Pemberitahuan
1. Sejak awal cerita ini memang tidak punya gambar/foto tokoh. Sekalipun hanya sebagai perumpamaan, saya tidak mau mengambil foto orang lain.
2. Penulis hanyalah pemula
3. Penulis tidak menerbitkan tulisan di tempat lain.
4. Jangan lupa Vote dan Comment ya
5. Kisahnya di ketik di hp jadi kalau ada banyak typo, Mohon Maaf yang sebesar-besarnya.
####
Ilham POV
Sudah lama aku berada di lingkungan SMA Harapan dan selama itu banyak yang mendekat untuk berteman denganku, namun aku hanya dekat dengan Anis, Iqbal dan Farhan. Deket dengan Anis karena dia sangat dekat dengan Iqbal, sehingga mudah mencari celah untuk menjatuhkan Iqbal. Deket dengan Iqbal karena ingin membuat dia terbang ke langit yang tinggi sebelum akhirnya dia belum siap untuk terjatuh ke bumi. Sedangkan dengan Farhan karena satu ekskul.
Malam ini, aku datang sebuah kafe yang tak jauh dari SMA kebanggaanku. Aku hanya berusaha mengusir rasa bosan, karena memang di rumah nggak ada orang. Ayah dan Bunda masih kerja, begitupun dengan Iqbal, tapi dimana ya dia kerja? Akh sudahlah. Tak lama kemudia datanglah beberapa orang duduk di meja yang sama denganku, padahal kan banyak yang masih kosong di tempat lain. Di sisi lain, aku merasa seorang yang berkaca mata dekat meja kasir menatapku intens, ada apa? Tak berselang lama, ada sesuatu yang masuk di kantong bajuku.
"Jangan bergerak, kalian sudah terkepung." Teriak salah seorang.
Aku yang masih tak paham, ingin memberontak pada semua polisi yang ada, tapi sayangnya tanganku sudah terborgol. Aku pun di tarik keluar dan
"Ilham,,," teriak seseorang
Aku kaget melihat Iqbal berada di dekat polisi
"Il,,,ham,,," Suara Anis yang tak kalah kaget.
"Pasti kalian kan yang lapor polisi" tuduhku
"Kok malah nyalahin kita?" Teman mereka sewot.
"Udah-udah jelaskan di kantor saja" Suara polisi menengahi.
###
"Apa yang terjadi ham?" Tanyanya pelan.
"Alah nggak usah pura-pura nggak tahu. Lu kan yang jebak gue dan lapor polisi" Bentakku
"Ham,aaaaaku aaaaku,,," belum sempat dia menjawab.
"Pergi bangsat,,,," teriakku
Tak lama polisi datang dan mengembalikan ku ke sel sementara
Aku masih mendengar suara Iqbal seperti memohon pada salah satu polisi. Anehnya, aku berada di sel yang berbeda dengan mereka yang di tangkap bersamaku. Betenya lagi hanya sendirian.
###
"Ayah nggak habis pikir sama kamu Ilham, apa sih tak kami kasih padamu? Bahkan anakku sendiri harus berkorban demi mu" tegas ayah.
"Yah, kan Iqbal udah bilang, bang Ilham di jebak. Kenapa musti di marahin lagi sih" Iqbal mencoba membelaku
"Iqbal diam" bentak ayah.
"Yah, Iqbal nggak akan diam kalau ayah tidak mau mendengarku" suara mencoba menantang ayah.
BI Minah terlihat mencoba menenangkan Iqbal.
"Ayah lebih tahu daripada kamu, jadi diam" ayah semakin murka.
"Tahu apa? Apa yang ayah tahu tentangku? Apa yang ayah tahu tentang kehidupan sekolahku? Apa yah? Apa?" Tanntang Iqbal
KAMU SEDANG MEMBACA
Gara-gara Ilham (End)
Genç KurguIqbal,anak pengusaha terkenal yang sangat populer dari kalangan pelajar SMA Harapan. Tidak, Iqbal tidak memanfaatkan ketenaran orang tuanya untuk mendapatkan semua ini, tapi dia berjuang dari awal yang ujungnya berbuah manis. Dia sangat pintar, bahk...
