Hai....
Happy reading ♥️
Vie sedang disini. Duduk manis dengan menampilkan senyum terbaiknya. Wanita itu ikut berbahagia ria di tengah tengah keluarga yang sudah merawatnya hingga sebesar ini.
Ah, disini sedang membahas perihal kakaknya, Daniel yang akan menikahi angel yang tengan duduk dengan malu malu di samping kakaknya itu.
Lalu Ia merasakan pergerakan di tangannya, setelahnya tanganya terasa hangat karena genggaman seseorang. Vie menoleh dan menampakan pria yang sedang senyum ke arahnya.
Pria itu maju untuk lebih dekat dengan Vie, ia berbisik "apakah kau tak ingin seperti kakakmu Vie?" Tanyanya.
Vie mengerutkan keningnya tak paham, Tian yang mengerti raut wajah wanita yang dicintainya itu tersenyum miring "menikah? ...Kau tak ingin menikah!?" Tanyanya dengan di akhir kalimatnya pria itu mengencangkan suaranya membuat orang orang terdiam.
"Menikah?" Nah, itu suara mommy.
Vie? Ia sudah memelototkan matanya pada Tian yang sudah tersenyum kemenangan. Apa apaan pria ini? Batinnya.
"Kamu mau menikah sayang?" Tanya sang momy yang entah sejak kapan sudah di sebelahnya.
Wanita dengan dress pink pastel selutut dengan pundak yang di buat polos itu menatap sang mommy "engga mom!!" Pekiknya tak terima.
Daddy yang berada di sebelah sang mommy sedang merengkuh lembut pinggang wanita itupun hanya terkekeh.
Lalu acara di lanjutkan. Berbeda dengan Vie yang sekarang tengah menunduk. Jika kalian pikir pipi Vie bersemu merah atau menahan malu, kalian salah.
Dia sedang berpikir. Dan Tian yang melihat gerak gerik Vie pun menepuk pundak wanitanya dan membuat Vie terlonjak kaget "ada apa?" Tanya Tian.
Vie tersenyum tipis lalu menggeleng. Ia menatap lurus, entahlah apa yang di tatap karna di depan hanya berisi pelayan yang berlalu lalang 'Menikah?' batinnya.
Ia tersenyum kecut, lalu terkekeh miris 'siapa yang mau menikah dengannya memang?' batinnya. Benar bukan? Memangnya ada pria yang menerima wanita sepertinya? Seperti barang yang sudah terpakai. Haha, tak terasa bulir air mata jatuh begitu saja.
Tian pun melihat itu, melihat semuanya. Ia menarik pundak Vie agar menatapnya, namun baru memegang saja wanita itu tanpa mengucapkan apapun pergi begitu saja.
Tian terus menatap Vie yang menaiki tangga, lalu menutup pintu kamar hingga tertutup rapat. Sebenarnya Vie kenapa? Pikir Tian. Tian menunduk , pria itu menghela nafas, apa Vie tak ingin menikah dengannya? Pikirnya.
🐟
Mobil sport keluaran terbaru itu berhenti di depan sebuah perusahaan dimana seseorang yang akhir akhir ini selalu terlintas dibenaknya bekerja.
Pria itu membuka kacamata hitam yang melekat menutupi mata indahnya lalu tersenyum memandang perusahaan besar tersebut. Entahlah, tak ada yang tau apa makna di balik senyuman itu.
Derap kaki melangkah mengikuti setiap langkah yang pemuda ambil. Pria itu berhenti di hadapan sang resepsionis yang tersenyum ramah, pria itu balas tersenyum manis, membuat beberapa pegawai wanita disana termasuk sang resepsionis terpana akan senyuman indah pemuda itu.
"Ada yang bisa saya bantu tuan?" Tanya sang resepsionis ramah. Sungguh ia baru pertama kali melihat pria itu datang kemari, pikirnya.
Pria itu masih dengan senyum manisnya menjawab "Vie ada?.. em maksudku Ms. Vivian apakah ada?" Tanya pria tersebut.
Resepsionis itu mengangguk sekilas "sebentar, biar saya tanyakan. Emm, apakah tuan sebelumnya sudah membuat janji?" Tanya sang resepsionis.
Senyum manis pemuda itu kini di gantikan dengan senyum kecil, lalu menggeleng "tidak, saya ingin memberi kejutan untuk Ms. Vivian" jawabnya di sertai kedipan mata sebelah, membuat sang resepsionis malah salah tingkah.
"Ah, baiklah. Sebentar" jawab sang resepsionis, terlihat wanita itu sedang menghubungi seseorang.. sekertaris Vie pikir pemuda itu.
Resepsionis itu selesai dengan telepon nya lalu tersenyum kearah pemuda tadi "Silahkan tuan, nona Vie sedang berada di ruangannya dan sedang senggang. Ruangannya berada di lantai paling atas lalu ada pintu dengan tulisan CEO, nona Vie ada di dalam" jelas sang resepsionis.
Pria itu mengangguk lalu tersenyum ramah "baik, trimakasih" pria itu melangkahkan kakinya untuk menaiki lift dan memencet lantai teratas gedung ini "ah.. aku tak sabar bertemu denganmu baby" ucapnya, lalu ia tersenyum. Bukan senyum manis atau senyum ramah yang sebelumnya, melainkan senyum smirk.
🐟
Tian menghela nafas lelah. Kalian tau dimana dia berada sekarang? Di Paris. Pria itu harus bertemu dengan clien nya yang berada di Paris. Dan sekarang ia sangat bosan.
Sudah jam makan siang, ia rindu makan siang bersama Vie. Namun wanita itu sejak hari itu hingga kini mendiamkannya, entahlah ada apa dengan Vie. Ia pun tak mengerti.
Lalu di hadapannya kini, sang clien sedang menjelaskan perihal perihal yang menurutnya tak penting. Ia tau clien yang bernama Steph ini tengah menggodanya.
Lihatnya pakaian yang di pakainya hanya bisa menutupi setengah pahanya, lalu payudaranya yang dibiarkan menyembul setengahnya begitu saja. Namun itu tak membuat Tian tergoda. Sungguh!, Entahlah, Tian juga tak mengerti. Apa ia hanya tergoda dengan Vie? Mungkin ia. Ah! Membayangkannya saja membuat miliknya tegang.
Clien bernama Steph itu tersenyum smirk, ia pikir rencananya berhasil untuk menggoda sang kolega. Tiba tiba ia mengatakan jika presentasi nya sudah selesai. Lalu beberapa orang mulai keluar, Tian yang mulai sadarpun berdeham lalu melangkahkan kaki keluar.
Namun naas, pergelangan tanganya di cekal oleh Steph. Wanita itu berlenggok dihadapan Tian seperti jalang murahan di club' club' murahan. "Aku tau, kau menginginkanku" ucapnya sensual membuat Tian mengerutkan keningnya bingung.
Steph menutup pintu ruangan meeting, lalu berbalik menatap Tian yang masih menatapnya bingung. Ia kembali mendekat lalu memegang tangan Tian untuk dipegangkan ke payudaranya. Tian yang sadarpun langsung menarik tangannya "apa yang kau lakukan?" Desisnya tajam.
Steph menatap koleganya menggoda "Tak usah menolak, aku tau kau menginginkanku tuan. Dan aku siap untuk melayanimu" ucapnya yang malah membuat Tian bergidig ngeri.
Kedua tangan Steph bertengger di dada bidangnya namun segera Tian cekal kuat membuat wanita itu meringis "sak,,kit.." ucapnya.
Tian segera mendorong wanita itu "apa yang kau lakukan bitch? Kau sedang menggodaku? Haha, tapi maaf aku bukan pria yang mudah tergoda" ucap tian.
"Dan tentang proyek ini? Maaf, mungkin ini pertemuan terakhir kita bitch, trimakasih" terusnya, lalu segera melenggang pergi dari sana.
Dan kalian tau?, Setelah itu Tian segera memesan helikopter untuk pulang, menemui wanitanya yang sedang merajuk.
TBC
HAYOOO...siapa yang mau ngasih kejutan buat Vie.
Satu kata buat part ini?
Jangan lupa voment ❤️
KAMU SEDANG MEMBACA
Students'ex (ON GOING)
Storie d'amoreCerita di private, follow dulu sebelum membaca Ini hanyalah kisah tentang pertemuan antara Vie dengan seorang pemuda yang memberikan manis pahitnya perasaan... Pria berkaos hitam itu mengusap rambutnya frustasi "bagaimana aku bisa mengatakan padanya...
