian yaaa..
Jujur, hal itu adalah semangat dan dukungan yang bisa banget buat aku mood nulis..
Kek adaaaa aja semangat gitu..
Hehehe..
Jujur juga, aku dah nyiapin beberapa judul lagi nih, tapi masih bingung mau publish yang mana dulu...
Sama-sama takut bakal behenti ditengah jalan..
Hmmm..
Dahlah yaa, selamat manikmati chapter kali ini yaaa..
.
.
.
Happy Reading Chingudeul
🌼
.
.
.
“Lepaskan tangan mu dari Nara !!” ucap Taehung murka. Soal tatapan matanya, jangan ditanya lagi, aku sendiri takut.
Aku masih diam mematung ditempat sembari berfikir, aku harus bagaimana.
“Kau lagi....” Yoongi tampak terbiasa dengan hal ini. Pasalnya setiap kali Ia berusaha mendekatiku, pasti ada Taehyung yang siap siaga menghalangi.
“Nara, kemarilah.” Taehyung beralih menatapku. Benar, sesuai ucapannya waktu itu. Apapun yang Ia lakukan, semuanya tergantung padaku.
Aku mencoba melepaskan diri dari genggaman Yoongi sembari menatapnya sayu. Kuisyaratkan semuanya lewat kedua mataku.
“Yoongi, apapun pilihanku sekarang. Hatiku akan tetap untukmu. Jangan pernah khawatir hatiku akan beralih padanya. Tidak. Hal itu tidak akan terjadi.” Semacam itu.
Tangannya menguat, enggan melepasku.
Dan Dor.
Sebuah peluru Taehyung tembakan kelangit-langit cafe. Hingga beberapa puing dekor pecah dan berjatuhan.
Beberapa pelanggan yang berada disanapun panik, beberapa diantaranya berteriak dan segera meninggalkan tempat itu. Seung Jo yang juga berada disana juga kurasa tidak tahu harus bagaimana. Sedangkan Namjoon sudah siap siaga menjadi benteng perlindungan untuk Soo Ah.
Aku sendiri sangat terkejut, sejak kapan Ia membawa benda itu? Bagaimana bisa aku tidak mengetahuinya? Entahlah.
Jantungku berdegup begitu kencang, hingga sedikit terasa nyeri didada. Disaat yang sama aku khawatir jika Taehyung kembali bersikap gila.
“Nara, itu pilihanmu? Benar begitukah pilihanmu?” Taehyung kembali menegaskan agar aku segera kembali padanya.
Aku berusaha lebih keras untuk melepaskan diri, namun Yoongi juga sama. Ia mempererat genggamannya.
“Sampai kapan kau akan hidup seperti ini, Nara?” ucapnya lirih.
Huh.
Hatiku menjadi sesak setelah mendengar ucapannya. Pipiku memanas karena menahan tangis.
“Tidak. Semua ini jalan satu-satunya untuk melindungi Yoongi. Jangan bodoh Nara.” Aku menguatkan diri dalam diam. Mencoba membuang jauh-jauh pemikiran tentang pilihanku pada Yoongi.
Aku menggeleng dan menarik lenganku lebih kuat, namun tetap saja tidak bisa.
Dor.
Tembakan kedua terdengar lagi.
Sungguh, aku semakin gila ketika membayangkan kejadian beberapa bulan yang lalu. Ketika Hoseok harus menjadi korban karena jawaban bodohku. Lalu sekarang, haruskah aku membiarkan hal itu terjadi lagi? Dan pada Yoongi? Jawabannya TIDAK AKAN PERNAH !!.
“Arasseo. Aku akan kesana.” Kataku sambil melepaskan diri dengan seluruh kekuatanku. Hingga aku merasakan sedikit nyeri pada perutku.
Yoongi melepaskannya.
Aku berjalan menuju tempat Taehyung berdiri hingga tidak memperdulikan betapa sakitnya perutku saat ini. Jujur akupun sedikit takut jika terjadi sesuatu pada kandunganku. Tapi akan kutahan semuanya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Obsession
FanfictionKetika 2 sahabat menyukai 1 gadis yang sama. Manakah yang akan mereka pertahankan? Pertemanan yang sudah terjalin selama bertahun-tahun, atau cinta yang selama ini mereka dambakan, atau bahkan keduanya?
