||CHAPTER 8 KEKONYOLAN RAGIL||

132 26 6
                                        

Putar sekarang|Nematomorpha-Fourtwnty

Pasalnya bukan tentang siapa yang
Aku sayang bukan juga tentang siapa dia.
Tapi ini tentang kebutuhan
Dimana aku membutuhkan aku tak memperdulikan siapa dia.

Setelah mengantarkan Ririn Pandu memilih untuk segera pulang ke rumahnya, istirahat atau mandi namun sepertinya rencananya berantakan begitu saja saat menyadari keberadaan Ragil dan Arif yang datang kerumahnya. Bagaimana jika mereka menanyai Pandu bagaimana dia bisa pulang setelat ini? Sial dua mahluk itu memang sudah di takdirkan jadi tukang rusuh. Ragil dan Arif duduk di belakang rumah Pandu dengan secangkir kopi dan setoples makanan ringan, keduanya terlihat sedang membicarakan sesuatu yang begitu serius sambil memakan makanan ringan itu, Arif serius menatap Ragil sedangkan Ragil cowok itu tengah berbicara serius entah apa yang di bicarakan

Pandu geleng geleng kepalanya seolah tak menyadari keberadaan dua mahluk itu, dia melangkah di ambang pintu rumahnya begitu Pandu menginjakan kaki disana ia sudah di kejutkan keberadaan Papahnya yang sedang duduk di sofa bersama dengan Mamahnya-Tiara menonton tv. Pandu mengangkat kedua bahunya acuh kembali melanjutkan langkahnya

"Ndu ada temen mu tuh"ujar Tiara menegakan tubuh berdiri

"Siapa?"tanya Pandu pura pura tak mengerti

"Ragil sama Arif"jawab Tiara sambil menaruh majalah diatas meja

"Pandu.."panggil Rizal membuat Pandu menolehkan kepalanya dan menatapnya datar

"Kenapa?"tanya Pandu tak ingin basa basi

"Gimana sekolah kamu? Kamu nggak mau ke kantor Papah untuk sekedar belajar?"tanya Rizal membuat Pandu mengerutkan dahi

"Belajar apa?"tanya Pandu dengan nada yang tidak bersahabat

"Belajar memimpin perusahaan"jawab Rizal

"Nggak tau"jawab nya acuh dan melangkah begitu saja menaiki tangga

"Pandu Papah belum selesai!"bentak Rizal membuat Tiara mengelus bahu suaminya menenangkan

"Mas..udah dia masih mau sekolah"tegur Tiara di balas helaan nafas kasar Rizal

Pandu menghempaskan tubuhnya kasar. Pandu benci keadaan dimana Rizal memerintahkanya dengan seenaknya menyuruhnya ini itu padahal dia sendiri maaih bisa. Pandu tidak pernah dekat dengan orang tuanya apalagi ibunya bicara saja Pandu muak mendengarnya apalagi berbincang bincang pernikah antara keduanya untuk memersatukan perusahaan bukan karena cinta kehadiran Pandu sama sekali tidak dibutuhkan Tiara maupun Rizal mereka menikah semata mata karena perjodohan dan hasil dari pernikahan keduanya adalah Pandu. Pantas mereka tidak mementingkan kehadiran Pandu karena kehadiranya tidak diinginkan. Apa pernah Tiara menganggapnya anak di depan teman aktris nya?

Tidak! Tidak pernah!

Setelah kejadian yang membuat Pandu depresi Rizal akhirnya sadar bahwa Pandu berharga dalam hidupnya. Tapi itu tak berlangsung lama Tiara terciduk jalan bersama dengan mantan kekasihnya dulu saat dia belum menikah dengan Rizal. Jelas Rizal marah tetapi Tiara mengelak bahwa dirinya tidak melakukan hal itu, namun sia sia usaha Tiara karena mantan kekasihnya menjelaskan secara rinci kepada Rizal. Rizal pun lega akan hal itu kemudian memaafkan Tiara. Pandu bosan dengan kata kata yang meluncur di bibir Ibu dan Ayahnya kata kata yang tidak pantas diucapkan di depan sang anak, tindakan yang seharusnya tidak di tunjukan kepada anak dia menunjukan nya secara terang terangan. Dari kejadian itu Rizal mulai mencintai dan meyayangi Tiara bahkan Pandu sering melihat Ayahnya memanjakan Tiara

"Bangsat di tungguin dari tadi juga"umpatan itu membuat Pandu menolehkan kepala melihat Arif dan Ragil berkacak pinggang di ambang pintu

Pandu menghela nafasnya lelah tapi dia juga tak tega melihat temanya itu karena sudah menunggunya lama
"Emang ada apa nyari nyari gue?"tanya Pandu mengangkat kedua alisnya tinggi tinggi

TENTANG RINDUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang