'Karena aku mencintaimu, maka biarkan aku terus menjaga cinta ini juga kamu.'
Elshanum & Albirru
~Thierogiara
***
Biru tak percaya kalau kata-kata kramat itu sampai keluar dari mulut Shanum, hari ini hari pertama mereka menjadi suami istri dan Shanum sudah meminta cerai.
Biru mendekat ke Shanum lantas memeluk tubuh istrinya itu, dari pelukannya Biru berusaha meyakinkan kalau Biru di sana bersama dan siap menghadapi segala cobaan, berusaha meyakinkan Shanum kalau dia adalah manusia paling serius di muka bumi ini yang yakin kalau dia bisa membahagiakan Shanum.
Shanum memberontak namun karena memang tenaga Biru yang lebih kuat, lagi-lagi Biru menang, dia mendekap kuat-kuat tubuh Sahnum. "Maafin aku," ucap Biru lembut, dia mungkin menggunakan cara picik untuk mendapatkan Shanum, namun Shanum juga harus tahu kalau itu adalah bentu keseriusan dari seorang Biru.
"Ceraikan aku Mas, aku benci caramu menuju pernikahan kita," ujar Shanum lagi.
Pertahanan Biru goyah, air mata meluruh ke pipinya, rasanya sangat menyakitkan mendangar kata pisah dari seseorang yang sudah ia perjuangkan mati-matian. Biru mencintai Shanum, Biru hanya mau Shanum yang menjadi istrinya, namun ternyata kemauan itu hanya sepihak, namun sama seperti sebelumnya, Biru terlalu kerasa kepala, dia tak akan membiarkan apa yang sudah didalam genggaman lepas begitu saja.
"Aku nggak cukup bodoh untuk melepaskan apa yang sudah aku perjuangkan, Shanum aku mencintaimu, selamanya akan begitu," ungkap Biru.
Bukannya tenang air mata Shanum malah semakin deras, kali ini dia merasa berdosa, dia berdosa pada suaminya.
Biru menangkup kedua pipi Shanum. "Jangan pernah berpikir bahwa aku akan melepasmu, aku telah menembus cangkang tebal yang sangat tidak mudah untuk menjadikan mutiara sepertimu istriku, tidak akan, aku tak akan pernah melepasmu," ujar Biru menatap mata Shanum, kedua mata mereka sama-sama basah karena air mata.
Shanum memejamkan matanya, hari setelah pernikahan adalah hari yang membahagiakan bagi pasangan baru, namun kenapa Shanum tak merasakan hal yang sama?
Biru mendaratkan ciuman bertubi-tubu ke puncak kepala Shanum berusaha meyakinkan Shanum, kalau dia benar-benar mencintai Shanum lebih dari apa pun, Shanum mengajarkan Biru untuk mencintai Allah, itulah alasan kenapa Biru memilih Shanum, dia yakin jika Shanum berada di sisinya, maka akan semakin kuat cintanya pada Rabb-nya.
***
Biru membantu Shanum menarik koper, hari ini Biru akan membawa Shanum ke rumah orang tuanya, setelah drama penuh air mata sore tadi, malam ini Shanum sudah lebih bisa menetralkan perasaannya, dia sudah tak lagi merasakan sesak di hatinya.
Wajah Shanum tetap tak bisa berbohong, mata bengkak dan wajah sembab itu megundang banyak tanya di kepala masing-masing orang yang ada di sana, namun beruntung daripada menyuarakan rasa penasaran mereka, semuanya memilih tetap diam dan malah mendoakan kebaikan untuk Shanum dan Biru.
"Hati-hati di jalan, hormat sama mertua ya, Biru diurusin dengan baik, bahagia selalu ya," doa Kartika yang kemudian memeluk dan mencium kedua pipi Shanum.
"Ibu juga, jaga kesehatan ya, kalau ada apa-apa jangan lupa kabari Shanum." Shanum berpesan balik, bagaimanapun selama ini Shanumlah anak perempuan satu-satunya. Shanum jauh lebih peka daripada Hanan, karena memang Shanum wanita, rasa pedulinya jauh lebih tinggi.
Lalu Shanum beralih ke Tama ayahnya, Shanum melakukan hal yang sama, mencium punggung tangan Tama kemudian mencium kedua pipinya lalu berpamitan. Lalu dilanjut ke Hanan dan saudara yang lain.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elshanum & Albirru
KerohanianAku ibarat tunas kelapa yang terombang-ambing di atas permukaan air laut dan kamu adalah tepian pantai yang pada akhirnya menjadi tempatku berlabuh kemudian tumbuh. *** Bagaimana jika seorang pria datang kepadamu dengan membawa komitmen yang ternyat...
