Happy reading ♥️
"Angel!!!" Pekik Vie semangat.
Vie tadi baru saja datang ke kantor, habis makan siang sama Tian. Ya, ia pikir ia harus melupakan kejadian di kamar mandi seminggu lalu.
"Vie?" Pekik angel juga bingung "kau disini?" Tanya nya.
Vie tersenyum lalu mengangguk "aku bekerja disini" jawab Vie, angel hanya membulatkan mulutnya.
"Permisi nona, nona di minta pergi dari sini" ucap salah satu security yang ada di situ.
"Tap.. tapi pak.. sa...."
"Loh' Pak tejo, ko Angel di usir sih?. Dia kan temennya Vie" ucap Vie.
Pak Tejo. Security yang akan menarik pergi angel melepaskan cekakan tangannya "eh, temennya non Vie?" Tanya pak Tejo berubah lebih santun.
Pak Tejo kira angel yang dari kemarin datang ke kantor dan mencari sang CEO adalah salah satu jalang CEO di perusahaan ini.
"Iya pak, jadi jangan di usir yah. Ayo ngel ke ruanganku. Kita ngobrol disana" ucap Vie lalu segera menarik tangan angel menuju ruangannya.....dengan Daniel.
❇️
"Aaahhh, perutmu sudah agak keliatan ngel. Pasti kamu seneng deh mau jadi ibu ya" ucap Vie semangat, namun setelah itu berubah sendu dan itu tak lepas dari pandangan angel.
"Kamu kenapa Vie?" Tanya Angel memberhentikan langkahnya. Ia menarik bahu Vie untuk berhadapan denganya. Ia menoleh, yaa lorong yang ia lewati lumayan sepi. Jadi mungkin tak apa untuk membahas itu disini.
Vie tersenyum, lalu memegang perut angel "semoga dia bisa lahir dengan selamat. Nanti aku harus di panggil aunty, dan itu harus yaa" ucap Vie.
"Vie? Kam..."
"Kamu harus mempertahankan nya ngel, walau itu sulit" ucap Vie pelan. "Jangan sampai dia pergi sebelum bisa melihat dunia, seperti peri ku"
"Siapa yang ninggalin dunia Vie?" Tanya suara barinton dari arah belakang mereka. Seketika tubuh Vie menegang, ia menoleh "ka Daniel"
"Daniel"
Ucap Vie dan angel bersamaan.
"Angel" kaget Daniel.
❇️
"Jadi kamu pernah hamil?!" Tanya Daniel tajam. Vie hanya menunduk dan mengangguk. Ia tak kuasa untuk berbohong lagi pada kakanya itu.
"Anak si bocah itu. Tian??!!!" Tanya Daniel lagi. Vie pun mengangguk.
"Aaarrrgghhhhh!!!!" Teriak Daniel di depan kedua wanita itu. Ia meremas rambutnya frustasi, bagaimana ia bisa kecolongan seperti ini. Sungguh ia akan memberi pelajaran untuk Tian.
Daniel menatap Vie, namun tatapanya malah jatuh pada mata angel yang sedari tadi menatapnya. Daniel diam, ia tak tau harus seperti apa jika sudah berhadapan kembali dengan wanita bernama angel itu.
Daniel mengerjapkan matanya dan mengatur nafasnya. Ia harus menyelesaikan masalah Vie dahulu "lalu dimana bayimu?" Tanya Daniel langsung.
Vie semakin menunduk, ia menggeleng "dia udah pergi dahulu, ninggalin Vie ka" ucap Vie. Ia mendongak menatap sang Kaka. Bulir air mata terjatuh kembali, ia kira ia sudah bisa mengikhlaskan. Namun kehilangan seseorang yang kita sayang tak mudah untuk melupakannya begitu saja.
Daniel menegang, bukan hanya daniel, angel pun menegang lalu menoleh ke Vie. Wanita itu segera merengkuh tubuh Vie yang sudah terisak pilu.
Apa yang harus daniel lakukan sekarang?, Dihadapannya ia harusnya bisa belajar agar tak perlu terus terusan menghindar dari tanggung jawab "kenapa?" Hanya itu yang keluar dari mulut Danie. Suaranya pilu, entahlah ia juga merasakan kehilangan. Calon keponakannya sudah tiada.
Vie yang terisak di pelukan angel menatap kakanya , lalu mengalirlah cerita bagaimana ia dan Tian. Tian yang di paksa menerima perjodohan. Bagaimana ia kecelakanan dan berakhir bayinya pergi.
Angel menutup mulut tak percaya, bagaimana bisa wanita dihadapannya yang selalu ceria pernah mengalami hal yang sangat terpuruk seperti itu.
Daniel pun begitu, ia menatap sendu Vie. Sungguh, sebenarnya ia marah terhadap Tian. Tapi kalau di pikir pikir, ia dan Tian tidak ada bedanya. Daniel sudah dewasa, pria itu tau mana yang baik dan yang buruk.
Pria itu menatap angel dalam, apakah ia harus menerima angel? . Tapi apakah wanita itu mau menerimanya?, Jika menerima apakah ia dan angel akan bahagia?
❇️
Tok..tok...tok...
Ceklek'
"Vie?" Panggil seseorang yang baru saja membuka kenop pintu.
Vie yang sedang menonton tv sambil memakan Chiki Chiki mengalihkan perhatiannya dari tv ke se sosok pria yang sudah berdiri di ambang pintu dengan menenteng plastik belanjaan "Tian? Ada apa?" Tanyanya yang masih setia dengan posisinya.
Tia tersenyum lalu melangkah masuk ke dalam kamar Vie, tak lupa ia menutup pintu kamar wanita itu.
"Ini... Aku habis pulang kantor, lalu di tepi jalan ada yang jual ini" ucapnya lalu memberikan plastik bawaannya pada Vie.
"Apa ini" ucap Vie semangat sembari membongkar plastik yang ternyata berisi makanan dan beberapa es krim berbentuk lucu. Tian terkekeh melihatnya.
Vie tersenyum senang "iiih lucu,,,, ada ynag berbentuk Minions" ucapnya girang.
Tian mendudukan tubuhnya di sebelah Vie, lalu mengambil salah satu es krim yang ada di dalam plastik.
Vie cemberut "ko di ambil sih?" Tanyanya.
Tian menoleh, lalu tersenyum "hehe, satu saja ya. Aku sangat ingin yang ini, yang lainnya untukmu" ucapnya dengan cengiran khasnya.
Vie hanya mencebikan mulutnya dan itu membuat Tian gemas...
Cup....
Vie menoleh terkejut, pipinya bersemu merah "iiih ko cium cium sihhh" ucapnya tak terima.
Tian terkekeh "kenapa? Mau yang lebih yaaa. Oke, aku juga berniat menginap disini" ucap pria itu seperti tak ada dosa.
"Tiaaaannn!!!"
TBC
Satu kata buat part ini?
Jangan lupa voment ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Students'ex (ON GOING)
RomanceCerita di private, follow dulu sebelum membaca Ini hanyalah kisah tentang pertemuan antara Vie dengan seorang pemuda yang memberikan manis pahitnya perasaan... Pria berkaos hitam itu mengusap rambutnya frustasi "bagaimana aku bisa mengatakan padanya...
