'Karena Allah tau apa yang terbaik untuk hambanya.'
Elshanum & Albirru
~Thierogiara
***
Mulanya kedua orang tua Shanum tak mau ikut campur namun karena Shanum enggan menemui Biru, keduanya langsung turun tangan, bukan untuk membela Shanum, namun untuk menasihati keduanya agar menyelesaikan masalah dengan kepala dingin.
Shanum meremas-remas tangannya sendiri, sementara Biru duduk sambil menunduk di sampingnya.
"Jadi Biru apa sebenarnya yang terjadi?" tanya Kartika, dia sudah menyenggol bahu Tama untuk berbicara duluan namun rupanya suaminya itu tidak peka.
Biru menghela napas. "Jadi ada mantan Biru datang ke rumah dalam keadaan hamil, dia bilang kalau itu anak Biru, Shanum langsung pulang ke rumah begitu mendengar itu. Tapi yang sebenarnya terjadi adalah mantan Biru si Raysa itu ternyata mendapat KDRT dari suaminya, suaminya minta dia gugurin kandungan karena ekonomi mereka lagi nggak stabil, jadi dia bilang kalau itu anak Biru bukan anak suaminya, jadi dia datang ke rumah Biru dan dipantau sama suaminya dari jauh, makanya dia bilang kalau itu anak Biru biar suaminya percaya dan Biru yang harus bertanggung jawab soal anak itu bukan suaminya." Biru menjelaskan.
"Jangan-jangan memang anak kamu."
"Nggak Yah, Biru yakin itu bukan anak Biru, dia Cuma minta tolong dan setelah Biru anterin dia ke stasiun buat pulang kampung juga urusannya udah selesai, Shanum Cuma salah paham." Biru lebih menjelaskan lagi, dia menoleh kea rah Shanum dan cukup terkejut mendapati wajah pucat Shanum.
Tama mengangguk. "Artinya ini Cuma salah paham kan? Shanum kamu sudah menikah, apa pun masalah kamu tidak boleh seperti ini, dengarkan dengan baik kemudian selesaikan, bukan meninggalkan lantas menggantung semuanya seperti ini." Tama mulai berceramah.
"Kamu mungkin kaget, tapi semua Cuma salah paham kan? Sekarang kalian ccoba bicara berdua," suruh Kartika.
Shanum yang memang sedikit merasa bersalah mengangguk, dia lantas berjalan menuju lantai dua di mana kamarnya berada, kedua orang tuanya sudah membuka jalan maka Shanum dan Biru yang harus menyelesaikan masalah mereka sendirian.
Biru menatap Shanum prihatin.
"Sayang kamu sakit?" tanya Biru.
Shanum menggeleng.
"Boleh aku tanya sesuatu Mas?" bahkan suaranya serak, Biru memejamkan matanya karena ikut merasa sakit mendengar suara serak tersebut.
Biru mengangguk. "Tanya apa pun, InsyaAllah aku akan jujur," ujar Biru.
Shanum menarik napasnya dalam-dalam, dia sendiri sebenarnya sangat tidak siap dengan pertanyaan ini.
"Apa Mas pernah berzina sebelum kita menikah?" tanya Shanum, dari awal pernikahan mereka tak memiliki perjanjian apa pun soal masa lalu, bahkan memang tak ada perjanjian apa pun karena memang pernikahan ini sangat tidak terprediksi.
Biru menelan ludahnya sendiri mendengar pertanyaan Shanum yang sangat tiba-tiba seperti ini. Biru menarik napas kemudian mengangguk perlahan.
"Iya pernah, hidupku sebebas itu sebelum ketemu kamu," jawab Biru.
Shanum memejamkan matanya, katanya jodoh adalah cerminan diri, tapi kenapa Shanum yang sangat menjaga dirinya malah berjodoh dengan Biru yang memiliki kehidupan sangat bebas?
Shanum mengangguk. "Oke." Shanum lantas berjalan ke kasur lalu merebahkan diri menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.
"Sayang maafin aku, kalau aku tau akan berjodoh dengan kamu aku akan menjaga diri aku buat kamu," ucap Biru, dia mengambil tangan Shanum meremasnya pelan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Elshanum & Albirru
SpiritualAku ibarat tunas kelapa yang terombang-ambing di atas permukaan air laut dan kamu adalah tepian pantai yang pada akhirnya menjadi tempatku berlabuh kemudian tumbuh. *** Bagaimana jika seorang pria datang kepadamu dengan membawa komitmen yang ternyat...
