MFF 22

6.3K 274 8
                                        

Tok tok tok

Rein membuka pintu kamar Anna karena tak kunjung dibukakan, dia bisa melihat Anna yang ketiduran di depan TV yang masih menyala. Dia tersenyum melihat itu, jarinya terulur untuk menyingkirkan anak rambut yang menutupi wajah Anna. Karena terganggu perlahan mata Anna terbuka, dia langsung merubah posisinya menjadi duduk.

"Kau sudah pulang..." ucapnya seraya mengucek matanya.

"Sudah, baru saja."

"Sudah makan ?"

"Belum."

"Sebentar biar ku pesankan makanan." Rein hanya berdehem, dia bangkit dari duduknya, mulai melepas sepatu serta dasi yang mencekik lehernya, sedangkan Anna menelepon layanan room service untuk memesan makanan.

"Kau mandilah dulu." Rein pun mengangguk dan masuk ke dalam kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.

Tok tok tok

Anna berlari kecil untuk membukakan pintu, ternyata itu adalah layanan room service yang tadi dia pesan. Dua piring nasi goreng juga dua gelas jus melon sudah tertata rapi di meja depan TV.

"Sudah datang ?" tanya Rein yang baru keluar dari kamar mandi.

Anna mengangguk, "Sudah, ayo kita makan."

Mereka berdua makan sambil menonton TV, Rein meletakkan piringnya ketika nasi dalam piringnya sudah habis.

"Anna."

Anna langsung menoleh, "Ya ?"

"Ayo berlibur ke Bali lagi."

"Selesaikan dulu pekerjaanmu Rein."

"Pekerjaanku sudah selesai hari ini."

Kedua alis Anna terangkat. "Secepat ini ? Ini baru tiga hari."

"Aku menyelesaikannya dengan cepat agar kita bisa segera liburan."

"Sebenarnya kau tidak perlu terburu-buru, Rein."

Rein menggeleng, "Aku ingin menghabiskan waktu berdua denganmu."

Anna tersenyum lebut, tangannya terulur untuk menyentuh rahang Rein yang ditumbuhi banyak jambang. "Aku juga."

Cup

Anna mencium bibir Rein dengan lembut.

"Kalau begitu besok kita berangkat ke Bali." Anna mengangguk.

***

Pagi ini Rein dan Anna sudah bersiap untuk terbang ke Bali dengan diantarkan oleh taxi yang sudah dipesankan oleh Alba.

"Aku percayakan semua padamu." Ucap Rein pada Alba.

"Iya, Sir."

"Jika sudah selesai segera kembali ke Amerika."

Sekali lagi Alba mengangguk, "Baik, Sir."

"Rein ayo."

Rein menatap Anna yang sudah masuk ke taxi. "Iya sebentar." Dia menatap Alba lagi. "Jika ada apa-apa segera telpon aku."

"Baik, Sir. Lihat Anna sudah menunggumu, Sir."

"Ah, yaya." Rein pun masuk ke dalam taxi.

"Hati-hati jalan."

Anna tersenyum, "Terima kasih, Alba."

Dan taxi itu pun membawa mereka berdua ke Bandara. Setelah setengah jam menunggu akhirnya pesawat yang ditumpangi mereka pun take-off dan satu setengah jam kemudian mereka berdua akhirnya sampai di Bali.

MY FRIEND'S FATHERCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang