MFF 9

6K 288 0
                                        

"Hahaha..."

Anna menatap Rein bingung. Kenapa Rein tiba-tiba tertawa ? Apa yang salah ?

"Ekspresimu begitu lucu, An." Anna masih tidak mengerti dengan apa yang dikatakan Rein. Setelah berbicara seperti itu, Rein malah tertawa.

"Tenanglah, An. Aku hanya bercanda dengan ucapanku tadi."

Sudut bibir Anna tertarik, dia tersenyum kikuk tapi sedetik kemudian dia ikut tertawa bersama Rein.

"Kau lebih cantik jika tersenyum dan tertawa seperti itu."

"Wah aku tidah menyangka seorang Reinhart Robinson ternyata pandai sekali menggombal."

Rein terkekeh geli, begitu pun Anna. Ah, senang sekali dia bisa menghibur Anna yang tengah patah hati. Melihat senyuman Anna membuat hatinya menghangat.

Setelah beberapa menit mereka tak lagi bicara. Rein hanya meminum whiskynya begitu pun Anna yang hanya meminum orange jusnya.

"Oh iya, dimana Catherine ?" tanya Anna.

Rein mengendikkan bahunya. "Entahlah."

Anna mengedarkan pandangannya dan matanya menangkap Catherine tengah asyik berjoget di dance floor bersama seorang pria yang Anna tidak kenali.

"Kau tau Rein, kadang aku sangat khawatir jika Catherine akan terjerumus ke hal-hal yang tidak baik." Ucap Anna tanpa memutuskan pandangannya pada Catherine.

Rein pun mengikuti arah pandangan Anna, disana dia bisa melihat Catherine tengah bersenang-senang dengan seorang lelaki.

"Kadang aku merasa bersalah padanya karena dia tumbuh tanpa bimbingan ibunya, mungkin jika sampai sekarang Maggie masih hidup aku yakin Catherine tidak akan menjadi gadis yang seperti itu." ujar Rein.

"Iya, aku pun juga berpikir seperti itu."

Rein menghembuskan nafasnya. "Tapi tetap saja aku tidak bisa memberikan ibu baru untuknya."

"Kenapa ? Karena kau masih ingin menja—"

"Tidak Ann,"

"Karena wanita yang kau cintai—"

"Iya. Aku tidak tau dia bersedia menikah denganku atau tidak." Ucap Rein lirih.

Anna mengusap punggung Rein. "Berjuanglah untuk mendapatkan hatinya Rein, aku yakin dia pasti akan sangat menyukaimu."

Rein menatap mata Anna. "Benarkah ?"

"Iya. Wanita mana yang tidak akan menyukaimu Rein, kau tampan, kaya, dan—"

"Aku tidak ingin dia melihatku seperti itu, An. Aku hanya ingin dia melihat aku hanya sebagai seorang Rein yang mencintainya."

Anna pun tersenyum lembut. "Dia pasti akan menyukaimu Rein karena kau sangat baik, beruntung sekali wanita yang akan menjadi istrimu kelak."

"Aku berdoa kenapa Tuhan, semoga dia mengabulkan doaku."

"Pasti."

"Daddy..."

Mereka berdua langsung menatap Catherine yang berjalan sempoyongan ke arah mereka berdua.

"Cath, kau mabuk ?" tanya Anna.

Catherine mengucek matanya. "Anna, kau ada disini ?"

Anna berjalan menghampiri Catherine dan memapahnya untuk duduk di kursi bar. "Sudah berapa kali aku bilang, jangan banyak minum! Itu tidak baik untuk kesehatanmu!"

"Sssttt... Diamlah Anna, kau ini cerewet sekali seperti nenek-nenek!"

Anna memutar bola matanya malas. "Kau ini selalu seperti itu!"

MY FRIEND'S FATHERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang