Jungkook hari ini akan bertemu dengan salah satu klien bisnisnya yang tinggal di Meksiko namun ia merupakan orang Korea. Sebelum Jungkook pergi ke kantor, Yein merengek ingin ditemani Jungkook di rumah, tetapi Jungkook tidak bisa karena hari ini ia harus bertemu klien penting itu.
"Oppa, hari ini aku ingin ditemani di rumah, " Ucap Yein sambil bergelayut manja di lengan Jungkook yang sedang memakai dasi.
"Tapi aku sedang ada klien penting. Jika klien ini tidak penting aku tidak mungkin aku menolak keinginanmu," Ucap Jungkook mencoba memberikan pengertian kepada Yein.
"Hihhh, dasar suami menyebalkan," Ucap Yein melepaskan tangannya dari lengan Jungkook dan membelakangi pria itu.
"Utututu, apakah calon ibu ini sedang marah, heum. Aku mohon jangan marah, aku berjanji akan pulang cepat. Nanti bagaimana kalau kita pergi ke pasar malam? Bagaimana? Mau tidak?" Bujuk Jungkook agar Yein mau mengijinkannya pergi ke kantor.
Yein lalu menimang-nimang ucapan Jungkook, Jungkook yang melihat tingkah Yein yang menggemaskan saat sedang berfikir itu pun hanya tersenyum.
"Baiklah, aku mau. Tapi kau janji ya nanti malam kita pergi ke pasar malam," Ucap Yein sambil mengajukan jari kelingkingnya.
"Iya aku janji" Balas Jungkook sambil menautkan kelingkingnya dengan Yein. "Kalau begitu aku berangkat dulu, jaga diri baik-baik di rumah" Ucap Jungkook mengecup kening Yein lalu pergi untuk segera menuju kantornya.
Akhinya seetelah Jungkook memberikan pengertian dan nasihat kepada Yein tadi ia pun luluh dan akhirnya mengijinkan Jungkook untuk pergi. Saat Jungkook pergi tadi Jungkook melirik Yein sekilas yang sedang memberengut kesal, Jungkook yang melihat tingkah istrinya itu justru hanya bisa menggelengkan kepala.
Setelah kepergian Jungkook yang pergi ke kantor ia merasa kesepian di rumah orang tua Jungkook itu. Sebenarnya Yein ingin punya rumah sendiri bersama Jungkook namun ia takut untuk mengatakan hal itu kepada suaminya.
Kalian pasti tahu bukan alasan Yein ingin mempunyai rumah sendiri? Selain merasa tidak nyaman ia juga merasa di sudutkan jika sudah berhadapan dengan Ibu mertua dan Hyorin. Mereka seperti sangat membenci dirinya, padahal Yein tidak pernah mengusik mereka.
Seperti saat ini, Hyorin yang pagi-pagi sudah datang dan berteriak memanggil Yein. Kenapa Yein sial sekali, hari ini semua pelayan di liburkan karena memang hari libur mereka, hanya tersisa bibi Yan saja yang akan membantu Yein di rumah. Sayangnya bibi Yan sedang pergi berbelanja stok makanan dan tinggallah Yein sendirian di rumah bersama Ibu mertuanya dan Hyorin.
"Yein buatkan aku jus jeruk!!" Teriak Hyorin dari lantai bawah.
Yein sedikit merasa terkejut dengan teriakan Hyorin, mau tidak mau ia harus menuruti perintah Hyorin. Yein melangkah dengan hati-hati saat menuruni tangga.
"Iya ada apa Hyorin," Tanya Yein yang saat ini sudah ada di hadapan Hyorin.
"Buatkan aku jus jeruk," Ucap Hyorin memberikan perintah kepada Yein.
"Baiklah, aku akan membuatkannya," Ucap Yein lalu melangkah pergi ke dapur, namun saat baru dua langkah suara Hyorin kembali menghentikan langkahnya.
"Yein tunggu dulu," Ucap Hyorin menghentikan Yein.
"Iya ada apa Hyorin?"
"Gulanya jangan banyak-banyak, dan satu lagi. Buatan aku nasi goreng, aku sedang lapar."
Yein pun menurut dan menganggukkan kepala menyetujui keinginan Hyorin, ia pun melangkah pergi menuju ke dapur. Hyorin hanya bisa membuang nafas kasar untuk menyemangati dirinya sendiri. Ia pun mulai meracik bumbu nasi goreng terlebih dahulu sebelum membuatkan jus jeruk untuk Hyorin.
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry {Jungkook & Yein}
РазноеTidak disangka oleh Yein hanya karena menyelamatkan seorang nenek-nenek Yein dijodohkan dengan cucunya. Yein tidak mau dijodohkan dengan cucu nenek tersebut tapi nenek tersebut tetap memaksa Yein untuk menikah dengan cucunya sebagai rasa terimakasih...
