||CHAPTER 26 MEET BOBO KEBO||

45 5 7
                                        

Jumpa lagi di desember
Authornya mau mondok
Doain betah.
Pulangnya pas libur semester
Wkwk

🌻

Sebuah sarapan tersaji di meja makan. Lengkap dengan semua anggota keluarga. Hanya suara sendok yang beradu dengan keheningan suasana. Tidak ada obrolan hangat ataupun pertanyaan seputar kabarnya di sekolah. Semuanya hening fokus dengan kegiatan masing masing.

Cowok itu menuangkan air jeruk peras kedalam gelas. Kemudian menegaknya hingga habis. Pandu berdiri dari duduknya, melangkah tanpa pamit terlebih dahulu. Pikiranya tengah kacau.

Sementara di sisi lain, Rizal terkejut mendapati korek yang ada di kursi yang telah Pandu duduki. Pria itu mengambilnya dan menatap Pandu yang tengah berjalan dengan tajam.

Perlahan tapi pasti, Pandu merogok saku celana abu abunya. Dan menyadari koreknya tertinggal, buru buru Pandu berlari menuju kamarnya. Namun ketika baru saja sampai di meja makan, Ayahnya menatapnya tajam

"Cari apa kamu? Korek?"tanya Rizal membuat Pandu terkejut

"Iya"jawab Pandu seadanya

"Papah sudah bilang Ndu, berhenti merokok!"perintahnya tegas

"Apa kamu juga masih sering minum? Tidak baik nak"lanjut pria itu

"Pelarian Pandu cuma ke rokok sama bir Pah. Pandu gak sampe main sama perempuan"katanya membela diri

"Tetap saja Ndu, rokok dan minuman seperti itu sangat tidak baik untuk kesehatanmu. Apalagi kamu masih muda, masa depanmu masih panjang. Papah sudah peringatin kamu untuk berhenti merokok, tapi kamu gak pernah dengerin"ujarnya kini pria itu naik pitam

"Papah gak bakal tau"jawab Pandu sarkas penuh penekanan

"Papah sudah melewati pahit manisnya kehidupan remaja. Papah lebih paham rasanya"

"Papah paham gimana? Pandu satu satunya anak yang punya gelar di sekolah. Jadi anak seorang aktris cantik terkenal dan seorang pemimpin perusahaan yang terkenal. Punya duit, tapi Pandu gak pernah ngerasain seneng"Pandu berkata dengan penuh emosi

"Bahkan liburan sama Mamah Papah aja Pandu gak pernah. Uang ada kendaraan ada cuma waktu kalian yang gak ada buat Pandu"

"Pandu gak bakal ada artinya kalo cuma dibandingin sama pencapaian kalian"

"Gak bakalan ada yang ngertiin perasaan Pandu selain semua temen Pandu. Bahkan Pandu ngerasa seneng banget pas Papah nyuruh Pandu berhenti ngerokok rasanya ada yang perhatiin dulu kemana aja? Pas aku sering pulang jam 2 pagi?"

Pemuda itu berlari keluar rumahnya, ia membuka garasi dan mengeluarkan mobil keluaran terbaru milik Papahnya. Cowok itu merasa dadanya sesak mengatakan apa yang ia rasa selama ini

Anak dari keluarga terpandang yang mempunyai penghasilan diatas rata rata tetapi tidak pernah merasakan kehangatan keluarga kecilnya

Semua tentang materi, kedua orang tuanya hanya sibuk mengurusi proyek dan proyek tidak peduli dengan anaknya yang sering merokok dan mabuk hampir setiap hari

Kehidupnya pecah, tak ada arah.

Sementara di sisi lain. Rizal menatap sendu Tiara. Wanita itu tengah menangis tanpa suara, setelah selesai sarapan wanita itu berlari tanpa meninggalkan sepatah kata apapun. Berlari menuju kamar

Dan kini, Rizal berdiri di balik pintu. Walau tak bersuara, tetapi Rizal tau pasti istrinya tengah menangis mendengar penuturan jujur putra semata wayangnya

Pria itu memberanikan diri masuk kedalam kamar, dan benar saja. Air shower menyala dan istrinya membasahi tubuhnya yang masih mengenakan pakaian lengkap meringkuk memeluk lututnya menangis sejadi jadinya

TENTANG RINDUTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang