Anjim!
Sepulang sekolah, Jennie lebih banyak diam. Dia hanya melihat jalan tanpa bersuara.
Rose sedikit heran. Tak biasanya Jennie damai tentram seperti ini. Rose duduk di sofa. Bersekolah membuatnya sedikit lelah. Sedangkan Jennie langsung pergi ke kamar mereka.
"Chaengie..."
Rose membuka matanya dan melihat Dara sedang tersenyum kearahnya. Rose bangun dan membenarkan duduknya.
"Nee?"
"Susu Strawberry?" tawarnya.
Rose mengangguk dan meraih minuman itu.
"Dimana eonniemu?" tanya Dara.
"Langsung ke kamar"
Dara mengangguk. "Bagaimana hubungan kalian?"
"Dingin"
"Kau yang dingin. Cobalah lembut padanya, biasanya Jennie itu lebih suka orang lain yang memulai."
Rose mengangguk. "Akan kucoba nanti. Aku bukan dingin, tapi hanya canggung karna baru bertemu setelah sekian lama"
"Cobalah akrab dengan eonniemu sayang"
Rose mengangguk. "Aku ganti baju dulu"
Dara mengangguk.
Rose membuka pintu.
"Huaaaaaa!!!!"
Brakk
Rose kembali menutupnya lalu bersandar di pintu yang tertutup sambil memegang dadanya
"Astaga... Apa itu? Eonnie ganti baju di kamar? Kenapa tidak di kamar mandi saja?" monolognya.
Sedangkan Jennie? Dia masih menyilangkan tangan di dadanya salah sendiri kenapa lupa mengunci pintu, sekarang dia tidak tinggal sendiri lagi.
"Yak! Park Chaeyoung!"
"Mianhae eonnie-yaa,"
"Dasar mesum!"
"Aniyo, salah sendiri kenapa tidak mengunci pintu. Ngomong-ngomong dadanya besar juga" gumamnya.
"Aku dengar itu!"
"Eh?"
Setelah selesai, Jennie membuka pintu dan melihat Rose sedang menatapnya.
"Apa yang kalu lihat?" tanya Jennie ketus.
"Aku hanya melihat eonnieku yang cantik ini." ucap Rose lalu memasuki kamar mereka.
Tiba disana, Rose membuka kancing bajunya, padahal masih ada Jennie diambang pintu.
"Hey! Apa yang kau lakukan?"
"Tentu saja ganti baju"
"Yak! Aku masih disini"
"Tak masalah jika kau mau lihat perut six-pack ku." ucap Rose mengangkat bajunya.
Jennie membanting pintu, bagaimanapun dia masih polos, melihat roti sobek adalah konten dewasa baginya.
Selesai memgganti baju, Rose hanya memakai kaus putih polos dengan celana pendek selutut. Dia mengucir rambutnya lalu turun ke bawah.
Dia rebahan diatas sofa sambil membaca wattpad. "Astaga, Rose dan Jennie romantis sekali" gumamnya.
"Hah? Ahahahaha Rose bodoh... Hahahaha" tawanya pecah.
"Chaengie..." panggil Dara.
Rose mematikan ponselnya lalu melemparkan nya ke atas sofa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Just Jennie & Rosie
Fanfiction"Aku menyayangimu Rosie" "Aku juga... Mencintaimu" Langsung baca aja ANJIM!
