Jungkook dan Yein kini tengah asik bergelung di dalam selimut. Sejak kejadian di rumah keluarga Jeon kemarin Jungkook agak sedikit pendiam. Ia masih merasa kecewa dengan kelakuan sang ibu.
Yein sebagai istri berusaha memberikan Jungkook sedikit nasihat agar pria itu menjadi lebih tenang. Yein hanya tidak mau Jungkook membenci ibu kandungnya karena masalah kemarin. Mau bagaimanapun juga Sohyun adalah ibu Jungkook, ia adalah wanita yang telah melahirkan Jungkook terlepas dari segala perbuatannya yang menyimpang dan merugikan Jungkook dan dirinya pastinya.
Lalu bagaimana dengan perasaan Yein sebagai orang yang selama ini dijadikan sasaran? Apakah dia marah? Jawabannya adalah tidak, Yein tidak marah. Ia hanya merasa kecewa karena ibu Jungkook yang notabenenya adalah ibu mertuanya sendiri berusaha memisahkan dirinya dari putranya, Jungkook.
Yein sudah memaafkan ibu mertuanya itu. Ia yakin ibu mertuanya pasti sangat sedih saat putranya mengabaikan dirinya. Apakah Sohyun menyesal? Tentu saja iya.
Mungkin kejadian yang dulu tidak separah sekarang. Dulu Nari masih menjadi kekasih Jungkook sedangkan saat ini wanita yang akan dipisahkan darinya sudah menjadi istrinya dan tengah mengandung anaknya.
Saat ini Jungkook masih membutuhkan waktu untuk memaafkan kesalahan ibunya seutuhnya. Ia tidak bisa membayangkan bagaimana jadinya jika neneknya tidak menyelidiki semua itu, mungkin sekarang Jungkook pasti sudah terpaksa berdiri di atas altar pernikahan dengan wanita licik itu.
Dan yang pasti itu adalah sebuah kemenangan bagi Sohyun dan Hyorin. Tetapi semua itu tidak terjadi, Jungkook amat sangat bersyukur karena semua yang ada di pikirannya tidak akan pernah terjadi untuk selamanya.
Jungkook merasakan pergerakan dari Yein yang kini tengah tidur di dalam pelukannya. Jungkook menyunggingkan senyumnya saat Yein berusaha mencari kenyamanan dengan menduselkan wajahnya di dada bidang milik Jungkook.
Pria itu sedikit merasa geli karena ia tidak memakai baju atasan atau lebih tepatnya saat ini Jungkook sedang shirtless, ya kalian tau siapa pelakunya yang membuat Jungkook seperti itu? Tentu saja Yein.
Seusai makan malam tadi Yein mengajak Jungkook untuk langsung tidur, sebenarnya Jungkook ingin menolak sebab ia harus menyelesaikan beberapa berkas yang ia bawa pulang dari kantor tadi siang. Ia terlampau malas mengerjakan semua berkas itu di kantor dan berakhirlah ia membawanya pulang karena berfikir ia pasti akan lebih leluasa mengerjakannya di rumah.
Tetapi ternyata? Perkiraannya salah. Bukannya lebih leluasa Jungkook justru tertahan dan kini tengah tidur berpelukan bersama sang istrinya dan meninggalkan berkas-berkas itu. Beberapa jam lalu Yein meminta Jungkook untuk tidur memeluknya dan Jungkook pun mengiyakannya.
Tapi saat Jungkook sudah berbaring dan menyuruh Yein yang tengah berdiri di pinggir ranjang untuk tidur di sampingnya Yein hanya menggeleng. Wanita itu menunduk sambil memainkan kukunya, Jungkook yang melihat itupun merasa keheranan. Lalu Jungkook pun berinisiatif bertanya kepada Yein.
"Ada apa? Kenapaa masih berdiri disitu? Ayo sini katanya mau tidur sambil di peluk."
"Eumm itu Yein ingin..."
Jungkook merasa penasaran dengan apa yang sedang diinginkan ibu hamil tersebut.
"Ingin apa?" Tanya Jungkook lembut.
"Yein ingin Jungkook oppa lepas baju, Yein ingin tidur di peluk setelah oppa lepas bajunya" Ucap Yein masih sambil menunduk.
Jungkook sontak terkejut dengan keinginan istrinya itu. Tak biasanya Yein meminta hal seperti itu, Jungkook baru sadar kalo itu pasti keinginan bayi mereka.
Jungkook pun tersenyum menanggapi permintaan Yein, ia lalu melepas kaos yang ia pakai setelah itu menyuruh Yein segera berbaring.
"Aku sudah melepasnya. Ayo kita tidur, katanya mau di peluk tadi."
Yein menatap dengan mata berbinar ke arah Jungkook. Tak membuang waktu lama Yein langsung berbaring di samping Jungkook sambil memeluk pria itu seperti keinginan bayinya sekarang. Yein menghirup dalam-dalam bau parfum Jungkook yang masih menempel di tubuh Jungkook.
Jungkook mengambil ponselnya di nakas dengan perlahan, ia tidak mau jika Yein terbangun dari tidur nyenyaknya. Ternyata masih pukul 10 malam dan Jungkook masih punya banyak waktu untuk menyelesaikan berkasnya.
Jungkook berusaha melepaskan pelukan Yein dengan hati-hati agar Yein tidak terbangun. Setelah berhasil Jungkook segera mengambil kaosnya lalu memakainya, ia pun pergi menuju ruang kerjanya yang bersebelahan dengan kamarnya.
Jungkook mulai menyalakan laptopnya dan membuka email yang dikirim sekertaris nya. Jungkook juga membuka berkasnya untuk memberikan tanda tangan untuk persetujuan proyek yang akan ia jalkan bulan depan.
Ceklek
Pintu ruangan terbuka menampilkan presensi Yein yang tengah mengusap matanya, sepertinya wanita urusan terbangun dengan kondisi masih sangat mengantuk. Yein menghampiri Jungkook lalu berdiri di sebelahnya, Jungkook mengernyit masih tidak faham dengan apa yang akan dilakukan Yein saat wanita itu merentangkan tangan Jungkook.
Dengan mata masih memejam Yein duduk di pangkuan Jungkook seperti koala, Yein pun menatap Jungkook sambil mengerucutkan bibirnya seperti sedang kesal. Jungkook merasa Yein jadi sangat manja dan sensitif, itu semua karena kehamilannya saat ini.
"Kenapa kau pergi meninggalkanku tidur sendirian?" Tanya Yein sambil mengerucutkan bibirnya yang menurut Jungkook sangat lucu.
"Maaf, aku pikir kau sudah sangat nyenyak jadi aku pergi kemari untuk menyelesaikan beberapa berkas yang aku bawa pulang."
"Kalau begitu aku lanjutkan tidur di bahumu tak apa kan? Aku masih mengantuk, masih ingin peluk." Jungkook pun tersenyum lalu menganggukkan kepalanya.
Yein pun meletakkan kepalanya di bahu Jungkook, Jungkook pun mengelus punggung Yein agar lebih nyenyak. Sebenarnya Jungkook agak tidak nyaman karena seperti ada yang mengganjal yaitu perut Yein, namun tak apa Jungkook sangat senang sekali bisa membuat istri serta anaknya senang.
Jungkook kemudian kembali meneruskan pekerjaannya, ia hanya tinggal menandatangani beberapa berkas lagi. Tinggal satu berkas lagi yang membutuhkan tanda tangannya, dan selesai.
"Huuhh, akhirnya selesai juga." Monolog Jungkook. Saat sedikit menggerakkan badannya paha Jungkook merasa seperti mati rasa karena menanggung beban tubuh Yein yang sedang mengandung anaknya.
Jungkook segera mematikan laptopnya dan menggendong Yein seperti koala menuju kamar mereka. Sesampainya di dalam kamar Jungkook langsung meletakkan Yein dengan hati-hati agar tidak kembali terbangun.
"Ternyata lelah juga menggendong wanita hamil." Monolog Jungkook sambil terkekeh pelan.
Jungkook lalu menidurkan dirinya di sebelah Yein, sebelum tidur Jungkook mencium kening Yein, ia juga mencium perut Yein yang membuncit.
"Selamat malam, sweetie and baby Jeon."
Haii! Gimana kabarnya nih? Baik-baik aja kan pasti 😁
Maaf ya gak update-update, adakah yang kangen/nunggu cerita ini up?
Makasih banget ya buat kalian yang setia menunggu Jena update 🥺
Jangan lupa vote dan coment ya🤗
Oh iya buat Army jangan lupa streaming MV BTS 'Dynamite' ya, Semangat!!!😊💜💜

See you💜💜💜💜💜💜💜
KAMU SEDANG MEMBACA
Sorry {Jungkook & Yein}
De TodoTidak disangka oleh Yein hanya karena menyelamatkan seorang nenek-nenek Yein dijodohkan dengan cucunya. Yein tidak mau dijodohkan dengan cucu nenek tersebut tapi nenek tersebut tetap memaksa Yein untuk menikah dengan cucunya sebagai rasa terimakasih...
