Haiii haiiii, kembali lagi dengan aku.
Langsung aja...
Happy reading ♥️
Vie menggeliat, merasakan kecupan kecupan pelan di perutnya. Sekilas ia mungkin membayangkan yang melakukan itu adalah Ti... pria yang di bencinya.
Vie membuka matanya perlahan, dan terlihat matahari yang masuk lewat celah celah gorden.
"Morning baby" sapa lembut dari orang yang sedari tadi mengecup perutnya.
Seketika pandangan Vie menunduk, dirinya menegang. Lalu kepalanya mencoba mengingat apa yang terjadi dan,
gotcha.
Ia mengingat semua, ia melakukannya dengan Daniel, kakanya, walau hanya Kaka tiri namun sudah Vie anggap Kaka kandungnya.
Vie memandang Daniel dengan pandangan sayu, ia bingung harus bagaimana. Ia ingin menolak, tapi tubuhnya yang sudah terbiasa di jamah menahannya karena yang sudah ia katakan sebelumnya, sentuhan Daniel sangat lembut.
Daniel mendekatkan wajah mereka, lalu mengecup pelan bibir yang lagi lagi terasa manis itu saat ia melumatnya sebentar "akhirnya kau menjadi wanita dewasa Vie, tak perlu lagi aku menahannya jika berada dekatmu. I love you" ucapnya lalu mengecup pipi kiri Vie.
Sedangkan Vie hanya diam, masih menatap mata itu, mata yang dulu saat pertama kali mereka bertemu berbinar senang seperti menemukan boneka lucu lalu mengatakan pada wanita dan pria dewasa yang sedang di genggam tanganya bahwa ia ingin gadis kecil itu.
Gadis kecil itu. Vie.
Daniel lalu turun dari ranjang tanpa sehelai benang apapun yang menutup tubuhnya membuat pipi Vie memanas saat mengingat kejadian semalam.
"Aku harus ke kantor, jika butuh apapun telfon aku saja" ucapnya, lalu memandang Vie sebentar tersenyum lembut dan segera menuju kamar mandi.
🐾
Vie menghembuskan nafas lelah. Baru saja daniel menghubunginya bahwa dia harus keluar kota, mungkin akan pulang besok siang.
Jam menunjukan pukul tujuh malam, mungkin jalan jalan sebentar bisa melepas rasa bosannya. Vie segera menuju walk on closet untuk memilih baju yang ia kenakan.
Dan pilihan nya terjatuh pada tangtop crop berwarna putih dan rok span berwarna hitam satu jengkal di atas lutut, karena memang sebagian besar lemarinya hanya rok rok pendek seperti itu.
Seperti biasa, ia tak perlu susah susah untuk memakai bra atau cd, mungkin udara malam akan membuat miliknya sejuk, Vie terkekeh dengan pikiran konyolnya.
Ia memoles bedak tipis pada permukaan wajah ya, sedikit lipblam agar bibirnya tidak terlihat kering. Tak lupa sepatu heels hitam yang tidak terlalu tinggi memperindah bentuk tubuhnya saat memakainya.
'perfect' bangganya pada diri sendiri ketika melihat pantulan dirinya di cermin. Ia bernafas berat, mungkin dadanya sangat tercetak jelas juga ia mengangkat tanganya sedikit saja pasti setengah payudaranya akan terlihat. Ah bodo amatlah.
Segera ia menuju garasi, membawa salah satu mobil kakanya, dan mengendarai nya menembus lalu lalang kota yang terlihat ramai.
Ia memberhentikan mobilnya di depan mall, lalu keluar, menyerahkan kuncinya pada petugas yang ada di sana yang menatap dirinya lapar namun Vie hanya bersikap acuh.
Ia mungkin akan ke restoran langganannya dengan kakanya yang ada di lantai tiga mall ini. Banyak pasang mata yang menatap dirinya lapar, dan sinis? tapi ia tetap bodoamat.
KAMU SEDANG MEMBACA
Students'ex (ON GOING)
RomansaCerita di private, follow dulu sebelum membaca Ini hanyalah kisah tentang pertemuan antara Vie dengan seorang pemuda yang memberikan manis pahitnya perasaan... Pria berkaos hitam itu mengusap rambutnya frustasi "bagaimana aku bisa mengatakan padanya...
