Hadirnya Ilham

7.7K 325 13
                                        

Pemberitahuan
1. Sejak awal cerita ini memang tidak punya gambar/foto tokoh. Sekalipun hanya sebagai perumpamaan, saya tidak mau mengambil foto orang lain.

2. Penulis hanyalah pemula

3. Penulis tidak menerbitkan tulisan di tempat lain.

4. Jangan lupa Vote dan Comment ya

5. Kisahnya di ketik di hp jadi kalau ada banyak typo, Mohon Maaf yang sebesar-besarnya.

####

"Lo sama Anis ada hubungan apa sih?" Tanyanya.

Di sinilah aku, di sebuah ruangan paling pojok di sekolah. Ruangan yang menjadi tempat tongkrongan anak-anak yang di cap nakal oleh sekolah, pengecualian untuk Farhan yang sedang menghadang ku ini. Ya, kami di toilet.

"Udah bemilyaran kali aku udah bilang. Aku dan Anis cuma sahabat."

"Alah,ngeles lu. Bilang aja lu suka sama Anis."

Aku sangat bete, kejadian ini bukan yang pertama kalinya dan tetap saja Farhan tidak percaya sedikitpun padaku.

"Han, dari dulu aku udah bilang. Anis sukanya sama kamu. Cuma ya itu, dia sedikit gengsi jalan sama kamu. Kan kamu tahu sendiri bahwa seantero dunia ini memujamu, nggak cewek, cowok pun juga"

"Shit, ngapain cowok juga memujaku. Jangan-jangan lu suka sama gue?"

"Najis, gue masih suka payudara yang bergelantungan bukan datar."

Farhan tidak menjawab, dia mendekatkan wajahnya padaku. Aku tak bisa bergerak, semua gerakanku terkunci. Berontakpun percuma, yang ada malah gue yang babak belur. Aku menatap tajam wajah Farhan yang terus mendekat.

Cup,

Sebuah kecupan mendarat di keningku. Aku kaget tapi berusaha menetralisir semua rasa kagetku dan berusaha bersikap biasa aja.

"Bilang aja kamu yang suka sama aku Han, tuh dari tadi keknya kamu menikmati bibirmu yang mendarat di keningku."

Farhan tersadar dan buru-buru melepas ciumannya, pergi meninggalkanku tanpa sepatah kata pun.

"Iqbal sayang, kamu lagi coli ya, lama amat di WC nya." Teriak Anis

Aku mulut Anis memang perlu di sumpal, bisa-bisa namaku tercoreng karenanya.

###

"Akh selesai juga nih bersih-bersihnya, tinggal pulang." Keluhku setelah membersihkan semua area kafe.

"Jalan yuk?"

Aku yang sedang meregangkan otot-otot kaget mendengar sebuah suara.

"Farhan? Nggak salah?" Jawabku yang masih tak percaya.

"Cie ada yang mau ngedate nih,"

Tiba-tiba Anis datang dan menyenggol-yenggol ku. Aku yang paham bahwa Anis cemburu, berusaha mencairkan suasana.

"Emm, Nis. Jangan salah paham, aku jalan sama dia itu karena majalah sekolah kita kan mau menjadikan Farhan sebagai tokoh siswa nya." Bohongku.

Tidak sepenuhnya bohong sih, memang majalah sekolah memilih Farhan sebagai orang yang akan masuk dalam profil siswa. Tapi aku juga tidak sepenuhnya jujur, karena aku nggak tahu maksud Farhan mengajakku jalan.

"Owh iya, majalah sekolah kan belum ada apa-apa, padahal deadline Minggu depan. Bagus-bagus, setelah wawancara jangan lupa mikirin yang harus di muat juga" Jawab Anis berbinar.

"Okay"

"Pinjam pacarmu bentar ya." Ucap Farhan.

Anis hanya tersenyum melihat tingkah Farhan. Kami pun berlalu meninggalkan Anis. Sepanjang perjalanan, aku tidak banyak bertanya mau kemana dan ngapain. Lebih tepatnya, aku diam mematung karena memang kami jarang ngobrol meski kami 3 besar juara sekolah. Tiba-tiba Farhan menghentikan mobilnya di sebuah persimpangan puncak, dibawah yang kulihat hanya jurang yang gelap.

Gara-gara Ilham (End) Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang