Empat belas

19.2K 219 8
                                        

Hai, kembali lagi dengan aku....

Huuuffft, disini ngga ada ++nya



Happy reading ♥️

Sebastian Vettel, seorang pemuda yang tampan, siapa yang tidak menolak pesonanya. Namun sifatnya yang dingin membuat orang yang kagum padanya memilih untuk mundur.

Tian merasakan angin malam yang bertabrakan dengan tubuhnya yang hanya memakai kaos polos hitam, dirinya berada di balkon apartemen nya.

Pandangannya jauh menerawang saat dua tahun lalu, saat ayahnya menjodohkannya dengan putri rekan bisnisnya. Dan ia harus menerimanya, karena memang sewaktu itu dirinya tidak terlalu peduli dengan wanita, seorang wanita yang benar benar ia cintai hanya mamahnya.

"Kau harus menerimanya, kau tau? Perusahaan ayah sudah akan bangkrut jika tn. Leon tidak membantu ayah. Dan kini ia meminta balasan dengan menjodohkan putrinya dengan kamu, putra ayah satu satunya" ucap tn.vettel

Tian menghembuskan nafas beratnya, apakah pria tua itu sudah tidak waras, ia masih kelas 9 SMP saat itu, dan sudah di jodohkan? WOWW.

Ia menatap sang ayah "tapi aku masih belum genap 15 tahun ayah" jawabnya sopan, karena yang di hadapannya ini adalah orang tuanya.

"Yeah, kau bisa menjalani hubungan kekasih dengan Briana, untuk hubungan selanjutnya akan di laksanakan jika kamu sudah lulus SMA nanti" jelas sang ayah santai. Tian hanya mendesah lemah.

Tapi saat itu ia tidak terlalu mempermasalahkan tentang perjodohan, karena wanita yang tulus ia cintai hanya mamahnya. Sebelum ia bertemu dengan gadis yang tiba tiba masuk dalam bilik kamar mandi yang sedang ia pakai, dan sejak saat itu mungkin sudah bertambah untuk wanita yang ia cintai.

Tian mendesah pelan saat mengingat semua itu. Ia tau ia salah, tapi apakah kesalahannya akan termaafkan. Bagaimana dengan keadaan wanitanya itu setelah ia tinggalkan? Bagaimana keadaan anak mereka?



"Pah, aku sudah punya seseorang yang aku cintai sendiri" katanya memelas pada ayahnya yang sedang duduk di kursi kantornya.

Ayahnya memberhentikan fokusnya pada berkas berkas yang menutup lalu beralih menatap anak tunggalnya "apa kau bilang?" Tanyanya.

"Iya pah, Tian sudah punya wanita yang Tian cintai, dan itu bukan Briana" jelasnya. Berharap papahnya bisa membatalkan perjodohan ini. Namun papahnya hanya diam, tak memberi jawaban atau sebagainya membuat Tian mendesah frustasi.

Memang, sejak ia keluar dari SMA itu Tian melakukan home schooling, setelah itu papahnya langsung membawanya ke dunia kerja berharap anaknya bisa menggantikannya secepatnya.

Namun pria paruh baya itu salah, setelah ke-diaman nya saat itu, saat Tian ingin ia membatalkan perjodohan anak laki lakinya itu malah menjadi jarang di rumah, pulang malam dengan keadaan mabuk, hingga setahun yang lalu memilih tinggal sendiri di apartemen, membuat istrinya menangis diam diam di kamar melihat putranya kini.

Tak jarang papahnya itu mendapatkan kabar bahwa Tian sedang berkelahi hingga mengharuskan anaknya itu di rawat di rumah sakit.

Sampai ia merenung 'apakah keputusannya sudah benar?' , tapi jika ia membatalkan perjodohan ini dapat di pastikan bahwa perusahaanya akan bangkrut. Karena para pemilik saham di perusahannya ada karena ayah Briana.




🍂





Pria itu melepas kaos yang berada di tubuhnya menampilkan tubuhnya yang atletis itu lalu membuangnya asal.

Terdengar bunyi telpon yang berasal dari handphone nya di nakas, ia mengambilnya dengan malas ia mengangkatnya

"Baaaassss, aku kangen banget tau sama kamu. Tiga bulan lagi aku lulus loooh" ucapnya girang di sebrang sana.

Tian mendudukan dirinya di tepi ranjang, lalu menuangkan air dan meminumnya "ya lalu?" Tanyanya dengan nada datar.

"Ko kamu gitu sih, kamu udah ga say..."

"Memang kamu siapa?" Potong Tian cepat.

"Aku ini calon tuna..."

"Memang aku peduli" potongnya lagi

Tut...

Panggilan di putuskan oleh Tian. Lalu ia melempar asal handphone nya dan merebahkan dirinya.

Matanya mulai melihat lihat kamarnya, kamar yang hanya di dominasi warna abu gelap. Tak ada apapun yang menarik dari Dinding dindingnya, namun ia tetap nyaman, karena di salah satu sisi dindingnya atau lebih tepatnya dinding di hadapannya terdapat tiga bingkai foto.

Ya, foto Vie dan dirinya, atau hanya foto Vie sendiri. Tian tersenyum kecil saat memandangnya "aku slalu mencintaimu Vie, selalu" gumamnya.

Lalu ingatannya berhenti saat di mall beberapa hari lalu, saat ia bertemu dengan wanita yang sama seperti yang berada di figura-nya. Vie.

Saat melihat penampilannya dan sikapnya kepada pria yang tak dikenalnya, ia menggeram kesal. Dulu ia yang selalu melindungi gadis polosnya itu dan hanya ia yang memilikinya, memiliki cinta,tubuh, segalanya dari wanita itu.

Tapi ia juga sadar, sadar bahwa ia sudah salah. Salah karena meninggalkan wanita itu begitu saja.




🍂





"Kaaa, aku udah siapp!" Riangnya.

Daniel menoleh ke arah sumber suara, dan disana terlihat gadis kecilnya dengan tangtop putih, cardigan lengan panjang berwarna soft pink dan rok hitam yang hanya menutupi setengah pahanya, jangan lupakan kedua gundukan yang hampir menyembul dari tangtop yang hanya bisa menutupi setengah payudaranya membuat Daniel harus mengatur nafasnya.

"Sarapan dulu" pinta Daniel. Vie pun mengangguk lalu duduk di sebelah Daniel, dan memakan sereal-nya.

"Jadi nanti aku kerja apa ka?" Tanyanya.

"Sekertaris pribadi Kaka" jawab Daniel santai, sambil terus memakan makanannya.

Vie mengerutkan keningnya "memang ada yang seperti itu?" Tanya Vie bingung, yang ia tau ya hanya sekertaris saja. Daniel hanya mengangguk sebagai jawabannya.

"Terus kerjanya ngapain ka?, Kaka kan tau aku belum ada pengalaman kerja" ucap Vie pelan.

Daniel menatap adiknya, shit. Matanya malah memandang gundukan itu,

Tahan Daniel tahan

Daniel berdeham lalu menjawab "tidak masalah, kamu kerjanya mbantu Kaka aja, bikinin Kaka kopi, pijitin Kaka, pesenin Kaka makan si..."

"Apaan!!" Teriak Vie tidak terima.

Daniel memandang adiknya lagi "kenapa kamu ini?" Tanyanya bingung.

Vie menghembuskan nafas beratnya "itu bukan sekertaris kaaaa. Itu sama aja aku jadi pembantu tauuu" kesalnya.

Daniel terkekeh, lalu mengusap kepala Vie sayang "tak apa, nanti sekalian Kaka ajarin tentang perusahaan" jawabnya.

Vie tersenyum, menatap kakanya berbinar "beneraaaan?" Tanyanya memastikan.

Daniel mengangguk, lalu terdiam sebentar seperti memikirkan sesuatu lalu tersenyum smirk "tapii ada satu hal lagi yang harus kamu lakukan Vie" ucapnya.

Vie menatap kakanya itu penasaran "apa?" Tanyanya polos.

Daniel mendekatkan wajahnya pada telinga Vie, membisikan sesuatu yang membuat wanita itu meremang "bercinta dengan Kaka"



TBC


Ada yang masih bingung sama Tian, besok aku lebih jelasin yang bisa di mengerti lagi.

Aku lagi banyak tugas setiap harinya, jadi minta pengertiannya yah 😇

Ingetkan aku kalau udah end 'revisi' gitu...

See you next time guyys..

Jangan lupa voment ❤️

Students'ex (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang