Ada yang rindu sama aku???
Jangan rindu
Rindu itu berat
Mending dibaca aja kelanjutannya....
Maaf banget lama nunggunya,,, baru ada waktu seminggu ini migas terus, buka wp sekali kali doang...
Happy reading ♥️
Burung burung berkicau riang, matahari masuk melewati celah celah gorden yang sedikit terbuka.
Seorang pria tampan tak bosan bosannya tersenyum pada seorang wanita yang sudah mengambil separuh hidupnya. Wanita itu masih tidur dengan pulas bergelung didalam selimut tebal.
Tian merengkuh pinggang polos dalam selimut tersebut, tapi tetap saja wa iya itu tak terganggu 'kau cantik sekali, masih sama seperti awal kita bertemu' gumam Tian.
Ia menyingkirkan anak rambut yang menghalanginya menatap wajah ayu wanita bernama Vivian itu, hidungnya yang mungil, wajahnya yang imut, pipinya dan... Bibirnya.
'bibirmu selalu manis, seperti biasanya' gumam Tian. Pria itu menengok kearah jam yang berada di dinding kamar vie. Jam setengah delapan, aahhh.. ia jadi teringat pergulatan panas mereka semalam sampai Vie baru bisa tertidur jam setengah empat pagi.
Haha, ia memang sengaja, dan setiap permainannya ia selalu mengeluarkan didalam. Ia ingin Vie menjadi miliknya seutuhnya, Tian terkekeh sendiri memikirkan aksi bejatnya.
Ia mendekatkan wajahnya pada wajah vie, dari dekat seperti ini ia bisa melihat mata indah wanita itu yang masih tertutup, sangat polos sekali. Tian mendekatkan wajahnya lagi hingga hidung mereka bertemu.
Tian memiringkan kepalanya, dan..
Cup..
Tak ada lumatan, hanya menempel dan membasahi bibir Vie dengan lidahnya sebentar lalu ia menjauhkan wajahnya lagi. Tian tersenyum lalu memeluk wa itabitu lebih erat, membuat tubuh polos mereka di dalam selimut menempel. Menyalurkan kehangatan untuk pagi yang terlalu sejuk untuk dua sejoli yang masih berdiri di atas hasrat.
🎂
"Aku yang akan menyetir" ucap pria yang sudah lebih dulu mengambil kunci mobil yang berada di nakas dekat meja rias Vie.
"Akub bisa pakai mobilku sendiri yan" senggah Vie.
"Aku, atau kita ngga jadi pergi sama sekali" ucap Tian yang sambil menggantung nggantungkan kunci mobilnya di hadapan Vie.
Vie mendengus kesal "iya iya" ketusnya sambil mengerucutkan bibirnya kedepan membuat Tian terkekeh gemas.
"Kenapa manyun manyun? Minta dicium?" Goda Tian dengan wajah pengin dipukulnya.
Wajah Vie memanas apalagi saat matanya tak sengaja menatap manik Tian dan terhanyut didalamnya.
Tian yang mengetahui itu tersenyum miring ia mulai mendekatkan wajahnya pada Vie. Mencangkup wajah chubby Vie dengan tangan kekarnya dan.... "Kok mukanya merah?" Ucapnya
Jduweerrrr....
Seketika seperti Vie menjadi IRONMAN setelah tadi pagi memakan odading mang oleh yang bibi belikan dekat jalan haha canda. Pipi Vie merah padam, antara malu dan marah.
Vie memalingkan wajahnya lalu segera keluar mendahului Tian sambil menghentak hentakna kakinya, tak lupa tanganya ia silangkan di depan dada tanda ia sedang merajuk. Hal itu malah membuat tianb semakin gemas terhadap Vie "ahh.. Kau sangat lucu" gumamnya sambil terkekeh pelan, lalu segera menyusul sang kelinci kecil uang sedang merajuk.
🎂
Rumput hijau luas membentang di hadapan dua orang insan yang masih dalam kediamannya sendiri sendiri.
Vie berdecak pelan "Tian kok diem aja sih" jengkel Vie yang merasa diabaikan sedari di mobil tadi. Ia merajuk kan ingin di perhatiin
Tiann menahan senyumnya agar tawanya ak pecah, namun sayang ia tak bisa "hahahahahha" tawanya meledak seketika hingga membuat anak kecil yang lewat disebelahnya memandangnya ngeri lalu lari terbirit birit. Tian semakin tertawa, apa sebegi mengerikan tawanya, atau anak kecil itu tak kuat melihat ketampanannnya.
"Kok malah ketawa sih" jengkel Vie.
"Hahaha,kamu lucu Vie" ucap Tian yang masih dengan tawanya.
Ia menghentikan tawanya lalu berjalan mendekat kearah Vie yang gerada beberapa langkah darinya, Tian memeluk Vie dari belakang menyandarkan dagunya di pundak ramping Vie yang tertutup Hoodie oversize yang dikenakan wanita itu.
Lalu hening kembali....
"Vie..." Panggil Tian setelah beberapa detik. Vie hanya menjawab dengan gumaman tak jelas.
Tian menatap taman luas yang berisi anak anak kecil yang sedang bermain dengan suka cita "kamu liat deh anak anak disana" ucap Tian. Viepun mengikuti apa yang dimaksud Tian..
"Mereka bahagia banget yah" ucap Tian. Ia mengeratkan pelukannya di pinggang Vie. Vie mengangguk pelan sambil menyanderkan kepalanya di kepala Tian yang berada di pundaknya.
"Aku minta maaf" ucap Tian lirih... "Aku tau kamu blom bisa maafin aku, tapi aku....." Ucapat Tian terhenti saat Vie tiba tiba berbalik menghadap padanya.
".... Vie udah maafin Tian kok, bukannya Tian janji akan bantu Vie" ucap Vie sendu sambil memangku wajah tampan Tian yang sudah di tumbuhi bulu bulu halus di beberapa tempat.
Tia menggenggam tangan Vie yang sedang menangkupnya lalu di kecupnya "aku janji.. aku janji akan bikin kamu bahagia" ucap Tian tulus "apa aku punya kesempatan itu?" Tanya Tian sambil tepat menatap manik hitam Vie...
Vie tersenyim kecil lalu mengangguk "kita mulai dari awal ya" ucap Vie lalu membawa Tian kedalam pelukannya.
Tian membalas pelukan Vie tak kalah erat, tak disangka sebulir air mata jatuh. Tian menangis, dan itu karna wanita yang sama. Vie... Ia yakin dengan keputusannya "aku mencintaimu Vie" ucap Tian di dalam pelukannya.
Vie mengangguk "aku juga" balasnya...mereka hanyut pada suka cita yang melingkupi merek berdua tanpa sadar sedari tadi ada pro yang menatap mereka dri kejauhan sambil mengeraskan rahangnya
"tapi maaf Vie,, pria brengsek itu ga pantas buat kamu. Yang pantas itu aku, cuma aku".....
TBC
Doain ya semoga besok ini bisa up lagi,,, double up kalau bisa.... Ini aku matanya ngga kuat udah ngantuk tadi tak sempetin nulis habis nugas...
Satu kata buat part ini?
Jangan lupa voment ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Students'ex (ON GOING)
RomantikCerita di private, follow dulu sebelum membaca Ini hanyalah kisah tentang pertemuan antara Vie dengan seorang pemuda yang memberikan manis pahitnya perasaan... Pria berkaos hitam itu mengusap rambutnya frustasi "bagaimana aku bisa mengatakan padanya...
