Oh! Hai!
Ngga mau panjang panjang...cuma mau bilang jangan lupa voment yaaa ❤️
Happy reading ♥️
Matahari sudah terbit, cahanya menembus melalui celah celah jendela yang tak tertutup tirai namun tetap saja, walau jam sudah menunjukan pukul 10 pagi dua orang insan masih saja nyaman dengan tidur mereka.
Namun tak butuh waktu lama..mata yang tertutup itu sedikit mengerjap lalu terbuka pelan pelan.
Bole mata beriris hitam pekat itu menyesuaikan cahaya yang masuk. Ia menoleh tersenyum menatap wajah rupawan pria di sebelahnya yang masih tertidur, sebelah lenganya masih setia sebagai bantalan Vie.
Tangan Vie terjulur untuk membingkai wajah Tian namun di urungkan karena suara ponselnya yang terdengar cukup keras.
Ia menghela nafas lalu mengambil ponselnya di atas nakas, Tian yang sedang tertidur pun terganggu oleh bunyi ponsel Vie karena semalam Vie lupa akan mengaktifkan suara alarm malah yang ia klik telephone.
Ia melihat siapa yang menelfon, matanya melotot seketika. Tian yang melihat itupun terbangun dengan bersandar di kepala ranjang "ada apa?" Tanyanya.
Vie menatap Tian cemas "momy" jawabnya lirih "aku angkat dulu ya" ucapnya Tian pun mengangguk.
Vie menuju ruang depan dan Tian akan mandi terlebih dahulu "Vie kenapa yah?" gumamnya.
______
"Apa!?" pekik Vie dengan suara sedikit meninggi "ngga bisa gitu dong mom, Vie udah gede" jawabnya seperti merengek dengan seseorang di seberang telephone.
"...."
Tian yang sudah selese mandi dan baru saja menutup pintu kamar pun terkejut mendengar teriakan Vie. Ia terkekeh "gede? Gede apanya" kekehnya karena ia menganggap Vie itu sangat polos "eh, kan dia gede..." batin Tian di buat bungkam untuk teriakan Vie yang kesekian kalinya.
"Terserah mommy lah!" Jawab Vie, lalu melempar ponselnya asal. Ia mendudukan diri di Sofa sambil memijit keningnya.
Sungguh di mata Tian Vie sangat aneh, sikapnya kali ini seperti ora g tua Tapi tetap saja dia masih polos.
Tian mendekat lalu duduk bersimpun di hadapan Vie. Tangan Vie ia genggam.
Vie yang meras ada pergerakan pun menatap kedepan lalu tersenyum simpul.
"Ada apa? Hmm?" Tanya Tian.
"Ngg papa Tian" jawab vie sambil menunduk.
Tian maju, lalu..
Cup
Vie yang terkejutpun menatap Tian yang baru sjaa mencium bibirnya. Tangan Tian ia gunakan untung mengusap puncak kepala Vie memberikan ketenangan.
"Ada apa?" Tanyanya lagi sambil menatap Vie penuh harap..
"Momy bilang besok Kaka kesini" jawab Vie..
"Terus?" Tanya Tian lagi karena penasaran.
"Dia ka Daniel"
"Siapa?"
"Kaka tiri aku"
Tian mengerutkan kening "terus?" Tanyanya lagi...
Vie menatap Tian "Vie takut Tian kenapa napa, dari dulu ka Daniel nglarang Vie Deket sama cowo"
Sebentar. Disini Tian bingung, kalau Vie dilarang dekat cowo lalu memang Vie yang Tian tau itu adalah gadis polos, lalu? "Trus kenapa kamu sekolah disini? Kaka kamu g marah emang?" Tanya Tian penasaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
Students'ex (ON GOING)
RomanceCerita di private, follow dulu sebelum membaca Ini hanyalah kisah tentang pertemuan antara Vie dengan seorang pemuda yang memberikan manis pahitnya perasaan... Pria berkaos hitam itu mengusap rambutnya frustasi "bagaimana aku bisa mengatakan padanya...
