Dua puluh sembilan

8.4K 127 7
                                        

Haiii, ada yang rindu tapi bukan dilan...


Happy reading ♥️

ini adalah malam sebelum hari kedua membahagiakan keluarga Vie. Ya besok ia akan menikah, namun seharian ini Tian ga ada kabar membuatnya tak bersemangat.

"Vie, aku boleh masuk?" Yeah,, setelah tau dirinya hamil, Angel langsung membatalkan bulan madu yang sudah di atur matang matang oleh sang suami.

"Iya ngel" ya, walau Angel sekarang adalah Kaka iparnya tapi dia bilang bahwa ia menganggap ku sahabatnya...

Lalu terdengar pintu di tutup, dan seorang wanita dengan surai panjangnya itu melangkah sambil membawa susu ibu hamil "ini bumil susunya di minum dulu" ucap Angel.

Dan disinilah mereka, kedua ibu hamil yang menikmati segelas susu ibu hamil sambil menikmati matahari tenggelam dari jendela besar kamar Vie.


👁️



Seorang pria tengah urung uringan karena seharian ini ia malah harus disibukan oleh urusan kantornya. Ia merindukan pelukan Vie.

"Bagaimana keadaanmu Vie" monolognya.

"Kamu udah makan belum ya, udah minum susu ibu hamilnya belum ya" terusnya.. lalu ia melihat kedepannya , setumpuk berkas berkas yang menumpuk.

Tian menghela nafas lelah, lalu ia melihat jam tangannya sudah hampir sore, ia harus menyelesaikannya sekarang, mau menghubungi pun DIMANA PONSELNYA?! sejak membuka mata ponselnya entah raib kemana.

Sekali lagi ia menghela nafas, ini semua demi Vie, demi masa depannya dengan wanita itu. Besok adalah hari istimewanya, mimpinya segera terwujud dan ia akan lakukan apapun demi dia, demi Vie-nya.


👁️


Ini adalah hari yang di tunggu tunggu, suasana di luar sana sudah ramai dengan beberapa sanak saudara dan teman dekat serta para tamu undangan. Namun ada yang berbeda karena Vie yang sedari tadi menghubungi seseorang dengan terus memegang sebuah surat di tangannya.

"Ahhh" jengkelnya. Sedari membuka mata pagi tadi ia langsung menghubungi Tian, namun pria itu tak mengangkat teleponnya sampai seseorang memberinya paket yang berisi sebuah surat yang berisi
'datanglah ke taman di pinggiran kota, kalau tidak nyawa calon suamimu menjadi taruhannya'
Sungguh, ia sangat takut. Apalagi sekarang Tian tak mengangkat teleponnya, orang tua Tian bilang bahwa sedari semalam pria itu tak pulang, pria itu terus di kantor.

Vie menggigit gigit jari jarinya bingung, lalu tiba tiba ponselnya berdering, dengan segera ia mengangkatnya "ha..halo" ucapnya gemetar

"'Apa kau sudah membaca surat dariku?' Ucap seseorang dari seberang sana.

"Ap.. apa yang kau mau, lepaskan tian" ucap Vie menahan tangisnya.

Seseorang di sana yang dari suaranya adalah lelaki tertawa 'hahahaha, tidak semudah itu baby. Kau datanglah kesini, ketempat yang aku minta lalu nyawa calon suamimu akan selamat' lanjut pria itu.

"Ba..baik, ak.. aku akan segera kesana" dengan segera Vie mematikan sambungan lalu segera melihat sekitar, ia harus pergi, tapi bagaimana. Para tamu sudah berkumpul.

Ia menoleh ke arah jendela dan, gotcha!
Ia segera mengganti bajunya, yang awalnya ia sudah memakai gaun putih panjang yang mengambang, dengan cepat ia mengambil rok pendeknya dan hanya menyisakan tangtop putih dan memasangkan jaket kebesarannya yang panjangnya mencapai lutut, ah dia sangat sexy. Apakah akan ada yang mengira bahwa dia adalah mempelai wanita yang kabur.

Vie segera mengendap dan berada di sebelah jendela uang terbuka. Untung saja dia sedang berada di lantai satu, jadi dia tak perlu susah payah untuk turun.

Ia segera naik dan loncat, ah sungguh jika ia tadi mengambil celana Daniel mungkin akan lebih gampang, batinnya.

Ia segera pergi dari rumah, ia memesan tadi di pertigaan jalan dan menuju ke lokasi yang di janjikan. Ah sungguh, ia sangat mengkhawatirkan Tian, Tian.. semoga kau baik baik saja, doa Vie.


👁️


10 jam kemudian

Nampak seorang pria dengan laptop yang dibiarkan menyala di depannya, ia mengedarkan pandangannya dan ini sudah hampir malam. Seketika ia tersentak dan berdiri, ia melihat di jam tangannya, jam what the? Sudah jam 8 malam?!!!
Lalu

Bagaimana dengan pernikahannya!!!!

Ia segera menyambar kunci mobilnya dan segera menuju rumah Vie, ada apa ini. Kenapa ia bisa tertidur selama itu, seingatnya terakhir kali ia hanya meminum teh hangat dari salah satu karyawan baru di kantornya.

Dengan kecepatan di atas rata rata ia mengendarai mobilnya, ia sangat akut terjadi apa apa pada ie dan pernikahannya serta calon anaknya.

"Vie,,," ia sangat khawatir dengan Vie... Bagaimana dengan keadaan wanita itu.

Sesampainya di rumah Vie, dengan segera Tian bergegas mengetuk pintu, dan

Ceklek...

"Nak Tian" ucap wanita yang sudah terlihat paruh baya, ya dia mommy Vie. Dengan segera momy Tian langsung menangis, membuat Tian tambah khawatir.

" Tan, Tante,,,Tante kenapa, Vie mana, Vie mana Tante " tanya Tian khawatir sembari menyangga tubuh mommy Vie yang hampir terjatuh.

"Vie, Vie.." ucap mommy Vie sambil terus menangis "Vie hilang tian."


Deg...

"Vie,".... Bagaimana ini, ini salahnya, kenapa ia bisa sampai ketiduran hampir seharian full "Tan, Tante, maaf Tan.. maafin Tian, ini semua salah Tian Tan" ucap Tian yang juga ikut menangis, sambil bersujud di hadapan mommy Vie.

Mommy Vie terus terisak lalu menyuruh Tian berdiri "nak Tian kemana aja? Seharian Daniel, Dady dan papah kamu nyoba hubungin kamu. Papah kamu ke kantormu tapi kata asistenmu kamu lagi keluar kota" ucap mommy Vie.

"Ti,, Tian...Tian ngga tau Tan, Tian tadi tiba tiba kebangun di ruang kerja Tian. Tian, Tian ngga tau knapa bisa ketiduran Tan, maaf. Maafin Tian, ini semua salah Tian"

Mommy Vie menenangkan Tian "lebih baik kamu masuk dulu, sekalian istirahat disini, besok sama Daniel cari Vie bareng bareng ya" ucap mommy Vie.

"Tapi, Tian ngga bisa tenang Tan. Vie, gimana keadaan Vie" ucap Tian panik.

"Daniel udah cari informasi Vie baik baik aja, lebih baik kamu istirahat dulu, biar besok sama sama nangkep pelaku yang bawa Vie pergi ya" ya, sebenarnya tadi Daniel sudah mengecek Vie ada dimana, namun karena di tempat Vie berada di jaga pengamanan yang ketat jadi ia tak bisa masuk begitu saja.

Akhirnya Tian mengangguk dan ikut masuk, ia memilih kamar Vie untuk tempat tidurnya, 'apa yang ia lakukan?, semua ini salahnya', sungguh ia sangat menyesali semuanya, harusnya. Harusnya sekarang ia bisa bersama Vie dan...anaknya, bagaimana kondisi Vie dan anaknya, semoga anaknya baik baik saja karna, jika anaknya kenapa napa lagi semuanya akan hilang. Ia tak mau kehilangan keduanya untuk kedua kalinya.








TBC

Haiii,, ada yang rindu Vie?Tian?

Sebenarnya aku bingung mau nglanjutin cerita ceritaku yang ada di wattpad gimana, karna aku dah jarang banget buka apk ini :')

Maaf ya,, tapi tak usahain buat update sampe end walau bakal lama :')

Satu kata buat part ini?

Makasih buat yang stay disini ❤️❤️❤️

Students'ex (ON GOING)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang