MFF 11

6K 269 8
                                        

"Daddy..."

Kedua orang yang tengah beradu keringat itu menoleh, mata Eddie langsung membulat mengetahui Anna tengah berdiri di ambang pintu dan dia langsung melepas penyatuannya dengan lelaki di bawahnya ini.

"A-anna..." Eddie langsung membelit selimut untuk menutupi bagian bawahnya.

Anna mencoba melihat wajah lelaki yang baru saja ditunggangi oleh ayahnya itu dan dia tidak mengenal siapa laki-laki tersebut.

"Ka-kau..." Lelaki tersebut langsung memunguti pakaiannya dan langsung berlari ke kamar mandi.

"Anna, dengarkan Daddy ini—"

Tanpa mendengarkan penjelasan Eddie, Anna berlari menuruni tangga dan langsung pergi dari rumah terkituk itu, bahkan koper dan oleh-olehnya dia tinggalkan saja di ruang tamu, dia juga tak memperdulikan teriakan Eddie yang memanggil namanya. Dia langsung menyetop taxi dan di dalam taxi Anna menumpahkan air matanya.

"ANNA..."

Dia tidak menyangka selama ini ayahnya adalah seorang gay, seorang gay. Dia benar-benar syok mengetahuinya. Dia mengeluarkan ponsel dari dalam tasnya dan menghubungi seseorang.

"Hallo"

"Hallo, Mom."

"Ada apa sayang ? Apa kau menangis ?"

"Mom..." Anna benar-benar tidak bisa menahan tangisnya sekarang.

"Anna, ada apa ? Jangan buat Mommy khawatir!"

Hening

"Apa kau bertengkar dengan Daddymu ?" tebak mommynya.

"Mom... Aku ingin ke tempatmu."

"Baiklah, akan Mommy pesankan tiket kereta api."

"Ya, Mom."

Tut

Anna menghembuskan nafasnya lelah, otaknya masih berusaha mencerna kejadian beberapa saat lalu.

"Pak tolong anyarkan saya ke stasiun."

"Baik."

Tak butuh waktu lama taxi yang dia tumpanginya berhenti di stasiun dan 4 jam kemudian keretanya berhenti di stasiun kota Washington. Ketika keluar dari stasiun dia bisa melihat mobil mommynya sudah terparkir di parkiran.

"Mom." Anna langsung memeluk mommynya dan menumpahkan air matanya di bahu wanita itu.

"Ayo kita pulang, ceritakan semuanya di rumah." Anna pun hanya bisa mengangguk pasrah dan masuk ke dalam mobil.

"Ngomong-ngomong mana kopermu ?"

"Aku hanya membawa diriku, Mom."

"Oh, baiklah."

Mobil yang di kendarai Elis akhirnya berhenti di halaman rumah minimalis milik Ray suaminya.

"Hai Anna." Sapa Ray kerika Anna dan Elis memasuki rumah dan Anna hanya tersenyum tipis.

Elis membimbing Anna untuk duduk di sofa.

"Ceritakan, apa yang terjadi."

Perlahan air mata Anna kembali mengalir mengingat kejadian itu.

"A-aku melihat Daddy... Aku melihatnya bercinta dengan—" Bahkan Anna tak mampu melanjutkan kata-katanya.

Anna menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. "Aku tidak percaya dia bisa bercinta demgan sesama jenis!" Akhirnya Anna memberanikan diri untuk mengatakannya.

MY FRIEND'S FATHERTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang