Hidupnya kelam tak beraturan satu sisi yang menimbulkan kekacauan dan kehancuran. Jatuh, membuat seluruh isi hatinya mati rasa hingga tak ada yang berani hanya untuk sekedar berkunjung. Bahkan ia pun sudah bertekad untuk menutupnya
Namun tekadnya hi...
Meleburkan cita rasa yang tak kunjung di sirna. Merobek semua hasrat yang menggebu Tolong tanyakan pada simpanse yang otaknya lebih kecil dari pada manusia. Motif dari semua perbuatanmu apa? Apa aku pernah merobek bahkan merampas kenangan itu. Oh ayolah sekali saja. Kau.. yang ku damba mari sejenak kita menikmati nostalgia .
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Ririn bertepuk tangan ria. Rumah Ragil kedatangan gerobak ayam pecel, mereka semua bahagia. Bahagia bukan tentang materi kan? Tepat pada jam 00:00 malam Trya datang membawa kue ulang tahun dan tersenyum senang. Tanggal 13 September Ragil di dorong ke kolam renang. Pemuda itu merengek kecil hendak kabur. Zakh dengan tingkah gilanya melepaskan jaket dan menutupi kepala Ragil
"Sat jangan kaya gini"Ragil merengek kecil
"Udah lu diem aja!"perintah Zakh. Cowok itu memberi aba aba pada teman teman Ragil agar membawanya menuju kolam renang. Ragil semangkin tidak beraturan. Tubuhnya berusaha memebrontak namun sayang. Ketika Iqbaal datang langsung mendorongnya ke kolma renang. Ragil yang belum siap, terjebur dengan wajah paniknya
"Anjing lo Baal"ujarnya mengumpati Iqbaal
Zakh Reno Reza Bima Arif tertawa tak terhenti. Sementara Azka hanya tersenyum tipis nyaris tak terlihat. Berbeda dengan Pandu, yang mengobrol santai dengan Trya dan lainya Ragil yang masih di dalam kolam renang. Akhirnya naik pemuda itu menggigil. Ragil mendesak Zakh yang menghalangi jalanya
"Doain gue donggg!!'pintanya
"Ya allah semoga Ragil tetap di berikan kesehatann dan kegilaan yang hakiki"Ragil berdiri mengusap wajahnya gusar
Ririn, gadis itu ikut merapat ke tepi kolam entah sengaja atau tidak Mely yang di sebelahnya membentur tubuh Ririn. Gadis itu goyah, kehilangan keseimbangan dan akhirnya terjebur di kolam renang. Semua berteriak resah. Bima yang waktu itu sedang tertawa terbahak segera berlari. Sama hal nya dengan Arif yang tertawa di tepi kolam langsung menyurak kerumunan. Arif terjun ke kolam tanpa aba aba. Berbeda dengan Pandu yang malah memperhatikan dengan santai. Arif terengah melihat Ririn yang mencoba menyeimbangi agar tidak tenggelam. Menarik gadis itu yang sudah tak sadarkan diri. Tubuhnya dingin. Bibirnya mendadak pucat rambutnya terurai berantakan. Arif membopong dengan nafas memburu.
Dirinya naik ke atas membaringkan tubuh Ririn yang tak sadarkan diri di tepi kolam. Mely yang sudah resah menangis memeluk Aura, yang tengah berusaha menenangkanya. Arif menoleh menatap Mely tajam. Kemudian pemuda itu mendapat tarikan kasar dari Bima.
"Lo apain adik gue anjing?"tanyanya hendak maju namun dengan sigap Pandu menariknya kasar