"Anna."
Anna yang tengah menanam bunga dikebun langsung menoleh ketika Layla memanggilnya. "Ya aunty ?"
"Ayo kita ke kota." Ajaknya.
Anna melapas sarung tangannya. "Ada perlu apa kita ke kota ?"
"Kita harus belanja bulanan, kebetulan banyak bahan-bahan yang habis. Kita juga akan ke toko gaun pengantin untuk mengukur tubuhmu."
Anna mengangguk. "Tentu, aku akan membersihkan diriku dulu."
"Aku akan menunggumu di depan."
"Ya aunty."
Anna segera membersihkan tubuhnya setelah itu dia menyusul Layla. Mereka berdua menaiki mobil untuk pergi ke kota. Sesampainya di kota mereka terlebih dulu berbelanja bahan-bahan yang telah habis, setelah itu mereka pergi ke boutique langganan Layla untuk memesan gaun pengantin.
"Hai Layla." Sapa pemilik boutique yang tak lain adalah teman Layla.
"Hai Rachel."
Rachel menatap bingung wanita yang ada disamping Layla.
"Ngomong-ngomong dia siapa ? Aku tidak pernah melihatnya."
Layla memperkenalkan Anna pada Rachel. "Kenalkan ini Anna, calon menantuku. Anna kenalkan dia adalah Rachel temanku." Anna dan Rachel berjabat tangan.
"Calon menantumu cantik sekali, Kevin sangat pintar memilih calon istri." Anna yang dipuji seperti itu hanya bisa tersenyum.
"Tentu saja." Ujar Layla bangga.
Melihat Layla yang begitu senang memiliki calon menantu sepertinya, entah kenapa membuatnya sedih. Apa mungkin karena dia merasa tidak enak pada Kevin yang telah dia jadikan pelarian. Melihat keluarga Kevin seperti ini membuatnya tambah tidak enak hati.
"Baiklah, cepat berikan buku recomendasi gaunmu."
"Tunggu sebentar." Rachel memberikan buku tersebut pada Layla dan juga Anna. "Aku akan meninggalakan kalian dulu, jika sudah menentukan pilihan segera panggil aku.
Layla pun mulai memilihkan baju pengantin yang cocok untuk Anna. Pilihannya pun jatuh pada gaun berbentuk A-line berbahan satin berlengan panjang tak lupa sebuah veil panjang yang akan menutupi rambutnya nanti. Gaun itu tidak memiliki motif apa pun, tidak ada juga mutiara yang menghiasinya. Gaunnya memang terlihat simple tapi gaun itu terlihat sangat elegant.
"Bagaimana kau suka baju ini ?"
Anna langsung mengagguk. "Tentu aku sangat suka."
"Baiklah kita pesan baju ini." Layla kembali memanggil Rachel. "Kami memilih yang ini."
"Baik. Mari ikut aku." Anna mengikuti Rachel di belakang. Rachel pun mulai mengukur tubuh Anna. Setelah itu dia kembali lagi.
"Aku akan menjahit gaun itu dengan tanganku sendiri dan akan ku pastikan gaun itu sudah jadi sebelum hari pernikahan."
"Terima kasih Rachel. Kalau begitu kami pergi dulu."
"Ya sama-sama." Mereka berdua pun pergi dari boutique tersebut.
***
Setelah sampai di Nashville kemarin malam, Rein dan Catherine langsung mengistirahatkan tubuhnya di hotel karena lelah menempuh perjalanan panjang. Kenapa Catherine ikut ? Jawabannya ya karena ingin membujuk Anna agar mau kembali pada daddynya. Jika daddynya saja yang pergi, ia jamin itu tidak akan berhasil karena Anna mungkin tidak akan percaya dengan bujukan Rein. Maka dari itu dia disini untuk membantu daddynya mendapatkan Anna kembali.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY FRIEND'S FATHER
RomancePerceraian kedua orang tuanya membuat hidup Anastasia Wellez (19) hancur. Belum kering luka dari perceraian kedua orang tuanya kini ditambah lagi kenyataan bahwa kekasihnya Kevin Gross (20) berselingkuh dengan musuh bebuyutan sahabatnya yaitu Katty...
