Hai sayang sayangku , ada yang kangen ngga?
Nah kan aku ngingkarin janji lagi, harusnya up dari lama.
Tapi waktu itu tuh laporan PKL ku udah ditentuin kapan kapan dan aku masih disetengah jalan, jadi nyelesein dulu, terus tugas numpuk.. maaf banget.
Happy reading ♥️
Ini adalah hari berbahagia suatu keluarga. Suasana yang sejuk menambah kebahagian tersebut.
Ruangan sudah dihias dengan indahnya, orang dan kerabat dekat berkumpul untuk menyaksikan kedua mempelai yang tengah mengucapkan janji suci.
Vie tersenyum haru melihat semuanya, melihat kakaknya Daniel mengucapkan janji sehidup semati untuk menyatukan hubungannya dengan wanita yang tengah mengandung buah hatinya.
Ya, Daniel dan Angel menikah kurang dari dua bulan setelah mereka memutuskan untuk bersatu.
Dan disinilah mereka di rumah yang biasanya sepi dan sunyi karena hanya di tempati Vie dan Daniel, namun sekarang hampir penjuru rumah terisi oleh saudara dan para rekan kerja.
Viepun mengenakan dress putih tulang yang sangat cocok untuk dirinya, disebelahnya ada pria yang beberapa hari ini selalu menempel padanya, siapa lagi kalau bukan Tian.
Tian mengenakan tuxedo hitam yang dipadu padankan dengan dasi putih tulang mirip dengan dress Vie, mereka adalah pasangan yang serasi.
Tak terasa acara pemberkatannya sudah selesai dan sekarang akan dilanjutkan dengan melempar bunga. Vie buru buru berdiri dan ikut berkumpul pada para perempuan yang sedang berdiri untuk mendapatkan bunga yang akan dilempar Angel dan Daniel.
"Siap siap semua" teriak angel yang dapat Vie dengar karna ya, Angel sebenarnya adalah wanita yang agak tomboy dan suaranya sangat berat seperti Daniel.
Vie mencebik kesal karena wanita di sebelahnya mendorong dorong dirinya "ish, minggir minggir" kesal Vie.
"Satuu" ucap Angel...
"Dua" ucap Daniel sama lantangnya, sungguh mungkin kedua orang itu jika bersama akan selalu membuat rumah heboh.
"Tiga" ucap Angel dan Daniel...lalu melempar bunganya.
Vie menjijit dan.... "YEEE, Aku dapat aku dapat" heboh Vie membuat wanita yang ikut berebut jengkel dan segera bubar, berbeda dengan sang mempelai yang terkekeh dengan tingkah Vie.
Tian yang melihat itu hanya menggelengkan kepalanya, Vie dengan senang kembali duduk di sebelah Tian. Bunga yang baru di dapatnya selalu di genggam "aku mendapatkannya Tian" ucap Vie riang.
Tian hanya tersenyum dan mengangguk "Iya"
Vie mencium bunga itu namun setelahnya Vie langsung menjauhakannya, bunga itu langsung ia berikan pada Tian "iiih baunya ngga enak" ucap Vie yang membuat Tian mencium bunga yang berada di tangannya.
Tian mengerutkan keningnya karena, sebenarnya bunga itu tidak ada baunya sama sekali "ini ngga ada baunya Vie" ucap Tian yang lagi lagi mencium bunga itu.
"Itu bau nya ngga enak Tian,...Hoek..." Tiba tiba Vie mual dan muntah namun tidak keluar apa apa. Ia menatap Tian sendu "aku mual Tian" ucapnya dengan air mata yang akan menetes.
Tian gelagapan begitupun mommy dan Dady yang berada di depan mereka "Vie, kau kenapa?" ucap mommy panik begitupun Dady.
"Tenang om Tante, biar Tian yang anterin Vie ke kamar" terang Tian yang diangguki oleh keduanya.
Tian membawa Vie ke kamar wanita itu "istirahat dulu, biar aku ambilkan air" uvcap Tian yang langsung menuangkan air yang berada pada nakas.
"Minum dulu Vie"
KAMU SEDANG MEMBACA
Students'ex (ON GOING)
RomanceCerita di private, follow dulu sebelum membaca Ini hanyalah kisah tentang pertemuan antara Vie dengan seorang pemuda yang memberikan manis pahitnya perasaan... Pria berkaos hitam itu mengusap rambutnya frustasi "bagaimana aku bisa mengatakan padanya...
