Haiii haiii haiiii haiiii, yang masih setiaaaaa.... Kembali lagi sama akuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuuu
Langsung gazzz lahhhh
Happy reading ♥️
"Vie, ambilkan berkas dengan map biru di bawah nakas situ" ucap Daniel dengan tetap fokus memperhatikan laptopnya.
Vie yang sigap pun mulai mencari berkas yang di maksud sang kakak, 'emm mana sih' gumamnya .. "nah ketemuuu" ucapnya girang lalu mengambilnya. Segera ia serahkan pada kakaknya "ini kak" ucapnya sambil menyodorkan map yang kakanya minta.
Daniel menoleh, pandanganya jatuh pada tubuh molek adiknya itu, dengan terusan dark grey yang hanya sepanjang setengah pahanya itu, jangan lupakan belahan rendah di bagian dadanya,membuat kedua gundukan kenyal menyembul.
"Kaaa" ucap Vie lagi sambil menggoyang goyangkan map biru yang ada di tangannya membuat Daniel sadar akan angan-nya itu.
"Eh, iya.." lalu Daniel mengambil berkasnya, dan menatap Vie lagi. Ah.. btw, Vie sudah membantunya bekerja di perusahaanya sudah hampir seminggu.
Karna akhir akhir ini ia sibuk karna pekerjaannya membuat Vie yang memang satu ruangan bersamanya kalang kabut karena terus terusan di suruh suruh oleh kakaknya. Kalau untuk sekertaris biasa itu Daniel hanya suruh mengecek beberapa hal kecil, dan hal yang cukup mendetail ia kerjakan sendiri, tentu bersama Vie.
"Duduk sini, temani Kaka" ucap pria jangkung itu sambil menepuk nepuk pahanya.
Dahi Vie mengkerut, lalu menatap kakanya "Vie berat tauuuu" ucapnya sewot. Karna ia rasa ia sudah besar, masa masih di pangku sama kakanya.
Daniel tersenyum miring, "sinih duduk. Kita main sebentar" ucapnya dengan suaranya yang serak membuat wajah Vie seketika memanas.
Melihat adiknya itu diam saja dengan segera Daniel menarik tangan selembut sutra Vie untuk duduk di pangkuannya. Lalu dengan perlahan Daniel menurunkan resleting bagian belakang dress yang di pakai Vie membuat Vie memekik terkejut.
Setelah terbuka, Daniel segera menurunkan bagian lengan hingga sampai bawah payudara Vie yang sama sekali tak tertutup bra membuat sesuatu di bawah sana menegang seketika.
Daniel mulai mengecupi bagian belakang punggung Vie, sesekali memberikan kissmark disana membuat Vie mendesah tertahan. Seperti sebelumnya, kakaknya itu selalu bermain lembut, membuatnya melayang ke udara.
"Ahhhh" lenguhnya ketika Daniel meremas payudara kirinya dari belakang, sesekali memelintir puting yang entah sudah sejak kapan menegang.
Vie membaringkan tubuhnya di dada Daniel, Daniel pun terus meremas kedua bukit kembar itu secara bergantian dan membuat beberapa kissmark di bagian leher mulus adik kesayangannya ini.
Tanganya turun menyingkap dres bawah Vie ke atas, membuat Vie agak berdiri sedikit untuk memudahkan kakanya itu, dan setelah itu bongkahan pantat sintal mendarat persis di atas juniornya yang masih tertutup oleh celana kain kantoran yang masih ia pakai.
Tangannya meraba raba bibir vagina Vie, memainkan klitorisnya membuat Vie menggelinjang tak tertahankan, desahannya pun tak bisa ia tahan karena rasa yang begitu nikmat dalam dirinya
"aahhh,,,, ssshhh...mmhhhh" desahnya sambil tangannya menggenggam pinggiran kursi yang diduduki olehnya dan Daniel
"Aahhhhh" lenguhannya terdengar lagi, tubuhnya sedikit melengkung, menikmati pelepasan pertamanya.
Daniel membalikan tubuh Vie menjadi berhadapan dengannya, ia dengan segera menurunkan resleting celana hitamnya itu, menurunkan sedikit beserta celana dalam yang menutupi juniornya yang sudah menegang sedari tadi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Students'ex (ON GOING)
RomanceCerita di private, follow dulu sebelum membaca Ini hanyalah kisah tentang pertemuan antara Vie dengan seorang pemuda yang memberikan manis pahitnya perasaan... Pria berkaos hitam itu mengusap rambutnya frustasi "bagaimana aku bisa mengatakan padanya...
