~memaafkan? Apa aku bisa memaafkanmu? Tapi hal itu sudah beralalu lama. Apa tak apa jika aku masih membencimu? Tapi, aku membutuhkanmu~ Vie.
Happy reading ♥️
"Apa kau sudah memaafkanku?" Tanya Tian.
Ya setelah kedatangan kedua orang tua angkat Vie, beberapa hari terakhir Tian sering berkunjung ke kediaman Vie. Sampai Daniel yang waktu itu baru pulang di buat bingung dan cemburu.
Bagaimana tidak? Momy nya selalu menggoda Tian dengan Vie, tak memikirkan nasibnya yang sudah seperti tertindih menara Eiffel. Sakit.
Eaaa😂
Tian dan Vie sedang di meja makan berdua, karena momynya yang pergi ke kantor menemani dadynya bekerja, dan Daniel yang sedang berada di luar kota.
Vie yang sedari tadi menikmati pastanya terdiam. Ia mendongak menatap pria di hadapannya. Memaafkan? Apa aku sudah memaafkan nya?. Bahkan aku tak tau bisa atau tidak untuk memaafkannya. Batinnya.
"Vie?" Panggil Tian lagi.
Vie tersenyum kecil "entahlah" jawabnya sendu sambil menunduk.
Kenapa begitu sakit?, Kenapa begitu sakit melihat wanita yang dicintainya terlihat rapuh? Batin Tian. Tian tersenyum miris "aku harus seperti apa agar kau memaafkanku Vie?, Aku tak bisa hidup seperti ini. Di atas kesedihanmu" ucapnya lirih.
Vie tersenyum dalam tunduknya, lalu mendongak lagi menatap manik Tian "apa kau bisa membawa peri kecilku kembali Tian?" Tanyanya dengan senyum pahitnya.
Deg.
Sekarang, Tian yang menunduk. Mungkin memang aku tak bisa termaafkan, batinnya.
"Maafkan aku Tian, aku belum bisa memaafkanmu. Tapi, aku akan mencobanya" ucap Vie, Tian spontan mendongak.
'apa tadi ia tak salah dengar?' pria itu tersenyum senang "trimakasih vie," hanya itu. Hanya itu yang bisa ia ungkapkan.
"Bantu aku Tian" ucap Vie lagi.
Tian mengangguk semangat, lalu berdiri kesebelah Vie dan memeluk wanita itu erat "aku akan membantumu. Trimakasih, trimakasih Vie".
❇️
Hari mulai gelap, namun hal itu tak menyurutkan semangat belanja Vie. Bukan belanja baju, tapi...
Makanan 😁.
Ya, wanita itu tengan memilik beberapa Chiki Chiki yang akan di masukan ke trolinya, padahal di trolinya sudah setengah penuh dengan Chiki Chiki. Ia berjalan lagi menuju rak berbagai sereal, ia mengambil beberapa...
Bruk...
Vie menghela nafas, dia mengambil empat sekaligus dan salah satunya ada yang jatuh. Saat ia akan jongkok tiba tiba dari arah depanya ada wanita yang sudah jongkok lebih dahulu lalu memungut serealnya "ini mau di taruh mana mba?" Tanyanya.
Vie mendongak "Angel!" Pekiknya.
"Vie?" Pekik wanita itu juga ketika tau siapa yang berada di hadapannya.
"Ah! Taruh situ" ucap Vie. Diapun juga ikut meletakan sereal yang ada di pelukannya. Angel yang melihat tingkah Vie terkekeh, ia kira Vie adalah wanita dewasa terlihat dari penampilannya. Namun ternyata wanita itu sangat imut.
"Ada apa kau kesini ngel? Belanja yah?" Tanya Vie ceria seperti mereka berdua sudah kenal cukup lama. Padahal mereka di pertemukan di kejadian yang hampir menghilangkan nyawa Vie.
KAMU SEDANG MEMBACA
Students'ex (ON GOING)
RomansaCerita di private, follow dulu sebelum membaca Ini hanyalah kisah tentang pertemuan antara Vie dengan seorang pemuda yang memberikan manis pahitnya perasaan... Pria berkaos hitam itu mengusap rambutnya frustasi "bagaimana aku bisa mengatakan padanya...
