Dua puluh satu

13.4K 200 14
                                        

Ada yang masih nunggu?




Happy reading ♥️

"aahhhh.." lenguh Vie yang membuat libido Tian semakin tinggi. Saat Tian akan menarik Vie ke ranjang wanita itu menahannya.

Pria yang sudah di ujung nafsu menatap Vie tidak terima "di kamarku saja" jawab Vie, lalu  membawa Tian ke kamarnya. Tidak mungkin kan ia  bersama dengan pria lain di kamar kakaknya, bisa bisa akan ada perang dunia ke tiga.

___________



Ceklek..

Setelah pintu sudah tertutup dan tak lupa menguncinya Tian langsung menyambar bibir ranum Vie yang selalu membuatnya ketagihan.

"ummmhh...sshhh" desah Vie di sela sela kegiatan mereka.

Pria yang sudah bertelanjang dada itu menuntun Vie ke ranjang, lalu mendudukannya. Tangan Tian tak tinggal diam, tangan itu turun dan mendarat di benda besar kenyal yang dirindukannya.

"Ahhh..." Desah Vie ketika Tian meremas payudaranya sensual.

Tian terus saja menciumi Vie, lalu turun ke leher wanita itu, meninggalkan beberapa kissmark yang membekas disana.

Vie ia dorong perlahan agar berbaring di ranjang, dan ia di atasnya yang terus melumat rakus bibir itu, bibir manis yang selalu menjadi candunya.

Tangan Vie pun sudah berada di leher Tian, jari jarinya meremas rambut Tian menyalurkan kenikmatan yang ia rasakan.

Tian mulai turun dan berhenti di kedua gundukan kenyalnya, ia mendongak menatap Vie yang juga menatapnya sendu. Kaos Vie ia angkat lalu di lepas melalui kepala Vie dan nampaklah pemandangan yang luar biasa di hadapannya.

Dengan segera ia mengulum salah satu payudara Vie sedangkan yang satunya ia remas sesekali memelintir dan mencubit putingnya membuat sang empu memekik keenakan.

"Aahhh....mmmhhh" desah Vie, entahlah, ia merasa merindukan Tian. Merindukan segalanya termasuk tubuh pemuda itu, ia tak kuasa menolak sentuhan sentuhan yang di berikan Tian.

Tangan Tian yang satunya turun memasukannya di antara rok span yang melekat di tubuh indah Vie. Jari jarinya bergerilya di sana, mencari klitoris Vie dan

Dapat..

Di gerakannya jari jari Tian sensual membuat Vie menggelinjang menahan geli bercampur nikmat yang ia rasakan,

"Ahhhh... Ahhhh,,, mmmhh" desah Vie memenuhi sunyi ruangan dalam kamarnya.

Tian mensejajarkan tubuhnya "apa boleh?" Tanyanya dengan suara serak. Matanya sudah berkabut gairah dan itu bisa di lihat oleh Vie.

Vie hanya mengangguk mengiakan, membuat Tian senang bukan kepalang "aku akan pelan pelan" ucap Tian.

Cup...

Di kecupnya kening Vie lama membuat hati vie terasa hangat, sudah lama ia merindukan semua ini.

Tian mulai melepas celana jens nya sampai celana dalamnya. Dan disana, terpampanglah junior Tian yang sudah menegang "lihatlah Vie, dia merindukanmu" ucap Tian vulgar membuat pipi Vie bersemu merah.

Tian terkekeh melihat Vie yang bulshing..

Cup..

Di kecupnya lagi pipi Vie, dan Vie kembali bulshing.

"Kau imut sekali, apa kau tau aku tak melakukan ini lagi setelah pergi darimu dulu" ucap Tian sendu "maafkan aku" ungkapnya yang hanya di balas senyum kecil oleh Vie.

Students'ex (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang